HomeCelotehDuka Menristek untuk Inovasi Indonesia

Duka Menristek untuk Inovasi Indonesia

“Innovation distinguish between the leader and follower” – Steve Jobs, CEO Apple Inc.


PinterPolitik.com

Hey, gengs, ada yang suka sepak bola? Pasti ada lah ya. Kalau pertanyaannya diubah begini: di antara dinamika sepak bola, mana yang paling menentukan bagus atau tidaknya suatu klub, terlebih liga? Apakah bisnis yang mampu menghasilkan pundi-pundi uang di negara terkait, atau justru disebabkan pembinaan pemain tingkat usia yang dimiliki oleh masing-masing klub? Jawabannya tergantung pada orang yang dimintain jawaban sih.

Kalau yang ditanya adalah pebisnis, ya pasti milih soal uang mulu. Tapi, kalau yang ditanya pencinta bola, mulai supporter sampai aktor lapangan hijau, sudah barang tentu mereka milih pembinaan akademi dong.

Kenapa kok pembinaan? Ya, sebab dari pembinaan muncul bibit-bibit yang membanggakan klub. Tengok saja akademi Manchester United yang sudah menghasilkan Class of 92 yang diisi nama-nama mentereng macam Giggs, Scholes, Neville, sampai Beckham.

Atau, akademi La Masia yang dihuni pemain sekaliber Xavi Hernandez sampai Lionel Messi. Logikanya begini, andai toh mereka nggak bisa bertahan lama di klub, seperti Beckham, tetap saja dia berhasil membesarkan nama klub yang sudah membesarkan namanya. Jadi, saat ada pertanyaan, “Beckham kok sangar nih jebolan mana toh?”, tentu dijawab, “Biasa, jebolan akademi Man. United memang sangar-sangar.”

Nah, kalau bahasa di atas diterjemahkan ke dalam bahasa ekonomi politik nasional, maka pertanyaannya tinggal diubah sih, cuy, menjadi: bagaimana cara mengatasi pertumbuhan ekonomi? Kalau itu ditanyakan ke orang malas maka jawabnya sudah pasti dengan beli saja kebutuhan dari negara lain. Tapi kalau ditanya ke orang yang masih yakin hasil dari usaha, maka jawabnya jelas dan solutif dengan enggunakan tenaga dan kreasi anak negeri.

Barangkali itu, cuy, yang pas buat menggambarkan geger soal impor ventilator yang dilakukan oleh pemerintah. Sayangnya nih, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro tidak setuju dengan itu.

- Advertisement -

Menurutnya sih, kok jadi naif pemerintah? Lha wong belum memanfaatkan potensi lokal, kok main beli dari luar saja?Kayak ‘pemerintah manja banget’ gitu nggak sih, cuy? Apa ya maksud kritikan Pak Bambang ini kepada pemerintah?

Pasalnya, bunyi kritikannya tegas begini, cuy, “Triple Helix di Indonesia belum jalan ya. Kenapa kita enggak pernah bikin ventilator? Penyebabnya simple, enggak pernah ada yang minta ventilator di Indonesia karena setiap kali butuh ventilator langsung beli dari luar negeri dan itu sudah menjadi kebiasaan. Norma seolah-olah ‘Oh kalau ventilator Indonesia enggak bisa bikin, beli saja dari luar’.”

Lebih lanjut, mimin sih oke dengan pendapatnya Pak Bambang. Secara, Triple Helix ini kan yang dimaksud yaitu kerja sama antara akademisi, pengusaha, dan pemerintah dalam membuat produk berkelas toh.

Sementara, di Indonesia, kebanyakan yang dilibatkan cuma pengusaha dan pemerintah. Terus akademisinya kok dianggurin? Ngapain pada sekolah teknik tinggi-tinggi kalau ujung-ujungnya impor terus dari luar negeri, ya nggak, gengs?

Makanya jangan heran kalau sudah begini, habis duit negara. Padahal investasi terbaik adalah dengan cara mendayagunakan generasi dari berbagai lokus atau bidang, kan, bukan melulu politisi. Upsss. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

- Advertisement -

Baca juga :  Otoritas Surya Paloh di Tangan Anies?
spot_img

#Trending Article

Rocky Sebenarnya Fans Luhut?

Momen langka terjadi! Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya bertemu langsung dengan pengkritik terpedasnya, yakni Rocky Gerung.

Menanti Dansa Puan-Ganjar

Ganjar Pranowo sebut Megawati beri arahan agar kepala daerah tidak dansa politik. Padahal, Puan dan Ganjar perlu berdansa politik untuk PDIP.

Nadiem and the Shadow Organization

Penjelasan Mendikbudristek Nadiem Makarim soal shadow organization tuai polemik. Ada apa di balik organisasi bayangan Kemdikbudristek ini?

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

SBY, Anak Emas Amerika Serikat?

“Pak SBY membantah, 'Tidak benar saya jadi the golden boy' kan begitu, bantah saja. Tapi kalau kita bicara dengan banyak orang, itu gelar the...

Anies dan Nadiem Dibanding-bandingke?

“Mendikbudristek meminta waktu hingga akhir Juni. Namun, hingga September 2022, tidak ada kabar terkait DIM yang dijanjikan. Bagi kami, hal ini merupakan pengabaian atas...

Kasus Lesti-Billar, Begini Tanggapan Lesti

Lesti Kejora laporkan suaminya, Rizky Billar, atas kasus KDRT setelah diduga ketahuan selingkuh. Mengapa fenomena ini begitu marak?

Gibran-Grace Maju DKI 2024?

Muncul usulan agar Gibran Rakabuming Raka menggandeng Grace Natalie untuk maju di Pilkada DKI Jakarta 2024. Apakah akan cocok?

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...