HomeCelotehPrakerja Bikin Kongsi Jokowi Pecah?

Prakerja Bikin Kongsi Jokowi Pecah?

“Pemimpin yang enggan berbagi sama saja ingin menang sendiri. Bila egoisme tak diakhiri, pasti ditutup dengan pecah kongsi” – Najwa Shihab, jurnalis asal Indonesia.


PinterPolitik.com

Koalisi pengusung Presiden Joko Widodo (Jokowi pecah kongsi soal Prakerja? Kalau kata banyak media sih iya. Duh, sayang sekali dong. Padahal, baru saja keliatan mesranya di pembagian kursi, lha kok sekarang pecah kongsi.

Apa pun yang terjadi di Istana, kita yang di luar memang kurang bisa memahami. Namun, yang pasti bisa kecium kok baunya.

Coba disimak omongannya si ngegas, Arteria Dahlan yang merupakan anggota DPR F-PDIP ini, “Bagaimana bisa terjadi? Bagaimana strategi pengawasannya? Tidak cukup dengan mundur pak. Siapa terlibat harus diusut. ‎Kita minta tolong ketua mainkan ini.”

Atau, dari Anggota Fraksi Gerindra deh yang diwakili sama Pak Habiburrokhman, “Ada aspek yang harus bapak awasi dalam konteks tipikor, terutama proses pengadaan jasa pelatihan.”

Bahkan, lebih lanjut, partai koalisi terutama NasDem meminta agar KPK mengusut dana ini. Mungkin ‘hampir semua’ partai koalisi mengkritik, sebab Golkar adalah pengecualian, cuy.

Kenapa hayoo? Coba tebak, gengs. Kalau bisa nanti dikasih permen Alpenliebe yang ada stick-nya deh. Hehehe.

Ngomong-ngomong nih, beda lumbung beda isi memang ya, cuy. Lewat Ketua DPP-nya, yaitu Ace Hasan Syadzily, Golkar mengatakan kalau sebenarnya Kartu Prakerja ini bukan hal yang baru, soalnya memang bawaan dari orok alias kampanye dulu.

- Advertisement -

Coba nih simak perkataan Ace Hasan, “Jadi saya sangat heran jika ada pihak-pihak yang mempersoalkan keberadaan Kartu Prakerja ini dan seakan-akan kartu ini dinilai sebagai program yang tiba-tiba.” Hadeuhh, Pak Ace, yang mempersoalkan ini termasuk juga kolega sesama pengusung Pak Jokowi, kelleus.

Lagian, sebenarnya, partai yang mengkritisi Prakerja kan gak menolak, tapi lebih kepada kenapa sih harus dilaksanakan ketika Covid-19 – atau kenapa kok banyak masalah teknis yang muncul.. Ini bukan soal kebutuhan mendesak untuk mencerdaskan kehidupan bangsa lho, ya, melainkan lebih kepada agar kebijakan pemerintah ini melek situasi dan suasana.

Yaelah, itu uang Rp 5,6 triliun dibuat dana soal Covid-19 kan lebih berguna kan, cuy. Jadi berhati-hatilah dalam membuat pernyataan. Kenapa harus berhati-hati? Sebab, selain itu bikin puasamu semakin dahaga, ini bulan Ramadan lho. Kita harus jaga nafsu. Hehehe.

Kalau kalian tahu, masyarakat ini sebenarnya lebih senang program tatap muka langsung. Itu faktanya.

Jangan-jangan, Golkar ini berkicau terus sebab memang lagi butuh lumbung finansial, secara para pengusaha kan banyak tuh di dalam partai ini. Upsss, keceplosan.

Tapi memang benar, kan. Seorang penulis buku tentang kepemimpinan politik, Alfan Alfian (2009), juga mengakui kalau ada semacam saudagar politik dalam tubuh Golkar, dan itu lho sebenarnya buat ngerespons Akbar Tanjung, sesepuh Golkar yang juga mengakui ada model kepemimpinan transaksional dalam suatu organisasi atau partai.

Nah, apakah yang dimaskud Akbar Tanjung adalah partainya sendiri? Kayaknya sih iya. Pasalnya, kan memang nyata begitu kondisinya. Coba lihat saja, betapa banyaknya pengusaha di dalamnya.

- Advertisement -

Gak usah repot-repot nyari sampai buka buku deh kalau cuma pengen tahu siapa pengusaha di partai yang sempat mau dirobohin kala masuk era Reformasi. Kalian bisa lihat jejaknya Airlangga Hartarto saja. Maka, kalian akan menemukan kebenaran di balik slogan, “Golkar juga merupakan pundi-pundi modal.” Upsss. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Tradisi Politik Baru ala Jokowi?
spot_img

#Trending Article

Mampukah Gus Yahya “Jatuhkan” Cak Imin?

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, untuk pertama kalinya dalam sejarah terjadi hubungan yang tidak mesra antara PKB dengan PBNU. Jika ketegangan terus...

Jokowi Dijutekin Biden?

Ketika mendarat di Washington DC, Amerika Serikat (AS), tidak ada pejabat tinggi AS yang menyambut Presiden Jokowi. Mungkinkah sang RI-1 tengah tidak dihiraukan atau...

Berani Ganjar Tinggalkan PDIP?

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo tidak diundang dalam halal bihalal PDIP Jateng. Apakah PDIP sudah tidak memperhitungkan Ganjar? Apakah Ganjar harus meninggalkan PDIP? PinterPolitik.com Bagi...

Mengapa Jokowi Merasa Kesepian?

Rocky Gerung menyebut batin Jokowi kini tengah kesepian kala momen Hari Raya Idulfitri 1443H. Mengapa Jokowi merasa kesepian?

Jokowi Sudah Selesai?

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana mulai mengemas barang-barangnya di Istana untuk dikirim ke Solo, Jawa Tengah. Apakah ini pesan kekuasaan RI-1 sudah selesai secara...

Megawati sang Profesor

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of The Arts (SIA), Korea Selatan. Apakah ini menunjukkan Megawati seorang politisi...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Kenapa Megawati Singgung BTS?

Ketika menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA) Korea Selatan (Korsel), Megawati Soekarnoputri menyebut tidak ingin kalah dari cucunya yang...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...