HomeCeloteh‘Drama’ Baru Netflix: Nadiem vs DPR

‘Drama’ Baru Netflix: Nadiem vs DPR

“Pendidikan mempunyai akar yang pahit, tapi buahnya manis” – Aristoteles, filsuf asal Yunani


PinterPolitik.com?

Tahu gak sih, gengs, bahwa beberapa hari terakhir ini ada berita yang menghebohkan Jangan suudzon terus karena itu gakbaik. Hehehe. Kali ini, beritanya masuk dalam kriteria fenomenal, cuy.

Beritanya yaitu datang dari dunia pendidikan dalam negeri. Pasalnya, beberapa hari yang lalu, Kementerian pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjalin kerja sama dengan penyedia layanan hiburan streaming kelas dunia.

Wah, keren dong pastinya. Apa jangan-jangan di tengah pandemi Covid-19 ini taraf pendidikan Indonesia akan jadi berdaya saing global?

Keren dong pastinya kalau memang terjadi sedemikian rupa. Bisa bersanding dengan beberapa sekolah di negara Skandinavia yang terkenal dengan sistem pendidikannya. Hehehe.

Ternyata, Kemendikbud telah menjalin kerja sama dengan Netflix agar menyuguhkan tayangan berkualitas, seperti film dokumenter. Kalau dilihat-lihat, kerja sama ini unik, tetapi menarik ya, gengs.

Mimin mau tanya nih. Sebelumya kalian pernah menjumpai sebuah negara menjalin kerja sama semacam ini gak sih? Kalau jawaban kalian tidak, berarti sama dengan mimin. Hehehe.

Soalnya nih, kata Netflix sendiri, penayangan programnya di saluran televisi ini merupakan pertama kalinya di dunia lho. Wah, bisa aja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim kalau bikin gebrakan barunya. Hehe.

- Advertisement -

Nah, program ini, menurut Mas Nadiem, bertujuan untuk membantu peserta didik, orang tua, dan guru yang memiliki keterbatasan akses internet, cuy, terlebih bagi mereka yang mempunyai keterbatasan ekonomi dan geografis.

Tapi sebentar, apa memang harus banget menggandeng Netflix, nih, Mas Nadiem? Atau ini jangan-jangan sebagai bentuk tukar guling karena Netflix akan dikenakan pajak? Hmmm, bisa jadi ya, cuy, biar Indonesia aman dari semprotan Presiden Amerika Serikat Donald Trump gitu ya? Hehehe, upsss.

Menyikapi hal tersebut, tidak lama kemudian langsung ada tanggapan dari Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Syaiful Huda. Menurutnya, kerjas ama antara Kemendikbud dan Netflix tidak ada urgensinya, cuy, dan tidak memberikan ruang bagi tumbuh kreativitas anak bangsa.

Kalau alasan dari Pak Syaiful Huda ini adalah bahwa masih ada pihak di dalam negeri yang kreatif dalam menyuguhkan hiburan berkualitas bagi peserta didik. Terlebih, masih ada Pusat Film Nasional (PFN) yang memiliki banyak karya dari teman-teman design komunikasi visual dalam negeri.

Bahkan, Pak Huda ini juga menyinggung bahwa Nelflix juga masih belum ada kejelasan kontribusi untuk pendapatan negara loh. Kurang lebih kalimatnya seperti ini, cuy, “Kami menilai usaha menghadirkan hiburan berkualitas bagi siswa selama belajar di rumah merupakan terobosan yang baik. Tapi apa harus menggandeng layanan video streaming yang masih belum jelas kontribusi bagi pendapatan negara.”

Hmmm, Kalau dipikir-pikir memang ada benarnya juga ya, cuy. Coba contoh DPR. Lembaga perwakilan rakyat ini jelas-jelas terlihat lho kontribusinya.

Soal pengesahan berbagai undang-undang (UU) kontroversial misalnya, DPR jelas banget tuh berkontribusi dalam memberikan lampu hijau. Coba lihat revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Udah jelas, kan, terlihat kontribusinya DPR waktu itu – entah buat siapa. Hehehe. (F46)

- Advertisement -

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Ganjar Punya Pasukan Spartan?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

AHY Bukan Jodoh Anies di 2024?

Partai Demokrat telah umumkan dukung Anies Baswedan sebagai capres 2024 tetapi serahkan cawapres ke Anies. Apakah AHY bukan jodoh Anies?

Janji Anies untuk Prabowo Palsu?

Sandiaga Uno menyebutkan bahwa Anies Baswedan punya sebuah perjanjian dengan Prabowo Subianto. Apakah janji itu hanya janji palsu?

Jabatan Kades Mirip One Piece?

Demonstrasi kepala desa (kades) tuntut perpanjangan masa jabatan hingga 9 tahun. Apakah para kades ingin bisa seperti anime One Piece?

Kapal Anies ‘Diserang’ Ular?

Mantan Gubernur Banten Wahidin Halim dikirimi ular ketika akan bertemu Anies Baswedan. Apakah kapal Anies tengah 'diserang' ular?

Sudah Saatnya Prabowo Contoh Megawati?

Partai Gerindra tetap kukuh usung Prabowo Subianto sebagai capres. Apakah seharusnya ini saatnya Prabowo contoh cara Megawati?

Di Balik Usul Imin Hapus Gubernur

Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) usul hapuskan jabatan gubernur karena melelahkan dan hanya jadi penghubung pusat-daerah. Mengapa?

Mungkinkah “The Last of Us” di Dunia Nyata?

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin angkat bicara soal The Last of Us (2023). Apakah Menkes ikut cemas soal wabah zombie?

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...