HomeCelotehMenanti Jokowi di Podcast Deddy Corbuzier

Menanti Jokowi di Podcast Deddy Corbuzier

Kecil Besar

“Success requires no explanation. Failure permits no excuses” – Napoleon Hill, penulis asal Amerika Serikat (AS)


PinterPolitik.com

Revolusi industri 4.0 telah memunculkan banyak pekerjaan yang berbasis digital. Salah satunya ya podcast. Bahkan nih, kalau kalian mengamati, penonton YouTube tuh ternyata lebih banyak daripada penonton televisi. Ini survei lhocuy, jadi bisa dipertanggungjawabkan.

Saking melejitnya YouTube, seorang magician yang diketahui banting setir menjadi host langsung membuat akun podcast YouTube karena mungkin lebih menjual – dan bermanfaat tentunya. Adalah Deddy Corbuzier, seorang YouTuber yang mendapat banyak apresiasi dari para netizen sekalian karena dalam channel YouTube-nya mampu mengundang tokoh-tokoh besar.

Bahkan nih, artis imajiner luar negeri pun diwawancarai habis-habisan oleh Om Deddy. Kalian tahu siapa? Yaps, Fizi dari Upin dan Ipin yang akhirnya memberikan klarifikasi. Hehe.

Kembali ke pembahasan, cuy. Jadi, intinya Om Deddy ini menjadi salah satu YouTuber yang diperhitungkan di tanah air. Kalian kalau nggak percaya coba menuju akun doi langsung deh. Lihat tuh berapa banyak pejabat yang sudah berhasil dia korek.

Kerennya lagi, para pejabat didatangkan oleh Om Deddy pada memberi penjelasan terkait suatu permasalahan yang sedang melanda negeri, seperti Siti Fadilah Supari, Fahri Hamzah, Airlangga Hartarto, Mahfud MD, Moeldoko, dan Edhy Prabowo. Saingannya Mata Najwa deh pokoknya Om Deddy nihUpps.

Baru-baru ini, Om Deddy mengundang dua pejabat menteri untuk memberi klarifikasi dan penjelasan terkait Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) atau omnibus law. Apalagi, situasi publik lagi nggak menentu akibat isu-isu yang berseliweran soal omnibus law tersebut. Menteri yang datang pertama kali datang adalah Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah dan selanjutnya diikuti oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Dr. Sofyan A. Djalil.

Baca juga :  Gibran "Ban Serep" yang Ngarep?

Dalam kesempatan itu, Om Deddy membahas banyak hal – atau lebih tepatnya meluruskan isu kali, cuy. Dan, ternyata, apa yang disampaikan Bu Ida pun Pak Sofyan tuh membuat publik berdecap, “Oh, jadi begitu toh cerita yang sebenarnya di balik EUU Ciptaker.”

Artinya, Om Deddy berhasil berperan sebagai wadah antara pejabat dengan netizen. Isu-isu yang berkembang di masyarakat ia inventarisasi, kemudian ditanyakan kepada para menteri. Lalu, para menteri menjawab dengan keterangan yang lebih terbuka.

Nah, sekarang begini, para menteri kan sudah datang untuk menjelaskan banyak hal secara tatap muka dan menghasilkan wacana segar yang relatif lebih jelas. Kalau begitu, kalian bisa membayangkan andai Om Deddy bisa mendatangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam podcast-nya dong.

Pasti semua masalah bisa banyak yang terang benderang. Sebab, selama ini presiden dianggap kurang berkomunikasi secara terbuka, terutama RUU Ciptaker ini. Akibatnya, pendapat banyak yang berkeliaran, seperti menyebut RUU ini pesanan Tiongkok lah, dan lain-lain.

Makanya deh, coba dong Om Deddy undang Pak Jokowi. Masa kalah sama Najwa Shihab yang pernah berhasil wawancara dengan orang nomor satu di Indonesia itu. Ini intuk kebaikan, kejelasan, dan keterbukaan lho, Om. Hehe. (F46)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Mega-SBY, A Birthday and Three Funerals

“Taufiq mendukung SBY usai terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya. Begitu pula SBY di kemudian hari menginstruksikan kadernya di kursi parlemen untuk memilih Taufiq...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...