HomeCelotehMisteri Pesan Whatsapp Denny JA

Misteri Pesan Whatsapp Denny JA

Kecil Besar

“Kala cinta berlabuh di dermaga, kutelusuri karang terjal berliku,” – Nicky Astria, Misteri Cinta


PinterPolitik.com

Males banget gak sih kalau chat Whatsapp kita sampai bocor? Niatnya buat konsumsi pribadi aja, eh ternyata malah jadi bahan omongan publik. Mending kalau isinya cuma obrolan biasa, nah kalau isinya sesuatu yang sensitif? Beuh, bisa bikin heboh.

Nah, kondisi semacam ini sepertinya tengah terjadi dalam kasus bocornya pesan Whatsapp  yang diduga atau dituduh berasal dari Denny JA yang terkenal dengan lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Bukan main-main, isi dari dugaan pesan yang bocor ini adalah Pak Denny meminta jabatan komisaris Inalum kepada Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Wow!

Sekali lagi ya, itu kan kabarnya belum pasti, hanya sesuatu yang terlanjur jadi bahan berita media. Pak Luhut sendiri sepertinya enggan menanggapi isu ini. Mantan Menkopolhukam ini cuma bilang kalau yang minta jabatan itu banyak.

Terus gimana dengan Pak Denny sendiri? Sosok yang juga dikenal dengan puisi esainya ini bilang kalau beredarnya pesan itu hanya gosip semata. Di luar itu, dia juga bilang, kalaupun itu benar, emangnya salah ya kalau dia meminta jabatan ke Pak Jokowi?

Pak Denny kemudian menyoroti perannya dalam memenangkan Pak Jokowi selama dua periode berturut-turut. Ia bilang kalau di sana itu gak ada pelanggaran hukum atau skandal. Terus ia juga mempertanyakan bukannya bagus-bagus saja melakukan lobi.

Hmmm, mungkin Pak Denny ini ada benarnya juga. Memang sudah praktik lazim di belahan bumi manapun, sosok yang berjasa memberi kemenangan ke suatu kandidat akan diberi jabatan. Dalam konteks Indonesia, jabatan ini terkadang berbentuk posisi pimpinan di perusahaan pelat merah.

Meski demikian, pernyataan-pernyataan ini seperti mempertegas anggapan umum kalau lembaga survei ini kerap merangkap jadi konsultan politik. Banyak orang suka mempertanyakan netralitas lembaga survei karena posisi mereka yang juga kerap jadi konsultan.

Nah, berdasarkan hal tersebut, Pak Denny sendiri kan sudah mengakui kalau dia ikut memenangkan Pak Jokowi, jadinya gimana ya survei yang dibikin oleh LSI di masa Pilpres 2019 lalu? Mungkin aja jadi ada yang mengaitkan misteri Whatsapp Pak Denny soal jabatan ini dengan posisinya sebagai penyurvei dan konsultan pas Pilpres lalu.

Tapi ya sekali lagi, itu semua hanya sekadar misteri. Kan udah dibilang juga sama Pak Denny kalau itu tuh hanya gosip. Kita tunggu aja nih nantinya misteri ini bakalan terkuak atau hanya jadi isu yang berlalu begitu aja. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...