Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Antara Tempe dan Sandiaga Uno

Antara Tempe dan Sandiaga Uno


A43 - Sunday, June 6, 2021 6:00
Sandiaga Uno meninjau produk pangan tempe kala mengunjungi Pasar Tanjung di Kabupaten Jember, Jawa Timur, kala masih menjadi calon wakil presiden (cawapres) 2019-2024 pada tahun 2018 silam. (Foto: Twitter/@sandiuno)

0 min read

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengusulkan agar tempe didaftarkan sebagai warisan budaya di United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Ada apa di antara tempe dan Sandiaga?


PinterPolitik.com

Siapa sih yang nggak bangga kala berbagai elemen dan produk budaya Indonesia menjadi buah bibir dan pembicaraan di luar negeri? Pastinya, sebagai orang Indonesia, banyak dong yang ikut berbangga.

Sebuah tampah anyaman yang kembali viral baru-baru ini, misalnya, dijual mahal dan dijadikan alat dekorasi ruang yang berkelas di luar negeri. Sampai-sampai, warganet Indonesia pamer bahwa tampah beras demikian justru malah hanya menjadi tempat pakan ayam.

Ya, terlepas dari konyol atau tidaknya viral-nya tampah beras tersebut, sebenarnya banyak lho unsur budaya Indonesia yang bisa dibanggakan dan diakui di tingkat internasional. Batik, misalnya, kini sudah diakui sebagai warisan budaya Indonesia di United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Nah, setelah batik, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sekarang mengusulkan sejumlah unsur budaya Indonesia lainnya yang juga bisa didaftarkan lho. Beberapa waktu lalu, misalnya, Bang Sandi mengusulkan agar musik dangdut bisa didaftarkan dan diakui dunia sebagai warisan budaya Indonesia.

Baca Juga: Propaganda Tempe Ala Sandiaga

Tempe Setipis Kartu ATM Lagi

Selain musik dangdut, Bang Sandi baru-baru ini kembali mengusulkan unsur budaya lainnya lho. Kali ini, unsur budaya Indonesia yang diusulkan adalah jenis makanan yang umum dikonsumsi oleh masyarakat, yakni tempe.

Hmm, keren sih kalau tempe ini bener-an bisa menjadi warisan budaya yang diakui oleh UNESCO. Lagipula, meski banyak dipandang sebelah mata, tempe itu sebenarnya bahan pangan yang sangat bergizi lho – dengan kandungan protein nabati yang kaya. Indonesia patutnya berbangga dong.

Sudah semestinya berbangga dong – meski dulu ada yang bilang kalau tempe yang dijual di pasar semakin ke sini semakin tipis layaknya kartu ATM (anjungan tunai mandiri). Hmm, mungkin, Bang Sandi ini merupakan “pemerhati” tempe ya. Lha, gimana nggak? Sudah sering kok Bang Menparekraf ini komentar soal tempe – mulai dari ketipisannya, ketebalan seperti tablet, hingga sekarang usulan warisan budaya UNESCO.

Tapi nih, dengan berbagai usulan pendaftaran warisan budaya Indonesia ke UNESCO ini, mungkin, Bang Sandi ini bukan hanya “pemerhati” tempe aja nih, melainkan juga produk-produk budaya Indonesia. Kira-kira, unsur budaya apa lagi ya yang bakal diusulkan oleh Menparekraf ini?

Boleh jadi, kita patut mengapresiasi nih langkah dan usulan Bang Sandi. Soalnya nih, di tengah minimnya kebanggaan masyarakat terhadap produk-produk budaya dalam negeri, Menparekraf justru tampil dengan upaya untuk menunjukkan budaya Indonesia ke luar negeri. Bagus lah, daripada nanti diklaim melulu oleh negara-negara lain. Sip. (A43)

Baca Juga: Sandiaga Siap Goyang Dangdut?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait