HomeCelotehMengapa Indonesia Tak Putuskan Lockdown?

Mengapa Indonesia Tak Putuskan Lockdown?

Kecil Besar

“Korea Selatan sendiri setelah memutuskan lockdown kasusnya tidak terkendali. Ingat kita tidak akan menutup suatu daerah dan membiarkan daerah itu penularan sampai habis”. – Achmad Yurianto, Jubir Pemerintah untuk penanganan corona


PinterPolitik.com

Meningkatnya jumlah pasien yang positif tertular virus corona alias Covid-19 beberapa hari terakhir ini, memang membuat tingkat kewaspadaan masyarakat bertambah.

Presiden Jokowi misalnya telah menginstruksikan agar masyarakat melakukan pekerjaan, aktivitas belajar dan ibadah di rumah masing-masing.

Hal serupa juga disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meminta masyarakat untuk melakukan social distancing alias menjaga jarak interaksi dengan siapa pun.

Tujuannya adalah memperlambat penyebaran virus corona dan mengurangi risiko angka kematian yang mungkin disebabkan oleh virus ini. Dalam arahan yang diberikan Anies lewat media sosial, masyarakat juga disarankan untuk menghindari kerumunan, selalu menjaga kebersihan, dan membatasi aktivitas di luar rumah.

Tapi nih, banyak juga perdebatan yang kemudian muncul, salah satunya terkait mengapa pemerintahan Pak Jokowi enggak menetapkan status lockdown.

Buat yang belum tahu, lockdown adalah semacam protokol yang umumnya diterapkan oleh otoritas – baik suatu negara maupun wilayah tertentu – untuk mencegah arus orang atau informasi dari dan ke sebuah wilayah atau negara tertentu.

Beberapa negara emang sudah menetapkan status ini akibat virus corona. Italia misalnya, telah menerapkan kebijakan karantina nasional. Perdana Menteri Giuseppe Conte telah me-lockdown sekitar 60 juta penduduknya yang tersebar di beberapa provinsi demi mengurangi penyebaran virus tersebut.

Nah, kebijakan inilah yang oleh beberapa pihak diminta untuk juga diterapkan oleh Indonesia. Apalagi, kasus positif virus corona di Indonesia telah mencapai 117 pasien dan diprediksi akan terus bertambah dalam beberapa waktu ke depan.

Pemerintah sendiri beralasan lockdown belum diperlukan karena justru bisa berakibat sebaliknya. Selain itu, akan ada banyak aspek yang terdampak.

Sebenarnya sih, Indonesia udah terdampak banget loh akibat virus corona ini. Pasar saham misalnya, anjlok secara drastis. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga terus meroket. Artinya, secara ekonomi memang dampaknya sudah terasa.

Dengan pertimbangan yang masih belum jelas, jangan sampai publik malah menilai pemerintah nggak tegas dalam bikin kebijakan.

Jangankan soal lockdown, ada kasus pegawai Telkom yang meninggal di Cianjur, Jawa Barat, awalnya disebut negatif virus corona oleh pemerintah. Eh, nggak taunya diubah lagi pernyataannya dan bilang bahwa yang bersangkutan positif corona.

Artinya, dalam situasi yang sulit dan boleh jadi makin mencekam kayak gini, pemerintah sedang diuji kemampuannya apakah bisa menjaga kepercayaan publik alias public trust atau tidak.

Soalnya, kalau berkaca dari pemikiran Konfusius, bagi sebuah negara, kepercayaan publik lebih penting dari tentara dan makanan. Jika tak ada kepercayaan, hanya akan ada kekacauan. (S13)

► Ingin lihat video-video menarik? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.