HomeCelotehPuan Ingin Punya Warisan?

Puan Ingin Punya Warisan?

Kecil Besar

“I’m just tryna carry out my own legacy” – Joey Bada$$, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Bukan hal yang asing lagi bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin menciptakan gebrakan-gebrakan baru dalam masa kepresidenannya yang kedua. Salah satu fokus utamanya nih adalah penyelarasan berbagai aturan dan birokrasi yang selama ini dinilai menghambat laju investasi di Indonesia.

Guna mewujudkan hal itu, Pak Jokowi punya instruksi dan usulan agar beberapa aturan baru dapat dibuat guna menyederhanakan kemelut berbagai aturan yang ada. Wah, usulan beliau bisa saja nih menjadi ide yang moncer untuk memperbaiki birokrasi yang panjang.

Rencananya, bakal ada sekitar 82 undang-undang (UU) yang bakal direvisi lho. Bila usulan yang akan dituangkan dalam bentuk omnibus law benar dapat diwujudkan, bukan tidak mungkin nih aturan besar ini akan menjadi warisan (legacy) dari Pak Jokowi bagi Indonesia di masa mendatang.

Usulan ini ingin segera dilaksanakan oleh Pak Jokowi. Oleh sebab itu, beliau berupaya berkomunikasi dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani supaya rangkaian aturan itu segera diloloskan – setidaknya dalam tiga bulan, di antaranya adalah UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM.

Tapi, kayaknya agak susah juga nih buat memenuhi permintaan Pak Jokowi. Pasalnya nih, kalau kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, banyak anggota parlemen belum memahami betul konsep dan apa itu omnibus law­. Sebagian masih melihat itu sebagai pembuatan aturan baru.

Waduh, bagaimana bisa cepat selesai nih kalau orang-orang yang turut bertugas membuat peraturan perundang-undangan justru belum sepenuhnya paham sama omnibus law?

Uniknya lagi nih, kalau kata Mbak Puan, omnibus law nggak cuma jadi warisan pemerintahan Jokowi nih, tapi juga jadi warisan bersama, termasuk legacy dari DPR. Beliau bilang kalau UU yang dibuatnya bersama pemerintah ini akan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Waduh, memangnya yang mengusulkan omnibus law siapa? Bukannya ide awalnya dari pemerintahan Jokowi ya?

Ya, memang sih, DPR pasti ikut andil dalam membuat dan mengesahkan berbagai UU omnibus law tersebut. Tapi, ya kalau belum sepenuhnya paham konsepnya, bagaimana bisa membuat warisan yang berdampak luas?

By the way, banyak lho aturan lama yang bakal kena revisi, yakni 82 UU. Hmm, kira-kira bisa nggak ya selesai dalam tiga bulan? Apalagi, DPR bakal segera reses akhir tahun nih di penghujung tahun 2019.

Ya, dengan deadline yang sudah ditentukan, semoga saja anggota-anggota DPR bisa ngejalanin sistem kebut semalam (SKS) agar cepat dapat terwujudkan. Apalagi, banyak pihak menilai Indonesia diprediksi akan melalui situasi ekonomi dan investasi yang semakin suram. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Hotel Sultan dan Mesin Uang Soeharto
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?