HomeCelotehKabinet Jokowi Serba Tak Kompak?

Kabinet Jokowi Serba Tak Kompak?

Kecil Besar

We must stay unified $uicideboy$, duo penyanyi rap asal Amerika Serikat (AS)


PinterPolitik.com

Hey, gengs, pernah dengar cerita dari Tiongkok yang berjudul Tidak Mungkin Ada Harimau di Pasar? Kisah itu memberi penjelasan kepada pembaca bahwa semua jenis kebohongan yang dilakukan secara terus-terusan bisa saja dijadikan kebenaran oleh beberapa orang.

Misal, mungkin gak kalau di Pasar Senen ada harimau? Jawabannya, 85% tidak mungkin. Tapi andai mimin dikasih tahu oleh tiga orang tentang keberadaan harimau di Senen, mungkin gak kalau mimin bakal percaya meski mimin gaklihat langsung? Ya,sangat besar kemungkinannya untuk percaya. Nah, seperti itulah kondisi para petinggi Istana.

Mimin sampai gak habis pikir saja sih, cuy. Kok bisa pejabat tinggi yang katanya sering bertemu di meja rapat bisa beda dalam memberi pernyataan? Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir misalnya bilang bahwa, kalau mulai tanggal 25 Mei, pekerja di bawah 45 tahun boleh kembali bekerja.

Kabar itu sudah didengar nih sama banyak orang, eh, tiba-tiba selang beberapa waktu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menegaskan kalau pemerintah belum menetapkan aturan itu. Secara cepat, kemudian, Pak Erick langsung gercep memberi klarifikasi dalam Surat Menteri BUMN Nomor S-336/MBU/05/2020 tertanggal 15 Mei 2020. Hadeuhh.

Dalam klarifikasinya, Pak Erick gak jauh beda sih sama Pak Airlangga, bahwa tanggal pasti kapan boleh bekerjanya tetap menunggu keputusan umum pemerintah terkait status Covid-19. Lha, terus maksud usia di bawah 45 tahun bekerja pada 25 Mei itu bagaimana?

Menteri BUMN sih bilangnya kalau status kalimat itu dalam surat edaran hanya sebagai penekanan terkait rencana tiap unit usaha untuk merampungkan prosedur dan standar kerja perusahaan. Jadi, kasarannya nih cuma contoh pedoman umum bagi perusahaan yang harus segera diselesaikan pada 25 Mei.

“Sebagai langkah antisipatif dalam merespons kebijakan pemerintah, yakni dengan mempersiapkan diri lebih awal guna proses sosialisasi dan persiapan internal lainnya secara lebih optimal,” kata Mas Alex, Deputi Bidang SDM di Kementerian BUMN. Mimin iya-in aja deh. Terlepas dari itu, kalian sadar gak sih kalau pemerintah, dalam hal ini menteri-menteri, memang agak belibetan soal kekompakan.

Hal itu saja diakui lho sama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Beliau jelas menyebut kalau memang di internal pembantu presiden ini sering terjadi miskomunikasi. “Sehingga seolah-olah, ini piye toh karep-nya pemerintah? Mencla-mencle, enggak konsisten,” kata Pak Moeldoko terlihat gemas.

Nah, kalau begitu, artinya memang komunikasi antarlini di pemerintah agak kurang berjalan optimal. Jadi, para pemirsa, jangan heran ya kalau misal sering kita melihat klarifikasi-klarifikasi yang membuang tenaga.

Kenapa sih pemerintah ini gak mematangkan konsep dan memperjelas semua diksi dalam kalimat yang akan diberikan kepada publik? Kalau perlu, kalimat per baris direnungkan seharian gitu lho.

Kan, biar enak dibacanya toh. Jadi, ke depan, tidak selalu klarifikasi setiap kali ada informasi yang keliru dipahami. Gini lho, cuy, sebenarnya bukan kok rakyat yang kurang cerdas hingga kadang dianggap gagal paham, melainkan pemerintah yang kurang cermat sehingga menyebabkan kegaduhan. Bukankah begitu? Hehehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Sandi Galau Jokowi Makin Sakti

“Berikan tubuhmu sebanyak mungkin nutrisi supaya kuat, sehat dan bertenaga. Jika tubuh sudah kuat, sehat dan bertenaga, maka silahkan lanjutkan perlawanannya.” PinterPolitk.com Sandiaga Salahuddin Uno menyambut...

Masa Suram Budiman Sudjatmiko dkk.

“Orang tua, pandanglah kami sebagai manusia. Kami bertanya, tolong kau jawab dengan cinta,” – Iwan Fals, Bongkar Pinterpolitik.com Mahasiswa bergerak. Ribuan mahasiswa  di seluruh penjuru negeri...

Pemerintah ‘Paksa’ Minum Air Kotor?

“Air berkata kepada yang kotor, ‘Kemarilah.’ Maka yang kotor akan berkata, ‘Aku sungguh malu.’  Air berkata, ‘Bagaimana malumu akan dapat dibersihkan tanpa aku?” ~...

Otoriter, Jika Jokowi Tanpa Oposisi?

"Demokrasi kita akan terganggu karena berarti koalisi Jokowi itu akan jauh besar, mungkin di atas 90 persen kekuatan di parlemen". – Sirojuddin Abbas, Direktur...

Anak STM Mendemo “Anak TK”

“Keterangan saya tidak begitu dipahami, karena memang enggak jelas bedanya antara DPR dan Taman Kanak-Kanak,” – Abdurrahman Wahid, Presiden RI ke-4 Pinterpolitik.com Awas, awas, anak STM...

Di Balik Tutupnya McD Sarinah

Gerai McDonald’s (McD) yang terletak di Sarinah Thamrin, Jakarta, telah resmi tutup secara permanen. Mungkin, banyak kisah yang senantiasa menyertai di tempat tersebut. Kira-kira,...

SBY Khawatirkan AHY?

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan hanya ada satu matahari di Partai Demokrat. Tegasnya, saat ini yang memimpin partai adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kenapa...

PDIP Seharusnya Bersyukur Ada Luhut?

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tampaknya membuat gerah PDIP. Masinton Pasaribu bahkan mengeluarkan kalimat tegas, hingga meminta Presiden Jokowi memecat Luhut. Namun, mungkinkah PDIP...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...