Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Gelombang Tempe ala Sandiaga Uno?

Gelombang Tempe ala Sandiaga Uno?


A43 - Tuesday, July 13, 2021 17:00
Sandiaga Uno meninjau produk tempe yang dijual di Pasar Projosari, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), pada Oktober 2018 silam. (Foto: Twitter/@sandiuno)

0 min read

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengunggah sejumlah potongan berita, gambar, dan foto terkait sederet pemimpin dan figur publik dunia yang pernah mengonsumsi tempe. Apakah Sandi sedang siapkan Gelombang Tempe yang bakal mendunia?


PinterPolitik.com

Siapa yang nggak suka makan tempe? Hayoo, ngaku kalian. Hehe. Produk makanan yang dibuat dari biji kedelai ini merupakan sebuah jenis makanan fermentasi yang disebut-sebut menjadi makanan khas Indonesia.

Tempe pun ada beberapa jenis lho berdasarkan produk akhirnya. Tempe goreng, misalnya, jenis tempe yang paling umum dijual di banyak warung. Selain itu, ada juga tempe oncom yang memiliki rasa manis ketika disantap.

Ya, apapun jenis tempe yang dimakan, minumannya nggak harus selalu teh botol kok, gaes. Itu kan formulanya salah satu politikus lain. Mimin nggak mau nyinggung, ah. Itu kan hak masing-masing orang mau makan dan minum apa. Hehe.

Tapi nih, ada salah satu pejabat yang sepertinya tengah terobsesi dengan tempe. Beliau adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Gimana nggak? Sejak beberapa tahun lalu, Bang Sandi ini sepertinya suka banget menyinggung soal tempe.

Kala masih menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk periode 2019-2024, misalnya, Bang Sandi pernah bilang kalau ada tempe yang dijual berukuran tipis seperti kartu anjungan tunai mandiri (ATM). Eh, baru-baru ini, Pak Menparekraf malah mengusulkan agar tempe bisa didaftarkan menjadi warisan budaya di United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Nggak hanya usulan aja, Bang Sandi beberapa waktu lalu juga mengunggah sejumlah potongan berita dan gambar yang menunjukkan  terdapat sederet tokoh-tokoh dunia yang suka makan tempe. Beberapa di antaranya adalah mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, aktris Hollywood Alicia Silverstone, penyani asal Korea Selatan (Korsel) yang bernama Kim Jung-min, dan aktor asal Filipina yang bernama Teejay Marquez.

Baca Juga: Rocky, Jokowi, dan Politik Tempe

Tempe Sandiaga Uno Sandi

Wah, mungkin nih, Bang Sandi ini berharap agar tempe ini bisa jadi makanan yang diakui dunia bak makanan-makanan internasional lainnya. AS, misalnya, punya burger sebagai jenis makanan khasnya yang dikenal di dunia. Jepang dan Korea masing-masing juga punya ramen dan ramyun. Sementara, Italia sangat dikenal dengan berbagai jenis pastanya.

Boleh jadi nih, pemerintah Indonesia bisa meniru langkah-langkah yang diperlukan Korsel ketika menyebarkan unsur-unsur budaya populernya. Upaya itu dikenal sebagai Gelombang Korea (Korean Wave atau Hallyu).

Apa perlu nih tempe punya gelombangnya sendiri? Bisa tuh namanya disebut sebagai Gelombang Tempe. Dengan begitu, tempe bisa aja dikenal oleh dunia sebagai unsur budaya yang khas dari Indonesia.

Nah, kalau di Gelombang Korea nih, banyak unsur budaya yang digunakan adalah unsur-unsur budaya populer yang telah mendunia terlebih dahulu lho. Formasi boyband  atau girlband, musik pop, serta rap, misalnya, banyak diadopsi oleh grup-grup musik Korsel untuk dijadikan bagian dari musik K-Pop.

Apa perlu juga nih Gelombang Tempe menggunakan unsur-unsur asing juga agar bisa berjalan. Soalnya nih, setahu mimin, ada banyak lho kedelai yang dibutuhkan untuk produksi tempe justru berasal dari AS. Pada semester pertama tahun 2020, dari total kedelai impor sebanyak 1,27 juta ton, 1,14 juta ton di antaranya berasal dari AS tuh. Hmm, makanya kemarin tempe dan tahu sempat mahal ya. Hehe.

Jadi, gimana tuh, Pak Menparekraf? Apa perlu nih diadakan Gelombang Tempe? Ya, lagipula, dengan begitu kan tempe juga bisa mendunia. Hehe. (A43)

Baca Juga: Antara Tempe dan Sandiaga Uno


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait