HomeCelotehMegawati Kirim Kode Buat Puan?

Megawati Kirim Kode Buat Puan?

Kecil Besar

“Nyanyian kode, nyanyian kode,” – Warkop DKI, Nyanyian Kode


PinterPolitik.com

Siapa yang menunggu-nunggu ada presiden perempuan lagi di Indonesia? Sepertinya, sudah cukup lama ya negeri ini gak punya presiden perempuan setelah sebelumnya Megawati Soekarnoputri mengisi posisi tersebut pada tahun 2001 hingga 2004.

Nah, ternyata yang menuggu-nunggu hal tersebut bukan hanya masyarakat, tapi Bu Mega sendiri. Jadi, Ketua Umum PDIP ini mengungkapkan kalau dirinya rindu ada perempuan yang bisa duduk di jabatan wakil presiden atau bahkan presiden.

Menurut putri Presiden Soekarno itu, saat ini tidak ada suara seperti itu padahal yang harus mengumandangkan adalah kaum perempuan sendiri. Ia juga menyoroti kalau dulu, ketika ia mau kembali menjadi presiden, banyak kaum hawa yang justru memfavoritkan calon laki-laki.

Hmmm, kalau diperhatikan, kata-kata Bu Mega ini ada benarnya. Idealnya, kursi jabatan publik itu setara baik untuk laki-laki atau perempuan. Sayangnya, pada praktiknya, kesetaraan ini masih belum terpenuhi meski terus didorong banyak pihak.

Posisi calon presiden dan wakil presiden mungkin jadi yang paling jarang diisi oleh kaum perempuan. Pada dua periode Pilpres terakhir misalnya, tak ada satu pun nama perempuan yang mengisi surat suara Pilpres.

Jangankan masuk surat suara, masuk bursa atau pembicaraan di media saja, hampir tak terdengar ada nama perempuan yang diperhitungkan banyak praktisi dan pengamat politik. Ckckck.

Nah, pernyataan Bu Mega ini mungkin bisa menjadi refleksi khususnya bagi banyak aktor politik tanah air. Sudah sebanyak apa sih elite-elite politik tanah air yang menumbuhkan kader perempuannya sehingga mumpuni secara politik  bahkan hingga potensial menjadi capres?

Apa perempuan Cuma dianggap sebagai pemenuh kuota gender aja? Apa perempuan masih Cuma jadi perpanjangan nama ayah atau suami mereka untuk urusan politik? Apa politisi perempuan masih kurang diberi kesempatan dibandingkan politisi laki-laki?

Eh, di luar itu semua, apakah pernyataan Bu Mega ini adalah semacam kode tersendiri bagi partainya? Sekarang ini kan, ada kader PDIP yang secara jabatan politik punya posisi penting karena memimpin lembaga sekelas DPR. Sosok yang dimaksud adalah putri Bu Mega sendiri yaitu Puan Maharani.

Nah, apakah kata-kata Bu Mega yang merindukan presiden adalah sinyal kalau Bu Mega tengah menyiapkan Bu Puan sebagai capres? Soalnya kan Bu Puan sendiri sempat dianggap sebagai capres potensial 2024 kalau kata Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Ya, gak tahulah. Yang jelas, kode itu harus ditangkap secara luas oleh elite politik negeri ini agar perempuan diberi banyak ruang untuk jabatan publik bahkan jika perlu menjadi capres. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...