HomeCelotehJokowi ‘Lirik’ Saran Rizal Ramli?

Jokowi ‘Lirik’ Saran Rizal Ramli?

“Bahwa mereka pekerjalah, yang menduduki lantai ekonomi perekonomian Indonesia” – Tan Malaka, pejuang kemerdekaan Indonesia


PinterPolitik.com

Mimin ada cerita menarik nih. Alkisah, sebelum Tiongkok besar seperti sekarang ini, ia dikenal sebagai negara yang sangat tertutup banget. Sampai-sampai, mau perdagangan dengan negara lain saja ketatnya bukan main.

Usut punya usut, Tiongkok melakukan politik internasional yang serba menutup diri itu bukanlah tanpa alasan. Setidaknya, Tiongkok lewat pemimpin revolusionernya yang bernama Mao Zedong ingin memperbaiki internal dulu – setelah sekian lama porak-poranda akibat cubitan Jepang dan negara-negara asing lainnya.

Namun, saat kepemimpinan berada di bawah Deng Xiaoping, Tiongkok sangat terbuka. Kerennya lagi, ternyata penutupan dirinya selama ini berbuah, cuy, yakni Tiongkok punya kesiapan yang matang untuk menghadapi dunia internasional.

Nah, Xiaoping ini dulunya dididik sama Mao. Meski agak nakal, bahkan sempat mau dijatuhi hukuman, Xiaoping tetap saja dapat ampunannya sekaligus dapat didikan langsung darinya, sebab dianggap sosok pemuda yang potensial.

Mungkin karena terinspirasi dari Mao yang rela mendidik meski jengkel padanya, Xiaoping pun memiliki sikap yang sama, yakni menerima siapa saja, entah rival atau nggak – asal bisa bermanfaat buat negara.

Sampai-sampai, ia memunculkan quote dahsyat berbunyi “Tidak penting kucing itu hitam atau putih, yang penting bisa menangkap tikus!” Begitulah kisah inspiratif di balik kehebatan Tiongkok yang tidak banyak orang tahu.

Nah, kayaknya kisah di atas perlu didengar oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dehcuy, karena akhir-akhir ini tentu dia banyak mendengar pendapat para ahli terkait kehidupan negara di masa pandemi maupun setelahnya. Ya, bahkan, kendati yang bicara itu orang yang berseberangan dengannya, tetap saja Presiden Jokowi harus mendengarnya, kalau memang itu baik dan masuk akal untuk diterapkan.

Baca juga :  Dikritik, Anies Makin Siap Nyapres
- Advertisement -

Seperti pendapat yang keluar dari sosok Rizal Ramli (RR) yang berkomentar mengenai kiat-kiat memompa pertumbuhan ekonomi negara. Menurutnya, Indonesia sebenarnya tidak perlu takut jika dilanda kondisi ekonomi minus. Sebenarnya, penanganannya mudah – asal mulai sekarang logika pemulihannya berubah.

Apa yang disarankan RR adalah dengan mengubah arah kebijakan ekonomi dari yang orientasinya meminjam uang – atau memulihkan usaha-usaha besar – menjadi berorientasi terhadap memompa ekonomi rakyat dari bawah. Bahkan, Bung RR mengatakan dalam waktu satu tahun jika dia berada dalam lingkaran Presiden, doi menjamin bisa membalik kondisi tersebut, cuy.

Kalau diperhatikan, kayaknya Bung RR gusar dengan angka-angka pemerintah deh. Sebab, naiknya anggaran cepat banget dan nominalnya gedhe-gedhe, mulai Rp 600 triliun lanjut jadi Rp 800 triliun sampai Rp 1.000 triliun. Ehlah kok sampai saat ini dampaknya tidak dirasakan oleh masyarakat?

Gimana, Pak Jokowi, kira-kira mau mendengarkan ulasan unik dari mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) di era kepresidenan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) nggak nih? Lagian, tidak ada yang tahu kan jurus Pak RR ampuh atau enggak kalau belum dicoba.

Mending berikan kesempatan terlebih dahulu, nanti sembari kita tunggu pembuktiannya. Apakah jurus rajawali ngepret Pak RR terbukti ampuh atau hanya tong kosong nyaring bunyinya. Hehehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Banner Ruang Publik
spot_img

#Trending Article

Ceker Ayam, Rahasia Kemajuan Tiongkok?

“Kami berusaha menyerap kenaikan harga komoditas ini, dengan memanfaatkan seluruh bagian ayam. Itu berarti menggunakan setiap bagian ayam, kecuali bulunya, kurasa.” – Joey Wat, CEO...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Melacak Arah Petir Brigadir J?

“CCTV harus diuji. Kenapa harus diuji? Pertama CCTV sudah disambar petir. Maka kalau tiba-tiba CCTV ketemu kembali, harus dibikin acara dengan petir, kapan petir...

Anies Ikuti Jejak Soekarno?

“Perubahan nama Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat, dilakukan agar Rumah Sakit ikut ambil peran dalam pencegahan penyakit, sekaligus mempromosikan hidup sehat.” – Anies Baswedan,...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Jokowi Kameo Pilpres 2024?

“Yang paling sering kalau ke kondangan. Bahkan saat nyumbang ke Surabaya, ada yang bilang kalau ada tamu Pak Presiden lagi blusukan. Bahkan ada yang rebutan...

Sambo Tidak Selincah Ninja Hatori?

“Kalau naik gunung itu, pijakan kakinya harus kuat. Jangan mengandalkan tarikan orang di atas. Kekuatan diri sendiri yang membawa kita ke atas.” – Brigjen...

Anies-AHY Kawin Paksa?

“Tentu proses membangun chemistry antara satu dan yang lain penting, bukan kawin paksa,” - Willy Aditya, Ketua DPP Partai NasDem PinterPolitik.com Siapa yang tidak kenal dengan Siti...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...