HomeCelotehPuan Ndak Bisa Bahasa Enggres?

Puan Ndak Bisa Bahasa Enggres?

Kecil Besar

Sebuah video yang berisikan pidato Ketua DPR RI Puan Maharani berpidato dalam Bahasa Inggris jadi buah bibir di sejumlah platform media sosial (medsos). Di video itu, Puan tampak kesulitan melafalkan kata “proliferation”.


PinterPolitik.com

“No English, I ain’t talk, but boy could add” – Rockie Fresh, “The Rap Monument” (2014) by Noisey 

Pernah nggak sih kalian lagi scrolling di timeline media sosial (medsos) kalian dan menemukan meme-meme yang di dalamnya ada seorang bocah yang bilang, “ndak bisa Bahasa Enggres”? Meme video ini memang sempat viral di medsos dan menjadi perhatian banyak orang.

Terkadang, fakta bahwa anak itu tidak bisa berbicara Bahasa Inggris – padahal lawan bicaranya sedang bicara ngelantur – menimbulkan diskusi tersendiri di masyarakat. Ada yang bilang bahwa menjadi wajar apabila sebagian dari kita tidak bisa secara fluent berbicara dalam Bahasa Inggris.

Namun, ada juga penilaian bahwa Bahasa Inggris menjadi hal yang penting karena dianggap sebagai kompetensi yang semakin diperlukan di tengah globalisasi pesat. Sampai-sampai, tidak jarang kita mendengar percakapan seorang anak dan orang tuanya di tempat umum yang menggunakan Bahasa Inggris – meskipun mereka adalah keluarga Indonesia.

Dua sisi argumen tersebut sebenarnya tidak ada yang salah maupun benar. Semua orang tentunya memiliki kebutuhan mereka masing-masing. Ada aktivitas mereka yang membutuhkan Bahasa Inggris dan ada juga yang tidak.

Namun, gimana kalau kemampuan Bahasa Inggris itu tidak dimiliki oleh pemimpin atau petinggi negara? Hmm, gimana tuh? Sampai-sampai, nggak jarang tuh para warganet mempermasalahkan pidato-pidato para petinggi negara kita di forum-forum internasional – seperti pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap tidak fluent.

Kala Pidato Puan Maharani Bahasa Inggris Jadi Perhatian

Namun, kali ini adalah giliran Ketua DPR RI Puan Maharani. Gimana nggak? Sebuah video Puan yang sedang berpidato dalam Bahasa Inggris dipermasalahkan karena kesulitan melafalkan kata “proliferation”.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Hmm, sebenarnya wajar juga sih kalau Mbak Puan nggak bisa Bahasa Inggris sepenuhnya. Gimana pun, Mbak Puan bukan anak Jakarta Selatan (Jaksel), melainkan beliau tumbuh besar di wilayah Jakarta Pusat (Jakpus). Hehe.

Tapi nih, Mbak Puan, kemampuan Bahasa Inggris bagi pemimpin bisa jadi penting lho. Rawn Shah dalam tulisannya yang berjudul Leadership Skills Multiply with Language Skill menjelaskan bahwa kemampuan kepemimpinan justru akan makin lebih-lebih bila bisa berbahasa asing. 

Hmm, kenapa kok gitu? Jawabannya adalah karena bahasa juga menjadi budaya dan gaya hidup masyarakat. Dengan memahami bahasa mereka, kita juga bisa memahami cara mereka berinteraksi dengan satu sama lain.

Tuh, siapa tahu kalau bisa berbagai bahasa asing – misal Bahasa Inggris, Bahasa Ukraina, dan Bahasa Rusia – Mbak Puan akhirnya bisa mendamaikan perang antara Rusia dan Ukraina? Hmmm, mantap toh kalau beneran bisa, Mbak? Jadi makin kece deh ntar. Hehe. (A43)


spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Mega-SBY, A Birthday and Three Funerals

“Taufiq mendukung SBY usai terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya. Begitu pula SBY di kemudian hari menginstruksikan kadernya di kursi parlemen untuk memilih Taufiq...

Bayar Rindu Pelukan Jokowi-Paloh

“Peluklah diriku dan jangan kau lepas,” – Alexa, Jangan Kau Lepas Pinterpolitik.com Akhirnya ya, setelah sempat menimbulkan berbagai isu di media, saga pelukan Ketua Umum Partai...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?