HomeCelotehLuhut Perlu ke Deddy Lagi?

Luhut Perlu ke Deddy Lagi?

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan hadir sebagai bintang tamu di podcast Deddy Corbuzier dan menjelaskan sejumlah persoalan di Indonesia. Meski begitu, polemik mengenai kedatangan 20 tenaga kerja asing (TKA) dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ke Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menjadi topik hangat di masyarakat. Apa perlu Luhut ke podcast Deddy lagi?


PinterPolitik.com

Gaes, seperti yang kita ketahui, Indonesia kini kembali memasuki periode Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Pulau Bali yang mulai berlaku pada 3 Juli 2021 hingga 22 Juli 2021. Sebagian besar kantor – terutama mereka yang bekerja di sektor non-esensial – akhirnya harus memberlakukan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Ya, hampir semua pasti bilang kalau tidak ingin kebijakan WFH seperti ini diberlakukan kembali. Selain banyak orang akhirnya mengalami penurunan dalam jumlah pendapatan mereka, banyak juga yang merasa lelah dengan situasi pandemi yang mengharuskan tetap di rumah – menciptakan sebuah kondisi yang disebut sebagai pandemic fatigue.

Uniknya, di tengah penerapan PPKM Darurat ini, sebuah kabar datang dari Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Kabarnya, sebanyak 20 tenaga kerja asing (TKA) dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) telah masuk ke Indonesia melalui Makassar, Sulsel.

Sontak aja, kabar ini membuat heboh para warganet dan masyarakat. Bukan tidak mungkin, masyarakat malah merasa kedatangan para TKA Tiongkok ini sebagai sebuah ironi. Pasalnya, di luar kedatangan para TKA Tiongkok tersebut, banyak warga akhirnya harus mengalah kepada PPKM Darurat dan mengurangi upaya pemenuhan kepentingan ekonomi demi menyelamatkan nyawa banyak orang.

Tapi, tenang, gaes. Di tengah banyak pertanyaan yang muncul di masyarakat, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan datang ke podcast Deddy Corbuzier untuk memberikan seluruh klarifikasi atas berbagai polemik di masyarakat. Pak Luhut pun menjawab pertanyaan-pertanyaan Deddy – mulai dari kebijakan penanganan pandemi Covid-19 hingga kerja sama Indonesia dengan Tiongkok.

Baca juga :  Dikritik, Anies Makin Siap Nyapres

Baca Juga: Sejauh Mana Ancaman Luhut?

Luhut Menjawab Deddy Corbuzier
- Advertisement -

Soal kerja sama dengan Tiongkok, Pak Luhut menjelaskan bahwa ini menjadi cara Indonesia untuk mencari untung – meski harus ada give­and­take-nya. Khususnya, soal kedatangan TKA Tiongkok, Pak Menko Marves minta masyarakat tidak perlu mempersoalkan karena dianggap telah memenuhi prosedur – seperti tes swab hingga karantina.

Hmmtapi nih, klarifikasinya kayak­-nya masih kurang memuaskan nih buat masyarakat. Soalnya nih, banyak pengamat dan politisi lainnya tetap mempermasalahkan lho. Ada yang bilang kalau pemerintah harusnya mempertimbangkan dulu keputusan mendatangkan para TKA ini karena tengah memberlakukan kebijakan PPKM – meski sebenarnya perjanjian dengan perusahaan terkait telah terlaksana sejak sebelum kebijakan itu berjalan.

Mungkin nih, Pak Luhut perlu datang lagi nih ke podcast­-nya Deddy biar bisa klarifikasi lebih jelas. Kan, lumayan juga tuh ad-sense-nya buat Om Deddy. Hehe.

Ya, terlepas dari perlu klarifikasi lagi atau nggak, pemerintah dan Pak Luhut harusnya gercep (gerak cepat) dong memberikan penjelasan ke masyarakat – daripada masyarakat tahu soal kabar ini dari sumber-sumber non-pemerintah. Nanti, kalau udah tersebar misinformasi di mana-mana, pemerintah sendiri kan yang repot. Hmm.

Bayangin coba kalau sepasang kekasih saling menyembunyikan informasi kepada satu sama lain. Terus, salah satu tahu tentang informasi “buruk” itu dari gosip di circle­-nya. Damage-nya tuhbeuuhsuakit lho.

Kan, mending jujur pada satu sama lain. Dengan begitu, rasa percaya (trust) akan terbangun lagi di antara sepasang kekasih itu. Bukan begitu, gaesLhamimin malah curhat. Huhu. (A43)

Baca Juga: Mengapa Luhut ‘Sayang’ Tiongkok?

Baca juga :  Gibran The Next Jokowi?

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

- Advertisement -

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_img

#Trending Article

Mahfud Sang Menteri Komentator?

“Tersangka belum diumumkan dia udah ngumumkan dulu. Apakah yang begitu itu jadi tugas Menko Polhukam. Koordinator, lo, bukan komentator.” – Bambang “Pacul” Wuryanto, Ketua Komisi...

Misteri Keresahan Gandum Limpo

“Kita impor terus nih. Kalau saya sih nggak setuju jelas. Kita, apapun kita makan singkong saja, sorgum saja, dan makan saja sagu” – Syahrul Yasin...

Tiket Pesawat Naik, Tiket PDIP Naik?

“Kasus mahalnya tiket pesawat ini lebih ke soal politis, mau siapapun menteri atau presidennya enggak akan mampu memaksa perusahaan menjual rugi tiket pesawatnya. Kecuali...

Puan Tidak Cocok Jadi Capres?

Nama Puan Maharani makin ramai dibicarakan menjelang kontestasi Pilpres 2024. Namun, apakah benar Puan punya rekam jejak cukup jadi capres?

Misteri Megawati Dikte Putin

“Putin bilang, ‘welcome, Megawati.’ Datang saya, pulang (ke Indonesia) saya bawa banyak (alutsista),” – Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP PinterPolitik.com Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan...

Luhut Gajah Mada-nya Jokowi?

“Pak Luhut mirip Gajah Mada, lihai hadapi banyak kasus. Kalau turun gunung pasti selesai,” – Adli Bahrun, pengamat sosial Universitas Jakarta (Unija) PinterPolitik.com Beberapa hari lalu, sempat...

TGB, Kunci Perindo Lolos Senayan?

“Dalam waktu dekat akan banyak deklarasi baru. Tokoh-tokoh bangsa akan bergabung dengan Partai Perindo” – Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum Partai Perindo PinterPolitik.com Tidak selamanya logika marketing periklanan...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

More Stories

Jokowi Khianati Projo dkk?

M. Qodari sebut Jokowi berselancar di antara dua karang, yakni karang partai (PDIP dkk) dan karang relawan (Projo dkk). Benarkah demikian?

Anies: Bukan Soal Arab-Jawa

Persoalan identitas Anies Baswedan dimunculkan Ruhut Sitompul usai putrinya menikah berbudaya Jawa. Mengapa ini bukan soal Arab atau Jawa?

Ma’ruf Amin Dukung Anies 2024?

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin tetap ingin netral di 2024. Namun, beberapa waktu lalu, sambut kunjungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.