HomeCelotehGanjar dan Tarik Ulur Mega

Ganjar dan Tarik Ulur Mega

“Ketika partai kemudian sudah membahas secara keseluruhan dan dia akan mencari anak-anak bangsa yang menurut mereka terbaik, menurut saya, semua orang musti siap akan hal itu,” – Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah


PinterPolitik.com

Ibarat titah yang harus diterima, pesan dan arahan Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri tidak bisa dianggap hanya sebuah perintah politik semata, melainkan tugas suci yang sakral.

Secara dramatis, hal in diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto yang mengingatkan seluruh kader agar tidak terburu terburu-buru berbicara soal pencalonan kandidat presiden (pencapresan).

Banyak orang yang menduga pernyataan Megawati itu untuk merespons pernyataan dari Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo yang siap maju sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Sedikit memberikan konteks, Ganjar menyatakan kesiapan dirinya jika diusung PDIP sebagai capres. Meskipun, ia tetap menghormati etika politik di internal, di mana mekanisme penentuan capres merupakan hak prerogatif Ketum PDIP Megawati.

Direktur Eksekutif Lembaga Riset dan Konsultasi Publik Algoritma Aditya Perdana menilai PDIP akan dihadapkan dengan dilema untuk memberikan dukungan ataupun tidak kepada Ganjar.

Hal ini terlihat dari kesan PDIP yang masih tarik ulur untuk mengeluarkan restu dan keputusan untuk menentukan capres yang akan diusung.

- Advertisement -

Realitas politik dilematis PDIP ini disebabkan adanya keinginan partai yang ingin melakukan hattrick kemenangan dalam pemilihan legislatif (Pileg) sehingga membutuhkan sosok Ganjar sebagai katalisator kenaikan suara.

Hal ini akan mudah dilakukan jika capres yang diusung juga memiliki potensi kemenangan yang tinggi alias efek ekor jas (coattail effect).

image 111
Partai-Partai Menyambut Ganjar?

Dalam konteks ini, tentu harus juga mengakomodir kepentingan Ganjar yang sudah lama digadang-gadang sebagai salah satu kandidat yang akan berkompetisi pada Pilpres 2024 nanti.

Baca juga :  Hasto PDIP Mainnya Kurang Jauh?

Di sisi lain, ada Ketua DPR RI Puan Maharani yang juga disebut-sebut menjadi pewaris takhta trah Soekarno dan sudah lama mempersiapkan diri untuk maju pada PIlpres 2024 – meskipun secara kalkulasi elektabilitas Puan masih lebih rendah dibanding Ganjar.

Artinya, jika PDIP ingin tetap memaksakan diri mendukung capres dengan elektabilitas dan popularitas rendah, kemenangan tiga periode berturut-turut menjadi sangat sulit diwujudkan.

Anyway, dilema PDIP ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari siasat sebuah  partai politik (parpol) untuk menyelesaikan konflik internal.

Upaya untuk memanage konflik internal tentu akan melahirkan dilema-dilema seperti yang dihadapi PDIP. Tidak hanya ada dalam jagat politik, dilema ini juga sering dialami oleh setiap pranata organisasi di berbagai sektor.

Amy Gallo dalam bukunya HBR Guide to Dealing with Conflict melihat dilema yang muncul karena sebuah konflik sebenarnya bisa diselesaikan dengan memberikan keuntungan bagi semua pihak.

- Advertisement -

Perbedaan pandangan atas sesuatu hal sering kali berujung pada konflik, baik dalam bentuk konfrontasi langsung ataupun pasif. Biasanya, ini ditengarai karena adanya  keengganan untuk berkomunikasi.

Gallo menyodorkan “komunikasi” atau dalam istilah politik yakni “negosiasi” menjadi alternatif untuk menyelesaikan konflik yang membuat semua pihak akan dilematis dalam mengambil keputusan politiknya.

Nah, dengan memahami konstruksi dilema PDIP ini, kita bisa melihat strategi tarik ulur PDIP menjadi semacam perilaku politik yang wajar karena PDIP dalam kondisi yang tidak ingin mengambil risiko besar dan juga tidak ingin melewatkan kesempatan besar pula.

Hmm, kayak layangan aja ya ditarik ulur. Takutnya, kalau terlalu sering tarik ulur, para konstituen PDIP yang saat ini mendukung Ganjar merasa di-PHP-in. Apa PDIP nggak takut mereka berpindah ke lain hati? Uppss. Hehehe. (I76)

Baca juga :  PDIP Takut “Gerakan Tambahan”?

Trah Megawati Tutup Jalan Ganjar Gantikan Jokowi?
spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Megawati-Puan Sayang Korea?

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani tampak sangat "sayang" dengan Korea Selatan (Korsel). Mengapa?

Siasat Kartu Nama Erick di G20?

“Erick Thohir mendirikan Mahaka Group, konglomerasi yang fokus pada olahraga dan media hiburan, cetak, radio, dan televisi. Juga memiliki sejumlah klub sepak bola nasional...

Macron Bukan Blusukan Tapi KKN?

“Ramah sekali Presiden Prancis ini” –  Warganet  PinterPolitik.com Baru-baru ini, viral di media sosial (medsos) Presiden Prancis Emmanuel Macron yang terlihat menyempatkan diri “blusukan” di Bali usai Konferensi Tingkat Tinggi...

NasDem Adalah Partai Main-main?

“Ini bagus juga. Saya hormati itu. Makanya, kalau sudah tahu elektabilitas kecil, ngapain harus dihitung? Anggap saja ini partai main-main.” –  Surya Paloh, Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem PinterPolitik.com Beberapa waktu lalu, panggung...

Anies Pelan-pelan “Ngeteng” KIB?

“Mestinya, KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) sekarang itu larinya ke Anies. Saya kira akan gabung ke sana,” – Habil Marati, Ketum Forum Ka’bah Membangun PinterPolitik.com Akhir-akhir ini,...

Misteri Pak Bas Jadi Fotografer

“Ya, itu memang hobinya. Ini kan juga event besar yang langka ya,” – Endra Atmawidjaja, Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) PinterPolitik.com Konferensi Tingkat Tinggi...

Jokowi Buat “Taj Mahal” di Solo?

“Masjid Raya Sheikh Zayed Solo akan menjadi tempat salat, pusat dakwah, dan pendidikan Islam, sekaligus pusat destinasi wisata religi baru di Solo” –  Joko Widodo...

More Stories

Jokowi Buat “Taj Mahal” di Solo?

“Masjid Raya Sheikh Zayed Solo akan menjadi tempat salat, pusat dakwah, dan pendidikan Islam, sekaligus pusat destinasi wisata religi baru di Solo” –  Joko Widodo...

Anies Pelan-pelan “Ngeteng” KIB?

“Mestinya, KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) sekarang itu larinya ke Anies. Saya kira akan gabung ke sana,” – Habil Marati, Ketum Forum Ka’bah Membangun PinterPolitik.com Akhir-akhir ini,...

Macron Bukan Blusukan Tapi KKN?

“Ramah sekali Presiden Prancis ini” –  Warganet  PinterPolitik.com Baru-baru ini, viral di media sosial (medsos) Presiden Prancis Emmanuel Macron yang terlihat menyempatkan diri “blusukan” di Bali usai Konferensi Tingkat Tinggi...