HomeCelotehDewas Akui KPK Dilemahkan?

Dewas Akui KPK Dilemahkan?

Kecil Besar

“Ku akui tubuhku melunglai, sempat ku memuji dalam hatiku,” – Shanty feat. Marcell, Hanya Memuji


PinterPolitik.com

Pelemahan KPK. Sepertinya kata-kata itu menjadi salah satu isu yang belakangan kerap dibicarakan banyak orang. Para aktivis dan masyarakat pro pemberantasan korupsi meyakini hal itu tengah terjadi melalui revisi UU KPK.

Di lain pihak, para politisi tampaknya bersikap lebih lunak dan dalam beberapa kasus justru memberi apresiasi pada revisi UU KPK. Di media sosial, pendapat semacam ini kerap juga dilontarkan oleh para pendengung alias buzzer.

Dalam berbagai perdebatan tersebut, keberadaan Dewan Pengawas (Dewas) KPK kerap disebut sebagai salah satu faktor pelemahan KPK. Gimana enggak, sejumlah kewenangan komisi antirasuah yang dulu bisa dijalankan tanpa banyak alur birokrasi, kini harus mendapat izin dari dewas tersebut.

Makanya, banyak aktivis antikorupsi yang pesimis dengan Dewas KPK meski dewan tersebut diisi nama-nama berkaliber tinggi dan memiliki niatan untuk menjaga pemberantasan korupsi di negeri ini.

Nah, yang unik, sekarang ini pengakuan pelemahan KPK justru berasal dari Dewas KPK itu sendiri. Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris menyebutkan kalau revisi UU KPK itu cenderung melemahkan KPK. Wow!

Gimana ya, Dewas KPK yang merupakan hasil dari revisi UU KPK ternyata mengakui kalau revisi UU KPK ini memang cenderung melemahkan. Apakah ini gak bisa disebut sebagai sesuatu yang sangat ironis?

Di luar itu, mungkin orang jadi bertanya-tanya soal kualitas legislasi yang dihasilkan para pejabat terkait dengan revisi UU KPK. Kok bisa gitu sebuah UU dibilang melemahkan KPK oleh orang yang sekarang dapat dibilang sebagai produk dari UU tersebut.

Selain itu, para pemuja revisi UU KPK ini harus berkata apa ya kalau mendengar pernyataan Pak Syamsuddin ini? Ini Dewas-nya sendiri loh yang mengakui kalau revisi UU KPK cenderung melemahkan komisi antirasuah.

Ya, gak tahulah. Terlepas dari itu Pak Syamsuddin dan rekan-rekannya di Dewas mungkin harus membuktikan kalau mereka serius untuk mencegah pelemahan itu terjadi jauh lebih besar. Kita tunggu aja kiprah Dewas ini apakah bisa mewujudkan hal itu atau enggak. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...