HomeCelotehMungkinkah Prabowo “Takut” Megawati?

Mungkinkah Prabowo “Takut” Megawati?

Kecil Besar

Gerindra menjadi salah satu partai politik (parpol) yang cukup lambat dalam menyatakan sikap terkait wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Mungkinkah ini karena Ketua Umum (Ketum) Gerindra Prabowo Subianto “takut” pada Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri?


PinterPolitik.com

Bagi kalian yang suka nonton series atau film yang kental akan politik, Game of Thrones (GoT) (2011-2019) pasti bukanlah judul yang asing lagi. Dalam seri satu ini, kita ditunjukkan bagaimana berbagai manuver dapat dilakukan oleh aktor-aktor politik guna meraih kepentingannya.

Kekuasaan yang diperebutkan oleh banyak keluarga bangsawan – mulai dari House Lannister, House Stark, House Baratheon, hingga House Targaryen – tersebut dikenal sebagai Iron Throne. Nah, berbagai upaya dilakukan tuh untuk menjaga hingga memperebutkan kursi takhta tersebut.

Nah, mungkin, perebutan takhta model GoT ini juga terjadi nih di Indonesia. Apalagi nih, sepertinya, udah ada banyak aktor politik yang mulai bersiap-siap nih – mengingat sang petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi) nggak bakal bisa maju lagi.

Berbagai upaya ini mulai terlihat nih dari bagaimana mulai munculnya wacana agar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada tahun 2022 dan 2023 digabung dengan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Dengar-dengar, ini jadi salah satu cara buat ngejegal salah satu calon presiden (capres) potensial nih, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang masa jabatannya akan habis pada tahun 2022 nanti lhoWaduh.

Alhasil, mulai tuh masing-masing partai menunjukkan sikapnya. Partai politik (parpol) seperti PDIP, PKB, dan PPP mendukung agar Pilkada 2022-2023 dilaksanakan serentak pada tahun 2024. Di sisi lain, parpol seperti PKS, Nasdem, hingga Demokrat menunjukkan ketidaksepakatannya.

Baca Juga: Menguak Strategi Duo Luhut-Prabowo

Baca juga :  Iron Cage Menteri PU
Revisi UU Pemilu Gambaran Poros 2024

Di tengah para parpol yang ramai menunjukkan sikapnya, ada partai yang lumayan lama nih buat menyatakan kesepakatan atau ketidaksetujuannya nih, yakni Gerindra. Sejumlah pengamat politik akhirnya ikut meraba-raba nih mengapa partai yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto ini lambat dalam menentukan sikap.

Salah satunya adalah Adi Prayitno, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kata Pak Adi ini, Gerindra ini tidak berani punya sikap yang berbeda dengan PDIP lho. Apa yang dibilang Pak Adi ini bisa aja benar tuh. Pasalnya, Gerindra akhirnya menyatakan bahwa partainya mendukung agar Pilkada Serentak dilaksanakan pada tahun 2024 lho.

Waduh, apa benar nih kalau Pak Prabowo takut dengan Bu Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri? Dengar-dengar nih, Gerindra dan PDIP ini lagi memiliki hubungan yang sangat dekat lho. Sampai-sampai, ada rumor bahwa kedua parpol ini akan berkoalisi pada tahun 2024.

Hmm, mungkin, Pak Prabowo ingin tetap menjaga hubungan baik ini. Pak Menhan sendiri kan disebut-sebut punya peluang besar tuh buat maju lagi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Hehe.

Ya, terlepas dari itu, Pak Prabowo dan Bu Mega ini kayak-nya perlu berhati-hati nih. Soalnya nih, kedua partai ini lagi disoroti tuh karena sejumlah kasus korupsi yang melibatkan kader-kadernya, seperti mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (Men-KP) Edhy Prabowo dan mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara. Ya, kita nantikan sajalah kelanjutan hubungan mutual ala Pak Prabowo dan Bu Mega ini. (A43)

Baca Juga: Megawati Perlu Rebranding PDIP


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  The One-Man Band
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

PSI, dari Achilles ke Batman

“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Sandi Galau Jokowi Makin Sakti

“Berikan tubuhmu sebanyak mungkin nutrisi supaya kuat, sehat dan bertenaga. Jika tubuh sudah kuat, sehat dan bertenaga, maka silahkan lanjutkan perlawanannya.” PinterPolitk.com Sandiaga Salahuddin Uno menyambut...

Pemimpin Idaman Versi Jokowi-Sandi

"Cita-cita demokrasi kita lebih luas, tidak saja demokrasi politik, melainkan juga demokrasi ekonomi. ~Bung Hatta PinterPolitik.com Dalam acara deklarasi dukungan dari alumni sejumlah kampus beberapa waktu...

Esemka, Mobil Dinas Baru Jokowi?

“Karakter bukan diajarkan lewat teori dan wejangan. Karakter diajarkan pakai teladan, dengan contoh nyata”. – Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta PinterPolitik.com Ada waktu untuk tertawa, ada...

Masa Suram Budiman Sudjatmiko dkk.

“Orang tua, pandanglah kami sebagai manusia. Kami bertanya, tolong kau jawab dengan cinta,” – Iwan Fals, Bongkar Pinterpolitik.com Mahasiswa bergerak. Ribuan mahasiswa  di seluruh penjuru negeri...

Anas Urbaningrum Segera Tantang SBY?

Baliho Anas Urbaningrum tiba-tiba terpasang di dekat Cikeas. Apakah mungkin Anas segera tantang SBY selepas bebas dari penjara?

More Stories

Fathimah Azzahra dan Warisan STOVIA

Seorang mahasiswi kedokteran memukau publik di panggung debat nasional. Mengapa cara bicaranya yang tenang justru terasa begitu radikal? 

Inul, Naykilla, dan Kebangkitan ‘Centil-isme’

Dari gaya dan goyang yang dulu dicekal, "centil" kini jadi identitas yang dirayakan. Apa yang sebenarnya sedang naik?

‘Teach You a Lesson’: Fantasi Indonesia?

Serial Korea soal negara yang mengirim inspektur ke sekolah jadi sorotan. Mungkinkah fantasi itu yang sebenarnya dibutuhkan guru Indonesia?