HomeCelotehKalau Tinggalkan Anies, PKS Dapat Apa?

Kalau Tinggalkan Anies, PKS Dapat Apa?

Meski disebut hampir final akan masuk dalam koalisi yang mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres), sejumlah rumor mengatakan bahwa PKS mulai mendapatkan sejumlah tawaran – mulai dari posisi menteri hingga sejumlah dana – untuk meninggalkan Anies. 


PinterPolitik.com

“That is why I vowed never to pass on my magic until I find one truly good person. Strong in spirit, pure in heart” – Shazam (Wizard), Shazam! (2019)

Dunia tanpa kita sadari selalu diisi dengan dikotomi – eksistensi dua hal yang saling berseberangan. Dikotomi antara baik dan buruk, misalnya, adalah dikotomi yang mungkin setua dari sejarah itu sendiri.

Dua kutub antara baik dan buruk seperti ini kerap kita gunakan dalam kisah-kisah yang kita tulis dan dengarkan. Sebuah cerita – termasuk sejarah – selalu mencari siapa yang baik dan siapa yang buruk atau jahat.

Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia sendiri, contohnya, kerap memosisikan para pahlawan sebagai kubu baik yang berjuang untuk nasib rakyat Indonesia. Sementara, para penjajah – mulai dari Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), Hindia Belanda, sampai Jepang Imperial – selalu jadi pihak yang jahat dan menindas.

Paling gampangnya nih, dikotomi antara baik dan jahat ini kerap kita lihat dalam film-film seperti film pahlawan super (superheroes). Penilaian antara baik dan jahat ini mungkin paling terlihat di film Shazam! (2019) yang mengisahkan seorang bocah bernama Billy Batson yang mendapatkan kekuatan super dari seorang wizard dengan nama Shazam.

Shazam yang merupakan wizard terakhir – karena rekan-rekannya di Council of Wizards dibunuh oleh para Sins – akhirnya harus mencari seorang champion yang dianggap memiliki hati yang murni. Pilihan itupun jatuh kepada Billy – seorang bocah yatim-piatu asal Kota Fawcett, Philadelphia, Amerika Serikat (AS).

Baca juga :  Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Sebelum memberikan kekuatannya pada Billy, Shazam sebenarnya sudah mengincar satu bocah lainnya untuk dijadikan champion, yakni Thaddeus Sivana. Namun, Thaddeus ternyata mudah tergiur oleh godaan para Sins sehingga Shazam menilai Thaddeus tidak memiliki hati yang murni.

- Advertisement -

Nah, di titik inilah, perbedaan antara mana yang baik dan mana yang buruk terlihat. Dengan penilaiannya, Shazam semacam memberikan ujian kepada Thaddeus dan Billy soal siapa yang baik dan siapa yang buruk.

Mungkin, tes semacam ini akhirnya juga berlaku di dunia nyata, khususnya dalam kancah perpolitikan Indonesia. Gimana nggak? PKS yang disebut sudah hampir final akan tergabung dalam koalisi partai politik (parpol) bersama Partai Demokrat dan Partai NasDem yang mendukung bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan ternyata mendapat godaan tertentu – layaknya apa yang dialami Thaddeus di film Shazam! (2019).

Kabarnya sih, PKS disebut menerima tawaran posisi menteri di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) bila menarik diri dari koalisi Anies untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Nggak hanya posisi menteri, rumor mengatakan bahwa terdapat pengusaha batu bara yang juga menawarkan sejumlah dana bila dukungan PKS ditarik.

Waduh, tes-tes semacam ini tampaknya perlu dipikirkan hati-hati oleh PKS. Pasalnya, seperti pertimbangan Shazam the Wizard, ada banyak pihak dan hal yang akhirnya perlu dipertimbangkan nasibnya.

Hmm, bayangkan coba kalau PKS akhirnya menarik dukungan dari Anies. Bisa-bisa, Anies nantinya makin kesulitan untuk memenuhi ambang batas presiden (presidential threshold/PT). 

Ya, terlepas dari pilihan apapun yang nantinya akan diambil PKS, tentunya keputusan itu juga bakal berpengaruh pada PKS sendiri. Masyarakat tentu akan ingat tentang kisah yang telah tertulis akibat pilihan itu.

Baca juga :  Cawapres, Anies Menunggu Andika Pensiun?

Seperti apa yang dijelaskan oleh Jonathan Gottschall dalam The Storytelling Animal: How Stories Make Us Human, manusia mudah merasa terhubung dengan kisah – entah apapun yang sedang dilakukan individu tersebut. 

Dan, dalam kisah, selalu ada dikotomi antara pihak baik (protagonis) dan pihak buruk (antagonis). Itu semua pun kembali ke karakter dan peran apa yang kita ingin mainkan dalam kisah kita masing-masing. Bukan begitu? (A43)


spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan “Toxic”?

“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak” –  Benny Rhamdani, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  PinterPolitik.com Si vis...

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

PDIP Takut Jokowi “Dijilat”?

“PDI Perjuangan mengimbau kepada ring satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya...

More Stories

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?