HomeCelotehTax Amnesty, Siapa Jerumuskan Jokowi?

Tax Amnesty, Siapa Jerumuskan Jokowi?

Kecil Besar

“Rasio penerimaan pajak terhadap PDB bukannya naik malah melorot terus. Berarti ada yang tidak beres dengan tax amnesty”. – Bhima Yudhistira Adhinegara, Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef)


PinterPolitik.com

Tax Amnesty. Program yang satu ini begitu fenomenalnya ketika pada periode 2016-2017 lalu mempengaruhi banyak kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Seperti terjemahan bebasnya, program โ€œpengampunan pajakโ€ ini diharapkan mampu mendorong kembalinya harta-harta orang Indonesia di luar negeri ke negara ini. Syaratnya satu: dilaporkan ke otoritas pajak.

Kini, muncul wacana untuk kembali menjalankan program serupa dalam tajuk โ€œTax Amnesty Jilid IIโ€. Hanya saja, wacana ini kini disorot oleh banyak ekonom dan pengamat. Mereka menganggap rencana pemerintah menerapkan pengampuan pajak atau tax amnesty jilid II untuk menaikkan penerimaan negara, malah akan berdampak negatif pada ekonomi nasional.

Baca Juga: Gig Economy Bisa Hantui Jokowi?

Pasalnya, kepercayaan pembayar pajak bisa turun karena tax amnesty sudah pernah dilakukan pada 2016-2017 lalu. Terlebih, pemerintah sudah berjanji tax amnesty hanya akan diberikan satu kali. Setelah periode tax amnesty selesai langkah selanjutnya adalah penegakan aturan perpajakan, bukan memberikan pengampunan lagi.

Munculnya wacana tax amnesty jilid ke II dinilai akan menggangu psikologi pembayar pajak yang malah bakal memilih untuk menunggu tax amnesty jilid berikutnya. Ini berasa kayak pengampunan pajak tanpa batas. Akan terus terjadi berjilid-jilid, kayak demo. Uppps.

Padahal, kalau diperhatikan secara spesifik, tax amnesty pun tidak terbukti meningkatkan penerimaan pajak jangka panjang. Ini tercermin dari rasio pajak yang terus menurun sepanjang periode 2018-2020 hingga mencapai 8,3 persen.

Artinya, jika tujuannya untuk meningkatkan rasio pajak, jelas nggak tercapai. Malah, para ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menganggap pemberian tax amnesty juga rawan digunakan untuk pencucian uang lintas negara. Atas nama pengampunan pajak, perusahaan yang melakukan kejahatan keuangan bisa memasukkan uang ke Indonesia.

Baca juga :  Jokowi: Saya akan Lawan! Part 2

Wih, ngeri nggak tuh. Bukannya mendapat kebaikan, eh yang terjadi malah keburukan. Hmm, jadi penasaran, sebenarnya siapa sih yang mengusulkan program jilid II ini? Soalnya sebelumnya emang narasi ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Kan bikin orang jadi sudzon, apa ini wacananya Pak Airlangga secara pribadi atau Partai Golkar? Uppps. Atau muncul dari pihak lain?

Yang jelas, Pak Jokowi kudu benar-benar memperhatikan nih kalau kebijakan ini mau diambil lagi. Lha yang ada di program pertama nggak berhasil kok ujung-ujungnya. Jangan sampai ada yang menjerumuskan loh pak. Uppps. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (S13)

โ–บ Ingin lihat video menarik lainnya? Klik diย bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik diย bit.ly/ruang-publikย untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

โ€œKita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-samaโ€ โ€“ Ahmad Ali,...

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapresย di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

Keluarga Fahri โ€˜Terlatihโ€™?

โ€œDengan modal keberanian dan teror saja, tak banyak yang bisa dicapai dalam kehidupan modern begini.โ€ ~ Pramoedya Ananta Toer PinterPolitik.com Sempat disebut sebagai politikus independen, Wakil...

More Stories

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Jebakan Rindu Soeharto?

Demokrasi sudah 28 tahun berjalan, tapi foto Soeharto di sawah itu masih terus beredar di WhatsApp. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan menyesal ikut menjatuhkan Soeharto โ€” dan Mahfud MD tidak mau meralat pernyataannya bahwa korupsi era reformasi "lebih gila" dari Orde Baru. Ada pertanyaan filosofis yang lebih dalam di balik semua ini: bukan siapa yang lebih baik, tapi mengapa negara yang lebih bebas justru terasa lebih tidak hadir?

Iron Cage Menteri PU

Menteri PU Dody Hanggodo mengungkap pengalaman mengejutkan: ia "dipelonco" birokrasinya sendiri. Draft keputusan disodorkan sore hari saat ia kelelahan, pejabat "untouchable" mengabaikan instruksi, bahkan ASN muda pun berani menghina program prioritas presiden. Di kementerian dengan anggaran Rp118,5 triliun, โ€œrayapโ€ tidak takut pada menterinya.