HomeCelotehDhani-Ratna Bebas, Masih Kritik Jokowi?

Dhani-Ratna Bebas, Masih Kritik Jokowi?

Kecil Besar

“Bebas, lepas, kutinggalkan saja semua beban di hatiku,” – Iwa K, Bebas


PinterPolitik.com

Akhirnya, tahun 2019 akan segera berakhir dengan berbagai drama yang ada di dalamnya. Mungkin, drama yang terkait dengan Pilpres jadi yang paling banyak mewarnai tahun tersebut. Tenang, seiring dengan tutupnya tahun ini, drama itu boleh jadi akan lebih sedikit, setidaknya sampai sekarang.

Ragam penutup drama Pilpres 2019 itu mungkin akan tambah sempurna karena dua sosok yang vokal beroposisi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menghirup napas bebas setelah sebelumnya merasakan dinginnya lantai penjara. Adalah sosok Ratna Sarumpaet dan Ahmad Dhani yang akan menikmati kebebasan setelah berada di balik jeruji.

Untuk Ratna, sosok yang sempat bikin heboh untuk urusan operasi plastiknya ini sudah bebas bersyarat lebih dahulu. Nah, kalau Ahmad Dhani, penghujung bulan Desember ini akan jadi momen baginya untuk kembali bersua keluarga dan rekan-rekannya.

Yang jadi pertanyaan adalah, setelah keduanya bebas dari penjara, mereka mau pada ngapain ya? Apakah mereka masih akan bersuara vokal untuk mengritik pemerintahan Pak Jokowi?

Biar pertanyaannya tambah spesifik, mungkin harus sedikit dikasih konteks. Kedua tokoh ini kan ketika mengritik pemerintahan Pak Jokowi juga adalah bagian dari ikhtiar Prabowo Subianto menjadi orang nomor satu di negeri ini.

Nah, sekarang Pak Prabowo kan sudah gak jadi oposisi lagi dan malah bergabung dengan pemerintahan Pak Jokowi. Merujuk pada hal tersebut, mereka masih akan menjadi kritikus utama Pak Jokowi gak ya?

Eh, mereka udah pada tahu kan ya kandidat yang sempat mereka perjuangkan mati-matian sekarang udah bergabung dengan lawannya? Kalau enggak, mungkin mereka bakal seperti kisah di film Goodbye Lenin, di mana tokohnya gak sadar kalau telah terjadi reunifikasi Jerman.

Baca juga :  Inul dan Bangkitnya Sang 'Anti-Hero'

Sejauh ini sih, Bu Ratna sudah menyatakan kalau dirinya akan tetap jadi aktivis yang kerjanya adalah mengritik. Khusus untuk gabungnya Pak Prabowo ke kabinet Pak Jokowi, ibu dari aktris Atiqah Hasiholan ini bilang sebenarnya secara politik itu gak etis, tapi ia menyebut kalau memang ada yang diperjuangkan ya ditunggu saja.

Terus, kalau Ahmad Dhani gimana ya? Dhani ini kan kader Gerindra, istrinya juga anggota DPR dari partai tersebut. Kira-kira dia bakal ikutan arah Pak Prabowo dan partainya atau memilih jalan seperti Bu Ratna?

Kita lihat aja deh, ke depannya bakal seperti apa. Yang jelas, dua sosok yang kerap jadi berita sudah akan kembali, jadi mungkin para pewarta gak akan kehilangan bahan liputan. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...