Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Ngabalin: Politisi Nggak Boleh Baper!

Ngabalin: Politisi Nggak Boleh Baper!


F41 - Wednesday, August 29, 2018 18:34
Ali Mochtar Ngabalin. (Foto Dawinusa.com)

0 min read

"Jangan berprasangka buruk pada orang lain agar Anda terhindar dari prasangka buruk orang lain." ~Abraham Lincoln






PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]elalu ada yang patut disalahkan atas kejadian apapun yang dirasa tak enak di hati. Nah, politisi itu pintar sekali memainkan permainan salah-salahan, tapi maunya selalu ditempatkan sebagai korban, soalnya kalau jadi tersangkanya berat, elektabilitas bisa terancam, terus kesempatan untuk berkuasa menyusut deh. Ckckck.

Kayak yang lagi terjadi sekarang ini nih, semua pada ribut soal sikap aparat kepada gerakan #2019GantiPresiden. Banyak politisi yang merasa jadi korban kezaliman, merasa dipersekusi, merasa dibungkam, dan akhirnya menunjuk-nunjuk rezim sebagai biang kerok. Mereka sibuk bermain salah-salahan, sambil tutup mata kalau rakyat di bawah menjadi teradu. Bamm! Mereka saling jotos dan saling usir. Tega banget sihhh.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin meminta pembubaran gerakan #2019GantiPresiden oleh aparat tidak dikait-kaitkan dengan sosok Presiden Joko Widodo. Dia meminta agar para oposisi tidak sedikit-sedikit nyalahin pemerintah.

Eh, tunggu dulu deh. Bukannya waktu itu Pak Ngabalin pernah mengatakan kalau aksi #2019GantiPresiden merupakan gerakan makar ya? Sampe ditanggepin juga loh sama Papa Fahri Hamzah. Masa sekarang jadi merasa nggak campur tangan? Padahal kemarin keliatan gerah banget lho. Hayooo...

[bctt tweet="Masa politisi nggak boleh bawa perasaan? Terus mau mencintai rakyat pake apa dong, Pak Ngabalin?" username="pinterpolitik"]

Hmm, ku juga jadi penasaran, kok yang keliatan suka ngomel soal gerakan ini malah politisi. Katanya gerakan rakyat. Ini malah jadi kayak politisi ribut sama rakyat. Atau keributan antara politisi dengan preman yang dibayar pemerintah? Hehehe, kalau disuruh jawab pasti mulai saling menyalahkan lagi deh.

Ngabalin menegaskan agar para oposisi untuk tidak 'baper' (bawa perasaan). Menurutnya politikus nggak boleh baper.

Ish...ish... masa politikus nggak boleh pake perasaan sih Pak. Terus gimana bisa mencintai rakyatnya dong?

Hufft, sejak dilahirkan ku tidak pernah membayangkan kalau menjadi rakyat biasa bisa se-melelahkan ini. Iya, gimana nggak capek, wong para elite negerinya pada sibuk bertikai, pada sibuk kampanye, ketimbang ngurusin rakyat. Makannya itu, rakyat selalu merasa kurang kasih sayang menjelang pemilu, tapi harus ikhlas hak suaranya diperas. Ckckckck. (E36)

Berita Terkait