HomeCelotehMampukah Puan Jadi Harapan Megawati?

Mampukah Puan Jadi Harapan Megawati?

Kecil Besar

“Demokrasi: ia melahirkan kuasa yang disepakati, dan ada proses bertukar pikiran sebelum kesepakatan” – Goenawan Mohamad, pendiri Majalah Tempo


PinterPolitik.com

Cuy, kita tahu dong saat ini bonus demografi sudah di depan mata Indonesia. Banyak banget anak-anak muda yang juga sudah mulai unjuk gigi dan menunjukkan kemampuannya, baik dalam bidang industri, perkembangan teknologi, dan pendidikan.

Nah, dalam politik, kelihatannya kan kemarin-kemarin belum sempat terlalu terlihat. Baru Partai Demokrat saja yang berusaha memberikan penyegaran melalui terpilihnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum.

Langkah ini kelihatannya akan memberi pengaruh kepada partai-partai lain, cuy. Salah satunya adalah PDIP.

Hal ini terlihat dari ungkapan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam peresmian 20 Kantor DPC/DPD PDIP yang dilakukan secara daring. Bu Mega kurang lebih mengatakan seperti ini, cuy, “Saudara-saudara, kita akan melakukan sebuah regenerasi. Dapat dikatakan total pada 2024”. Wedeh, berarti bakal ada penyegaran secara total nih.

Tapi, langkah ini bukan karena Demokrat yang sudah duluan melakukan langkah itu kan, Bu? Takutnya, ntar bikin seruan seperti ini karena hanya terpancing dan takut kalah saing, kan bahaya. Hehehe.

Sebenarnya, titik poin tulisan ini itu bukan hanya terkait regenerasi PDIP, cuy, tetapi juga soal siapa yang akan menggantikan Bu Mega di PDIP. Kita tahu ya bahwa salah satu alasan Ibu Megawati berusaha dipertahankan agar tetap memimpin PDIP yaitu karena kader butuh sosok Bu Mega untuk merekatkan para kader partai.

Ya, mau gak mau harus diakui sih bahwa wibawa Bu Mega di depan kader PDIP ini masih kental banget. Kalau dalam bahasa pesantrennya itu, para kader masih sangat tawadu’ sama Bu Mega alias sam’an wa to’atan gitu loh.

Selain itu, kalaupun mau ada regenerasi, jika memang akan tetap dipegang oleh trah Soekarno, apa mungkin Mbak Puan bisa menggantikan Bu Mega? Secara nih, salah satu orientasi partai politik kan pasti ingin mengantarkan kadernya menjadi pemimpin nasional alias jadi Presiden, apa lagi PDIP partai besar.

Terlebih nih, dalam survei yang dilakukan Indikator Politik saja, elektabilitas Mbak Puan Maharani ini masih dibilang kecil banget loh, yaitu hanya 2 persen. Kalau dibandingkan dengan nama-nama lain ini jauh banget, apalagi kalau dibandingkan dengan AHY sebagai Ketua umum Partai Demokrat, beeh, jauh banget yaitu 6,8 persen.

Terlebih, tren elektabilitas AHY ini cenderung cukup baik dan terus mengalami kenaikan. Padahal, Partai Demokrat itu ada di luar lingkaran koalisi pemerintah loh sedangkan Mbak Puan ini di dalam lingkaran koalisi, bahkan doi saat ini menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Itu kan miris banget ya kalau elektabilitas hanya 2 persen.

Memang sih, waktu berjuang dapat dikatakan masih panjang, lahwong ini masih tahun 2020. Adapun gelanggang pertarungan itu di tahun 2024.

Tapi, kan persiapan harus dilakukan secara cepat. Terlebih, kalaupun nanti ada strategi brilian dari PDIP untuk mengerek elektabilitas Mbak Puan, partai lain kan juga akan melakukan hal yang sama.

Hayo, gimana nih, menurut kalian, mbak Puan ini apakah bisa menggantikan sosok Bu Mega? Pantau analisis dan informasi dari kita terus ya. Hehehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...