HomeCelotehLuhut, Sosok Out of The Box Jokowi

Luhut, Sosok Out of The Box Jokowi

Kecil Besar

“Work from Bali mudah-mudahan dapat menarik para profesional di sektor pemerintah maupun dunia usaha, untuk memastikan tingkat kunjungan hotel”. – Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Kemaritiman dan Investasi


PinterPolitik.com

Nama Pak Luhut Binsar Pandjaitan bisa dibilang jadi salah satu sentral pemberitaan di pemerintahan Presiden Jokowi. Doi adalah magnet karena dianggap sebagai salah satu “tulang punggung” posisi politik Pak Jokowi.

Makanya, setiap program dan kebijakan Pak Luhut akan selalu mendapatkan sorotan lebih. Menariknya, tidak jarang program Pak Luhut sering kali out of the box alias luar dari kebiasaan.

Baca Juga: Gig Economy Bisa Hantui Jokowi?

Nah, salah satu program yang kini sedang disorot oleh banyak orang adalah terkait kebijakan work from Bali alias WFB. Bukan BWF loh ya, itu nama organisasi badminton dunia. Bukan juga FWB ya, itu friends with benefit. Uppps.

Disebutkan bahwa Kemenko Maritim dan Investasi yang dipimpin Pak Luhut telah menandatangani nota kesepahaman dukungan penyediaan akomodasi dengan beberapa hotel di The Nusa Dua Bali.

Menurut Pak Luhut, nota kesepahaman ini dibuat sebagai upaya mendukung peningkatan pariwisata The Nusa Dua Bali dengan prinsip-prinsip Good Corporate Governance, dan akan berlaku untuk tujuh kementerian dan lembaga di bawah koordinasi Kemenko Marves. Iyes, berlaku untuk tujuh kementerian dan lembaga di bawah Kemenko Marves cuy.

Wah, liburan gratis nih buat para ASN di kementerian-kementerian itu. Hmmm. Bikin kecemburuan sosial memuncak nih. Uppps.

Harapannya sih, program ini bisa mengoptimalkan pemulihan pariwisata dan transformasi Bali. Hal serupa juga disebutkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang mengatakan bahwa nota kesepahaman ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada pariwisata dan perekonomian Bali.

Baca juga :  Sultan Jogja: Simpul Kuasa Indonesia

Setidaknya ada 16 hotel yang berada dalam kawasan The Nusa Dua telah berkoordinasi dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua untuk melakukan kerjasama dalam penyediaan akomodasi dan fasilitas hotel dengan Kemenko Marves.

Langkah Pak Luhut ini diapresiasi oleh banyak pihak karena dianggap sebagai jalan dari pemerintah untuk tetap menggerakkan ekonomi di bidang pariwisata. Bisa dibilang ini solusi yang cenderung out of the box dari Pak Luhut.

Hmm, emang enak nih para ASN di 7 kementerian dan lembaga di bawah Kemenko Marves. Berasa “dipaksa” liburan di Bali. Tapi, pemaksaan yang ini cenderung bisa dinikmati sih. Soalnya liburan cuy, siapa yang nggak mau kan.

Mungkin Pak Luhut pengen menunjukkan bahwa Kemenko Marves bisa juga jadi kementerian sultan kayak Kementerian Keuangan. Itu loh, gara-gara segala fasilitas yang dinikmati oleh ASN Kemenkeu, bikin cemburu banyak orang.

Tambah lagi nih, orang pada bakal cemburu sama Kemenko Marves dan lembaga-lembaga yang ada di bawahnya. Asal nggak lupa nasib rakyat kecil aja ya, Pak. Uppps. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

► Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

Keluarga Fahri ‘Terlatih’?

“Dengan modal keberanian dan teror saja, tak banyak yang bisa dicapai dalam kehidupan modern begini.” ~ Pramoedya Ananta Toer PinterPolitik.com Sempat disebut sebagai politikus independen, Wakil...

More Stories

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Jebakan Rindu Soeharto?

Demokrasi sudah 28 tahun berjalan, tapi foto Soeharto di sawah itu masih terus beredar di WhatsApp. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan menyesal ikut menjatuhkan Soeharto — dan Mahfud MD tidak mau meralat pernyataannya bahwa korupsi era reformasi "lebih gila" dari Orde Baru. Ada pertanyaan filosofis yang lebih dalam di balik semua ini: bukan siapa yang lebih baik, tapi mengapa negara yang lebih bebas justru terasa lebih tidak hadir?

Iron Cage Menteri PU

Menteri PU Dody Hanggodo mengungkap pengalaman mengejutkan: ia "dipelonco" birokrasinya sendiri. Draft keputusan disodorkan sore hari saat ia kelelahan, pejabat "untouchable" mengabaikan instruksi, bahkan ASN muda pun berani menghina program prioritas presiden. Di kementerian dengan anggaran Rp118,5 triliun, “rayap” tidak takut pada menterinya.