Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Mengintip Ruang Kerja Nadiem


A43 - Thursday, September 16, 2021 6:00
Nadiem Makarim kala masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) berbicara mengenai program Merdeka Belajar di Gedung Kemdikbud, Jakarta, pada Januari 2020 silam. (Foto: Antara)

0 min read

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim disebut akan memiliki ruang kerja baru dengan rencana renovasi yang bakal dilakukan terhadap sejumlah ruangan di kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).


PinterPolitik.com

Untuk Jo Ko-wi,

Aku mengirim surat ini hendak mengabarkan soal bagaimana suasana kerjaku selama menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) – dan sekarang sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek). Mungkin, aku ingin sedikit menjelaskan suka dan dukaku – seperti yang biasa orang lakukan ketika bertemu Jo Ko-wi kala blusukan.

Ketika kubangun setiap paginya, aku bersemangat untuk menciptakan inspirasi dan kebijakan untuk siswa-siswi hingga mahasiswa/i Indonesia tercinta. Mimpiku sama seperti Ko-wi, yakni untuk menciptakan sumber daya yang mumpuni agar terwujud sebuah link-and-match – bukan hanya match lantas berujung ghosting.

Namun, semua itu ternyata tidak mudah untuk diwujudkan. Mimpiku untuk menjadi seperti Han Ji-pyeong yang bisa mencetak start-up baru dengan Sandbox, misalnya, harus menemui banyak hambatan ketika Kemdikbudristek mengadakan sejumlah mata kuliah start-up di sejumlah kampus – salah satunya adalah karena pandemi.

Belum lagi, aku harus menghadapi suasana kerja yang tidak nyaman. Betapa tidak, kerap kebijakan-kebijakan yang disusun olehku harus bocor ke luar – entah siapa yang membocorkan.

Baca Juga: Mas Nadiem Kuat Bekingan?

Nadiem Nginap di Rumah Guru

Draf susunan kurikulum hingga draf peraturan pemerintah (PP) adalah beberapa rencana kebijakan yang sempat leaked ke publik. Bahkan, ada juga sejumlah kebocoran yang harus menyeret drama dengan sejumlah organisasi besar, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Ya, seandainya saja ruang kerja Kemdikbudristek bisa secanggih ruang-ruang kerja bak milik Tony Stark yang dilengkapi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) yang bernama Jarvis – atau juga seperti tempat tinggal Ji-pyeong yang pun disertai AI, pasti kebocoran informasi seperti ini bisa dicegah dan dilacak.

Maka dari itu, menjadi masuk akal kalau misalnya Kemdikbudristek dapat merombak dan merenovasi total ruang-ruang kerjanya – ya setidaknya ruangan-ruangan yang berada di lantai 2 Gedung A, di mana bakal menjadi ruang kerja Mendikbudristek dan sejumlah petinggi lainnya. Paling tidak, biayanya bakal memakan sekitar Rp 5 miliar.

Aku tahu kalau masih banyak siswa-siswi di luar sana kesulitan untuk mendapatkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang laik. Namun, aku sadar kalau workplace-ku yang toxic bisa juga memengaruhi kinerjaku.

Kuharap, Pak Ko-wi bisa mendengarkanku. Demikian maksud suratku untuk Ko-wi. Terima kasih atas sejuta kesempatan yang kau berikan.

Dari Na Diem-san.

(A43)


Baca Juga: Mas Nadiem Close The Door

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait