HomeCelotehHadi Pranoto ‘Saingi’ Kalung Anti-Corona?

Hadi Pranoto ‘Saingi’ Kalung Anti-Corona?

“Seorang dokter menyembuhkan, dan alam yang menciptakan kesehatan” – Aristoteles, filsuf asal Yunani


PinterPolitik.com

Gengs, ada yang bilang orang Indonesia dikenal sangat eufemistis alias pandai menyindir dengan kata-kata satir, seperti keras kepala sebagai ganti atas ‘susah dibilangin’Nggak hanya lewat idiom doang, bahkan cerita-cerita sering kali jadi perantara pesan mereka.

Nah, makanya sebelum membahas babagan ramuan Covid-19 yang santer diberitakan, mimin mau kasih kalian cerita sedikit. Namun, ini kisah impor dari negeri Baghdad era pimpinan Harun ar-Rasyid.

Suatu ketika, si Raja berjalan-jalan sembari mengamati aktivitas rakyatnya. Tanpa dinyana, ada seorang perempuan sangat cantik sekali lewat di depan raja. Tentu sebagai raja yang sangat takut berbuat serong, ia urung mengejar-ngejar perempuan tersebut. Ia pun pulang dengan membawa rasa kalut.

Sesampai rumah, perasaan itu masih juga mengganggunya. Sampai-sampai bikin si Raja nggak bisa tidur. Akhirnya, ia pun membuat sayembara bahwa barang siapa yang bisa bercerita di samping raja hingga membuat raja tertidur, maka akan dikasih hadiah.

Penyair-penyair pada datang ke kerajaan. Semuanya bergiliran untuk bercerita. Namun, percuma, raja nggak kunjung tidur juga.

Sampailah giliran itu pada Abu Nawas, si bijak yang terkenal lawak. Abu Nawas pun bercerita tentang semut yang masuk ke lubang telinga orang yang lantas keluar lagi karena di dalamnya gelap, terus masuk lagi sebab masih penasaran dengan isi telinga orang itu, kemudian keluar lagi, begitu seterusnya.

Merasa tidak menarik, si Raja pun berseloroh, “Kamu ini cerita apa sih, Abu Nawas? Nggak jelas. Daripada aku pusing dengar cerita semutmu itu, mending tidur aja deh.” Si raja pun tertidur. Abu Nawas pulang dengan tertawa.

Baca juga :  Mampukah Gus Yahya “Jatuhkan” Cak Imin?
- Advertisement -

Kira-kira pelajaran dari kisah di atas apa, gengs? Menurut mimin, dari kisah di atas, dapat dipahami bahwa sebenarnya obat terbaik untuk menghilangkan sakit yang susah diraba dan dideteksi adalah dengan tidak mencoba-coba obat yang spekulatif.

Lha wong, sakit soal cinta kok mau sembuh sebab cerita. Yang benar saja. Haha.

Persis dengan pemberitaan terakhir tentang penangkal Covid-19 sihcuy. Banyak yang berspekulasi mengenai obat yang cocok buat penyakit Covid-19.

Mimin sih nggak mempersoalkan fenomena ini, gengs, namanya juga mencoba. Hanya saja sangat menggelikan. Pasalnya, malah terkesan asal-asalan gitu loh, tanpa pembuktian ilmiah.

Ingat lho ya kata orang bijak di status media sosial, “Mencoba nggakpapa. Asal jangan coba-coba.” Maksudnya ya tentu saja semua percobaan haruslah dibuktikan secara ilmiah.

Kalau asal coba-coba, anak kecil paling pandai. Lha wong, sandal dicoba jadi gawang sepak bola aja berhasil. Hehehe.

Nah, makanya deh, orang-orang kayak Hadi Pranoto yang sempat menggegerkan dunia maya pasca kemunculan doi bersama obat yang ditemukannya pada akun YouTube-nya Anji, harusnya segera memberi keterangan yang jelas di depan pemerintah pun Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Tujuannya ya jelas, cuy, biar masyarakat nih nggak berpikir yang macam-macam pun kebingungan dihempas oleh banyaknya jamu dan obat bahkan ada yang mirip kayak azimat. Repotnya lagi, ternyata pejabat sekelas Menteri juga turut membuat kita pusing.

- Advertisement -

Bayangin, ada Menteri yang minum jamu katanya bisa ampuh melawan Covid-19. Terus ada juga yang memperkenalkan penemuannya lewat produk kalung yang katanya terbukti membunuh virus. Dan, masih banyak lagi.

Hmm, apa Pak Hadi Pranoto ingin menyaingi pemerintah dalam meluncurkan produk-produk obat Covid-19 ya? Tapi, lagi-lagi, masyarakat lah yang hanya dibuat heboh tanpa informasi pasti. Secara, semuanya yang menawarkan produk tersebut nggak ada yang berani menjamin dan diuji keampuhannya. (F46)

Baca juga :  Ganjar Suka Main Burung?

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Banner Ruang Publik
spot_img

#Trending Article

Berani Ganjar Tinggalkan PDIP?

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo tidak diundang dalam halal bihalal PDIP Jateng. Apakah PDIP sudah tidak memperhitungkan Ganjar? Apakah Ganjar harus meninggalkan PDIP? PinterPolitik.com Bagi...

Jokowi Sudah Selesai?

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana mulai mengemas barang-barangnya di Istana untuk dikirim ke Solo, Jawa Tengah. Apakah ini pesan kekuasaan RI-1 sudah selesai secara...

Partai Mana yang Diinginkan Gatot?

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menolak ajakan Din Syamsuddin untuk bergabung dalam Partai Pelita. Mungkinkah yang diinginkan Gatot adalah partai besar? PinterPolitik.com Kalau membahas eks Panglima...

Jokowi Dijutekin Biden?

Ketika mendarat di Washington DC, Amerika Serikat (AS), tidak ada pejabat tinggi AS yang menyambut Presiden Jokowi. Mungkinkah sang RI-1 tengah tidak dihiraukan atau...

Cak Imin Bisa “Tenggelam”?

Politikus PKB Umar Hasibuan sebut soal kemungkinan ancaman pembajakan terhadap PKB. Bila terjadi, mungkinkah Cak Imin bisa makin tenggelam?

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Di Balik TikTok Zulhas-RK

Selain bertemu dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil juga membuat video TikTok dan Reels.

Anies Lagi, Anies Lagi

Beberapa pihak menyebut nama Jakarta International Stadium (JIS) melanggar undang-undang karena tidak menggunakan bahasa Indonesia. Apakah kritik ini terjadi karena yang merampungkan pembangunannya adalah...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...