HomeCelotehPrabowo ‘Lupakan’ Habib Rizieq?

Prabowo ‘Lupakan’ Habib Rizieq?

Kecil Besar

“For everything you’ve done to me. All the times you’ve made me feel useless and small. For all the times I will never forget. For all the things I can never forgive. All the memories…” – Harley Quinn, Gotham City Sirens, Vol. 1 #21


PinterPolitik.com

Momen yang ditunggu-tunggu oleh sejumlah orang tampaknya telah datang. Kabarnya, Imam Besar Habib Rizieq Shihab telah tiba di Jakarta, Indonesia, setelah bertahun-tahun sebelumnya menetap di Arab Saudi.

Kedatangan yang sangat ditunggu-tunggu ini terlihat dari bagaimana banyaknya warga yang hadir untuk menjemput pemimpin Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 tersebut. Bahkan, suasana riuh disebut terjadi guna berlomba-lomba untuk mencium tangan sang Habib.

Selain FPI dan PA 212 sendiri, sejumlah aktor politik Tanah Air turut mengomentari dan menanggapi kepulangan Rizieq ini. Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok yang dikenal kerap berseberangan dengan sang Habib, misalnya, mengucapkan selamat datang di Indonesia.

Tidak hanya Ahok, sambut ramah juga tampak terpancar dari salah satu partai politik yang baru saja dideklarasikan, yakni Masyumi Reborn. Tak tanggung-tanggung, partai politik baru itu langsung mengajak Habib Rizieq untuk bergabung dengan mereka.

Namun, sambut ria kepulangan Rizieq ini tampaknya sedikit terasa kurang lengkap. Soalnya nih, Prabowo Subianto dan Partai Gerindra yang dulu didukung oleh Habib Rizieq dan kelompok-kelompoknya disebut sedikit bersuara terkait kepulangan ini.

Sontak saja, sejumlah warganet pun mempertanyakan janji dan kesepakatan yang dulu dibuat oleh Prabowo yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan). Kalau diingat-ingat kembali, Ketum Gerindra tersebut pernah berjanji kala Ijtima Ulama II untuk menjemput Habib Rizieq – bahkan bersedia untuk mengirimkan pesawat.

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Namun, ternyata, ketika Habib Rizieq tiba di Jakarta, batang hidung Prabowo pun tidak terlihat. Alasannya sih karena Gerindra dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) tidak memperbolehkan adanya kegiatan-kegiatan yang melibatkan kerumunan massa demi menjalankan protokol kesehatan pandemi Covid-19.

Ya, terlepas dari benar atau tidaknya alasan tersebut, sebagian masyarakat dan pengamat politik sudah menilai kalau Pak Prabowo dan Gerindra  kini telah melupakan Habib Rizieq beserta kelompok-kelompoknya. Asumsi ini sempat dilontarkan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah.

Menurut Dedi, Prabowo dan Gerindra yang diuntungkan secara elektoral oleh Habib Rizieq dinilai tidak berbuat apa-apa. Asumsi ini didukung oleh fakta bahwa Prabowo kini telah bergabung dengan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) – disebut membuat FPI dan PA 212 kecewa dan “sakit hati”.

Wah, mungkin nih, PA 212 dan FPI ini mirip-mirip ya dengan Harley Quinn di film Harley Quinn: Birds of Prey (2020). Di film yang mendorong empowerment perempuan itu, Quinn diputuskan oleh kekasihnya, Joker.

Alhasil, Quinn pun sedih dan kecewa. Meski begitu, anti-heroine dalam Komik DC ini dapat bangkit kembali dan melepaskan identitas dirinya dari belenggu pengaruh Joker lho – khususnya di dunia kriminal.

Hmm, mungkin, kembalinya Habib Rizieq ke Tanah Air ini bisa jadi comeback untuk FPI dan PA 212 yang sebelumnya dikecewakan oleh Prabowo nih – seperti Harley Quinn oleh Joker. Apa jangan-jangan Habib Rizieq bisa saja bangkit kembali dan menunjukkan jati diri sebenarnya layaknya Quinn di film Birds of Prey (2020)ya?

Apalagi nih, mulai banyak aktor politik lainnya yang kepincut nih dengan pengaruh besar Habib Rizieq, misalnya Masyumi Reborn. Ya, bagaimana pun juga, masih ada aral melintang – seperti kasus-kasus hukum yang belum selesai – sih yang bisa aja menghambat Habib Rizieq. Mari kita amati sajalah momen kembalinya sang Habib ini. (A43)

Baca juga :  Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?