HomeCelotehKPK Tak Bisa Multitasking?

KPK Tak Bisa Multitasking?

“I evenly do ten things at once. Multitaskin’ super fast” – Tuki Carter, musisi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) biasanya selalu bisa membuat heboh media dan publik. Bagaimana tidak? Komisi antirasuah ini dianggap lembaga yang paling jago dalam mengungkapkan kejahatan-kejahatan korupsi.

Pada awal tahun 2020 ini misalnya, masyarakat dibuat heboh dengan dua operasi tangkap tangan (OTT) KPK atas Bupati Sidoarjo (non-aktif) Saiful Ilah dan eks-Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan. Selain itu, publik juga ramai membicarakan sosok-sosok buron yang keberadaannya kini masih menjadi misteri.

Kali ini nih, KPK tampaknya tengah membuat heboh lagi. Baru-baru ini, muncul berita kalau ternyata komisi antikorupsi itu telah memberhentikan penyelidikan atas 36 kasus.

Hmm, sontak, kaget dong orang-orang. Soalnya, tampaknya ini menjadi fenomena baru yang sebelumnya jarang terjadi. Setidaknya, perasaan kaget ini dirasakan oleh mantan Ketua KPK Abraham Samad.

Menurut Pak Abraham, pimpinan KPK tidak diperbolehkan untuk menghentikan kasus-kasus yang tengah dikerjakan oleh rekan-rekan penyelidik. Maka dari itu, beliau menilai bahwa penghentian kali ini berada di luar kewajaran.

Hmm, selain Pak Abraham, Indonesia Corruption Watch (ICW) juga menilai ada yang janggal dari penghentian 36 kasus tersebut. Peneliti Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Wana Alamsyah, akhirnya mempertanyakan keputusan pimpinan KPK.

- Advertisement -

Menurut Wana, keputusan itu dikhawatirkan disertai dengan konflik kepentingan juga tuh. Soalnya, kata beliau, ketua KPK masih menjadi polisi aktif tuh. Hmm, jadi ingat konflik cicak dan buaya dulu. Hehe.

Uniknya lagi nih, dari 36 kasus yang dihentikan tersebut, ada berbagai kasus korupsi yang diduga dilakukan oleh para pejabat lho. Di antaranya diduga melibatkan kepala daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), aparat hukum, kementerian, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Hmm, tapi, kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri, penghentian 36 kasus itu sudah sesuai aturan dan prinsip hukum kok. Selain itu, dalam lima tahun terakhir, KPK juga udah pernah ngehentiin sebanyak 162 kasus juga.

Ya, kita sih positive thinking saja lah ya. Mungkin, KPK mengalami kesusahan dalam menjalankan multitasking – mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Apalagi, kan, sekarang KPK sedang fokus-fokusnya tuh mencari keberadaan eks-kader PDIP Harun Masiku dan mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi – yang hingga kini juga belum ditemukan. Hehe. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan "Toxic"?
spot_img

#Trending Article

Ada “Udang” di Balik Relawan Jokowi?

“Saya di dalam sana. Jadi saya tahu perilakunya satu-satu. Kalau Anda bilang ada dua faksi sih tidak, berfaksi-faksi. Ada kelompok yang tiga periode, ada kelompok...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

PSI Bakal Jadi Partai “Gagal”?

Kader-kader pentolan PSI memutuskan keluar dari partai -- mulai dari Tsamara Amany hingga Michael Sianipar. Mungkinkah PSI jadi partai "gagal"?

Mengintip “Spotify Wrapped” Jokowi

Sekarang sudah waktunya untuk "Spotify Wrapped 2022". Musik dan politik pun saling berkaitan. Apakah Jokowi punya "Wrapped" sendiri?

Lord Rangga Pergi, Indonesia Bersedih?

“Selamat jalan, Lord Rangga! Terima kasih sudah menyuguhkan kritik sosial dengan balutan performance gimmick yang cerdas untuk masyarakat yang memang bingung ini! Suwargi langgeng!” – Warganet PinterPolitik.com Sejumlah...

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

More Stories

PSI Bakal Jadi Partai “Gagal”?

Kader-kader pentolan PSI memutuskan keluar dari partai -- mulai dari Tsamara Amany hingga Michael Sianipar. Mungkinkah PSI jadi partai "gagal"?

Mengintip “Spotify Wrapped” Jokowi

Sekarang sudah waktunya untuk "Spotify Wrapped 2022". Musik dan politik pun saling berkaitan. Apakah Jokowi punya "Wrapped" sendiri?

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).