HomeCelotehDenda PSBB Besar, Anies Gagal?

Denda PSBB Besar, Anies Gagal?

“Selama PSBB transisi, total denda yang terkumpul adalah Rp 3.154.030.000. Sehingga, total akumulasi denda hingga 31 Agustus 2020 adalah Rp 4.053.830.000”. – Arifin, Kepala Satpol PP DKI Jakarta


PinterPolitik.com

Kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan emang masih rendah. Kepala BNPB Doni Monardo bahkan sempat bilang bahwa ada daerah yang kesadaran masyarakatnya untuk menggunakan masker ada di bawah angka 70 persen. Bahkan, beberapa daerah ada yang di bawah 50 persen.

Duh, kalau udah kayak gini emang bakal susah untuk berusaha menekan laju peningkatan jumlah pasien positif Covid-19. Apalagi, sekitar 90 persen penderita Covid-19 adalah orang tanpa gejala alias OTG.

Nah, makanya pemerintah di beberapa daerah mulai bersikap agak keras. Di Bogor dan Depok udah diberlakukan jam malam buat membatasi aktivitas masyarakat. Sementara di beberapa kota lain diberlakukan denda bagi para pelanggar protokol kesehatan.

Salah satunya termasuk di DKI Jakarta. Sebagai salah satu pusat penyebaran virus berbahaya ini, pemprov DKI Jakarta memang cukup tegas soal kebijakan di seputaran Covid-19 ini. Bahkan Gubernur Anies Baswedan sepertinya menjadi salah satu pemimpin daerah yang cukup keras kalau bicara tentang pilihan apakah ekonomi atau kesehatan.

Makanya sosialisasi dilakukan di mana-mana, segala upaya untuk menertibkan masyarakat pun dikerahkan, “berantem” dengan pemerintah pusat pun dilakukan. Bukannya gimana-gimana ya, pemerintah pusat emang cenderung lebih mengedepankan masalah ekonomi ketimbang kesehatan di tengah pandemi ini.

Nah, terkait denda para pelanggar protokol kesehatan, beberapa hari lalu diberitakan bahwa total pendapatan yang diterima oleh Pemprov DKI Jakarta mencapai Rp 4 miliar lebih loh dari pelanggaran protokol kesehatan ini. Wih, lumayan juga ya.

Tapi, jumlah ini sebetulnya nggak bisa dibanggakan. Soalnya, ini berarti masih banyak masyarakat yang tidak menaati protokol kesehatan. Logikanya, kalau masyarakat taat protokol, harusnya jumlah dendanya tidak sebesar itu. Apalagi disebutkan bahwa hampir separuh dari jumlah denda tersebut berasal dari mereka-mereka yang nggak mau pakai masker. Jumlahnya sekitar Rp 1,9 miliar.

Baca juga :  Mahfud Sang Menteri Komentator?
- Advertisement -

Duh, jika sesuai peraturan bahwa orang yang tidak pakai masker harus membayar denda Rp 250 ribu, maka setidaknya ada 7.600 kasus pelanggaran. Masih lumayan banyak tuh. Ini baru yang tertangkap loh ya. Coba aja jalan-jalan ke perumahan atau pemukiman padat, pasti bakal menjumpai ibu-ibu pada ngerumpi tanpa pakai masker.

Intinya, ini sebetulnya bisa menjadi penanda bahwa Pak Anies kudu lebih tegas lagi nih ke masyarakat. Kafe-kafe yang masih buka misalnya, perlu dipertegas aturannya soal pengunjung yang tidak pakai makser.

Harapannya semua orang bisa lebih tertib dan penyakit ini bisa ditekan jumlah sebarannya, sehingga tidak ada lagi warga rentan yang harus pergi lebih cepat. Duh. (S13)

spot_img

#Trending Article

Ceker Ayam, Rahasia Kemajuan Tiongkok?

“Kami berusaha menyerap kenaikan harga komoditas ini, dengan memanfaatkan seluruh bagian ayam. Itu berarti menggunakan setiap bagian ayam, kecuali bulunya, kurasa.” – Joey Wat, CEO...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Melacak Arah Petir Brigadir J?

“CCTV harus diuji. Kenapa harus diuji? Pertama CCTV sudah disambar petir. Maka kalau tiba-tiba CCTV ketemu kembali, harus dibikin acara dengan petir, kapan petir...

Anies Ikuti Jejak Soekarno?

“Perubahan nama Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat, dilakukan agar Rumah Sakit ikut ambil peran dalam pencegahan penyakit, sekaligus mempromosikan hidup sehat.” – Anies Baswedan,...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Jokowi Kameo Pilpres 2024?

“Yang paling sering kalau ke kondangan. Bahkan saat nyumbang ke Surabaya, ada yang bilang kalau ada tamu Pak Presiden lagi blusukan. Bahkan ada yang rebutan...

Sambo Tidak Selincah Ninja Hatori?

“Kalau naik gunung itu, pijakan kakinya harus kuat. Jangan mengandalkan tarikan orang di atas. Kekuatan diri sendiri yang membawa kita ke atas.” – Brigjen...

Anies-AHY Kawin Paksa?

“Tentu proses membangun chemistry antara satu dan yang lain penting, bukan kawin paksa,” - Willy Aditya, Ketua DPP Partai NasDem PinterPolitik.com Siapa yang tidak kenal dengan Siti...

More Stories

Punya Kominfo, Nasdem 3 Besar di 2024?

Pertarungan antara PDIP dan Nasdem diprediksi akan makin menajam jelang Pilpres 2024. Selain benturan kepentingan terkait tokoh yang kemungkinan besar akan didorong sebagai kandidat...

Luhut dan Ekonomi Orang Kaya

Persoalan ekonomi kini menjadi pekerjaan rumah yang tengah dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Namun, di tengah ancaman krisis yang mengancam, Menko Marves Luhut...

Anies dan Pemimpin Yang Diciptakan

Jelang Pilpres 2024, banyak pihak yang mulai berlomba-lomba mendorong tokoh-tokoh yang dianggap populer dan mampu menarik hati masyarakat. Sayangnya, Indonesia masih terjebak pada kondisi...