HomeCelotehDilema Posisi LGBT Gerindra

Dilema Posisi LGBT Gerindra

“Maafkan aku mengecewakanmu,” – Cherry Belle, Dilema


PinterPolitik.com

Prahara soal rekrutmen CPNS oleh Kejaksaan Agung sepertinya masih belum usai ya. Buat yang lupa atau gak tahu, korps Adhyaksa ini memberikan syarat kepada para pelamar institusi mereka, agar tak tergolong ke dalam LGBT. Nah, persyaratan ini menuai kritik karena dianggap diskriminatif.

Salah satu kritik meluncur nih dari partai yang sebenarnya sekarang berada di kubu pemerintah yaitu Partai Gerindra. Dengan terang dan jelas, partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto ini tidak setuju pada langkah Kejagung yang menolak CPNS dengan orientasi LGBT. Wah, progresif ya.

Menurut Gerindra, setiap warga negara termasuk warga LGBT itu tetap punya hak yang sama. Lebih jauh, penolakan kaum LGBT mengikuti proses CPNS disebut mereka tidak sesuai dengan Pancasila.

Respons Gerindra ini sebenarnya cukup progresif di tengah banyak partai lain yang kebanyakan tampak lebih cari aman terkait perkara orientasi seksual ini. Soalnya, gak banyak aktor politik yang mau berpihak kepada minoritas yang marjinal seperti kaum LGBT. Maka dari itu, pas membaca cuitan awal dari Gerindra ini banyak yang menaruh respek kepada mereka karena berani ambil sikap yang berbeda.

Tapi, itu ternyata tak berlangsung lama.

Setelah mengirim cuitan itu, akun Twitter Partai Gerindra diberikan banyak respons negatif. Maklumlah, Partai Gerindra kan selama Pemilu lalu memang tidak identik dengan isu progresif semacam itu, jadi mungkin banyak followers mereka yang kaget kok Gerindra membela hak LGBT.

Baca juga :  Gerindra-NasDem Berkoalisi?
- Advertisement -

Mungkin karena merasa perlu memberikan pelurusan, beberapa waktu kemudian akun Twitter Gerindra kembali mencuit dengan perkara ini. Sayangnya, cuitan berbau pelurusan ini mungkin aja gak sesuai dengan isu-isu progresif yang semula sempat muncul.

Di salah satu cuitan tersebut, Partai Gerindra justru menyebut kalau mereka mendukung pencegahan LGBT. Nah, cuitan ini berpotensi membuat banyak orang yang tengah mengusahakan hak-hak kaum marjinal mungkin merasa terkhianati.

Ibaratnya, mereka bisa merasa seperti dikerjai atau kena prank karena sempat respek karena sikap Gerindra, tetapi kemudian ada cuitan yang justru mendukung pencegahan LGBT. Hmmm.

Sepertinya Gerindra mengalami dilema ya terkait dengan isu LGBT ini. Di satu sisi, mereka harus menyatakan sikap bahwa setiap warga negara punya hak yang sama. Di sisi yang lain, mereka juga harus menghadapi tekanan publik karena sikap mereka. Makanya, mereka jadi harus mencari cara buat meredam tekanan publik itu.

Kalau gini, gimana ya nantinya parpol-parpol yang mau berpihak sama kaum terpinggirkan? Lebih jauh, yang lebih penting adalah gimana nantinya nasib kaum terpinggirkan ini kalau parpol harus mengalami dilema kalau mau bersikap? (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

- Advertisement -

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_img

#Trending Article

Jokowi Isyaratkan Lawan Megawati?

Tangkapan kamera formasi iringan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama tujuh ketua umum partai politik dianggap merepresentasi terbentuknya poros koalisi menghadapi kontestasi politik 2024. Lantas,...

Surya Paloh Cuma Coba-coba?

Meskipun Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah menghasilkan nama-nama hasil voting Dewan Pimpinan Daerah (DPW), Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang...

Cak Imin Jago Gocek?

Lagi lagi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin tampil dan menarik atensi publik melalui gocekan-gocekan politiknya...

NasDem-Demokrat Bentuk Koalisi?

Surya Paloh merupakan elite politik pertama yang ditemui secara terbuka oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apakah Partai NasDem dan Partai Demokrat akan membentuk koalisi? PinterPolitik.com Sambutan...

Prabowo Tidak Yakin dengan Megawati?

Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dibentuk oleh Partai Gerindra bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Apakah ini dapat dimaknai sebagai kekhawatiran Prabowo Subianto terhadap Megawati? PinterPolitik.com Partai Gerindra...

Permainan Surya Paloh Belum Usai?

Meski Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah usai, tapi tanya tentang hasil Rakernas masih membayangi pikiran publik. Apa sebenarnya strategi Ketua Umum Surya Paloh di balik...

Kok Jokowi Marah-Marah?

Lagi-lagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur pejabat  kementerian dan pemerintahan daerah soal prioritas belanja. Jokowi menilai belanja produk luar masih lebih tinggi dibandingkan produk...

Jokowi Gak Butuh Ma’ruf Amin?

Tidak terlihatnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada reshuffle kabinet mengundang tanda tanya sebagian orang. Apakah ini bermakna bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak butuh Ma’ruf? PinterPolitik.com Sebagian orang...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...