HomeCelotehBKPM Gemar Mengarang Bebas?

BKPM Gemar Mengarang Bebas?

Kecil Besar

“Yo, I’m just gonna write down my first thoughts and see where this takes me” – Eminem, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

S

eperti yang kita ketahui, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dalam masa periode kedua ini akan banyak berfokus pada kebijakan ekonomi dan investasi. Guna mewujudkan hal tersebut, pemerintah akhirnya menerapkan beberapa kebijakan yang memungkinkan agar laju investasi dapat meningkat.

Perumusan omnibus law yang kini tengah ramai dibicarakan di publik misalnya, bertujuan untuk mempermudah masuknya investasi. Rancangan aturan besar itu nantinya diharapkan dapat memangkas regulasi dan aturan investasi.

Selain perbaikan dari sisi regulasi, pemerintah juga tak lelah mempromosikan Indonesia sebagai destinasi investasi yang menjanjikan. Bagaimana tidak? Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sampai-sampai harus sering bepergian ke luar negeri untuk menarik para investor.

Selain itu, tugas ini turut dijalankan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Salah satu bagian dari BPKM – Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) – memiliki tugas untuk mempromosikan investasi Indonesia ke para calon investor di luar negeri.

Namun, tugas BPKM itu kayaknya menemui beberapa tantangan tuh. Beberapa waktu lalu, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mencurahkan isi hatinya (curhat) mengenai tugas spesifik tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2020.

Kata beliau, bahan materi yang dibutuhkan untuk membuat promosi yang dimiliki oleh BKPM masih terbatas. Akhirnya, Pak Bahlil dan kawan-kawan harus mengarang bebas tuh dalam menulis isi materi promosi.

Akibatnya, isi promosi hanya menyebutkan data mengenai geografi dan demografi Indonesia. Namun, ketika ditanya soal posisi tambang dan perizinannya, BKPM mengaku kekurangan data.

Waduh, masa iya nggak malu dengan negara-negara lain? Mungkin, Pak Jokowi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bisa ngebantu Pak Bahlil buat mempertajam karangan bebasnya. Pak Bahlil sendiri juga udah minta arahan dari Pak Presiden dan Bu Menkeu biar nggak diketawain sama Korea Selatan dan Malayasia tuh.

Hmm, tapi, bukannya Pak Bahlil kemarin udah sempat dibantuin ya sama Pak Jokowi. Pada Novermber 2019 lalu, Pak Presiden sampai ngebikin Instruksi Presiden (Inpres) No. 7 Tahun 2019 lho buat BKPM.

Dalam Inpres tersebut, Kepala BKPM dan para menteri Kabinet Indonesia Maju udah diminta untuk saling berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Kan, bisa juga tuh saling kerja sama buat memenuhi data yang diperlukan dalam materi promosi.

Hmm, kan, dengan begitu, Pak Bahlil bisa terbantu tuh mengarang bebasnya. Eits, tapi, harus bagus dong mengarangnya biar para investor bisa tertarik. Jangan sampai lah pengalaman mantan Kepala BKPM Thomas Lembong terulang lagi di era Pak Bahlil. Hehe. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Balada Negeri Ormek
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia? 

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit? 

MBG dan Runtuhnya ‘Republik Tepung’

Prabowo melarang telur dadar di program MBG karena rawan dicampur tepung. Mungkinkah kebiasaan "tepung" ini mengancam masa depan bangsa?