HomeCelotehPartai Komunis Tiongkok Buat Golkar Bergairah?

Partai Komunis Tiongkok Buat Golkar Bergairah?

Kecil Besar

“Partai Golkar sendiri sudah mempunyai MoU dengan Partai China dan tentunya berikutnya rencana aksi dari berbagai kegiatan yang terkait dengan pengembangan SDM akan terus dilakukan,” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar


PinterPolitik.com

Beberapa hari lalu, muncul berita yang mencuri perhatian, yakni pertemuan antara Partai Golkar dengan delegasi Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Jakarta.

Kedua partai tersebut sepakat membangun kerja sama dalam pertukaran dan pengenalan budaya, pendidikan, dan peningkatan kualitas SDM.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan pertemuan Golkar dan PKT bertujuan untuk membahas kelanjutan kerja sama kedua belah pihak soal pendidikan politik dan pengembangan sumber daya manusia.

Usut punya usut, rupanya pertemuan ini hanya melanjutkan kerja sama yang rupanya sudah lama dijalin loh.

Bahkan, dalam pertemuan sebelumnya, Airlangga sempat berdiskusi langsung dengan Kepala Politbiro Hubungan Internasional Partai Komunis China (ID CPC), Song Tao.

Di era kepemimpinan Golkar sebelumnya, Ketua Umum Golkar Setya Novanto juga melakukan pertemuan dengan PKT, yang digelar di Yuzhou Guesthouse, Chongqing City, Tiongkok.

Anyway, mesra sekali ya kedua partai ini dalam menjalin hubungan kepartaian. Tentunya hal ini akan memunculkan pertanyaan, adakah agenda politik di balik kemesraan Golkar dengan PKT?

Nah, untuk menjawab hal tersebut, kita dapat merujuk pada kesamaan kedua partai ini. Jika kita amati, sebenarnya Golkar dan PKT mempunyai kesamaan loh.

image 16
Golkar: Ganjar Tidak Kami Ambil

Coba tengok ke belakang, Golkar di era Orde Baru sangat mirip dengan PKT di era sekarang. Ya, mereka sama-sama pemenang single majority (mayoritas tunggal) dalam kontestasi politik.

Sebagai penguasa tunggal, Golar bebas berkreasi dalam banyak bidang semata-mata untuk mensejahterakan rakyat. Bahkan Golkar tidak hanya hadir di tingkat medium dalam masyarakat, bahkan juga ke dalam tiap keluarga.

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Hal yang sama juga terjadi pada PKT. Partai yang ikut mendirikan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada 1 Oktober 1949 itu memegang kendali penuh atas negara, termasuk dari pemerintah, polisi, dan militer.

Selain itu, PKT juga memegang kendali atas media dan internet demi menghindari perbedaan pendapat dalam masyarakat. Hmm, sejahtera sih, tapi kan jadi enggak bebas dong masyarakatnya.

Terlepas dari perdebatan apakah lebih baik memilih kesejahteraan atau memilih kebebasan, saat ini nostalgia terkait era Orde Baru yang menawarkan kesejahteraan rupanya menjadi narasi politik yang cukup diminati.

Pada saat yang bersamaan, Golkar dapat mengambil keuntungan dari stigma yang saat ini berkembang, yakni masyarakat yang mulai menganggap era Reformasi telah gagal memperbaiki keadaan ekonomi.

Sebagai contoh, bermunculan slogan “Piye kabare le? Penak jamanku, to?” dapat ditafsirkan sebagai protes sosial, karena kondisi ekonomi semakin sulit.

Nah, bertemunya Golkar dengan PKT bisa jadi akan bernostalgia kalau dulu pernah berkuasa, sehingga memicu semangat Golkar untuk berkuasa kembali.

Toh, sekarang Golkar kan bukan lagi partai nasionalis, tapi juga partai berbasis religius. Kok bisa?

Buktinya, Golkar sedang mempraktekkan hadits yang berbunyi, “Uthlubul ilma walaw bishshiin”. Artinya, “Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Tiongkok”. Hehehe. (I76)


Kelas Revolusi Baru, Jalan Nadiem Menuju Pilpres
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Puji Jokowi Untuk si Pembenci

"Ya saya kira sangat bagus. Karena beliau seorang tokoh politik yang berpengalaman. Leadership dan rekam jejak beliau, saya kira tidak diragukan lagi. Sangat bagus...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

More Stories

Ganjar Punya Pasukan Spartan?

“Kenapa nama Spartan? Kita pakai karena kata Spartan lebih bertenaga daripada relawan, tak kenal henti pada loyalitas pada kesetiaan, yakin penuh percaya diri,” –...

Eks-Gerindra Pakai Siasat Mourinho?

“Nah, apa jadinya kalau Gerindra masuk sebagai penentu kebijakan. Sedang jiwa saya yang bagian dari masyarakat selalu bersuara apa yang jadi masalah di masyarakat,”...

PDIP Setengah Hati Maafkan PSI?

“Sudah pasti diterima karena kita sebagai sesama anak bangsa tentu latihan pertama, berterima kasih, latihan kedua, meminta maaf. Kalau itu dilaksanakan, ya pasti oke,”...