HomeCelotehCovid-19 Cinematic Universe ala Jokowi?

Covid-19 Cinematic Universe ala Jokowi?

Kecil Besar

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) kembali mengganti istilah yang digunakan untuk kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Kini, pemerintah menggunakan istilah PPKM Level 1-4 untuk menangani pandemi Covid-19. Apakah ini semacam sekuel ala cinematic universe?


PinterPolitik.com

Kalian yang menggemari film dan seri Marvel Studios pasti udah dibuat nggak sabar untuk nungguin sejumlah film dan seri lanjutan dalam beberapa tahun ke depan ini. Gimana nggak? Alam semesta film ala Marvel yang biasa disebut sebagai Marvel Cinematic Universe (MCU) kini mulai memasuki fase keempat.

Apalagi nih, setelah musim pertama seri Loki (2021-sekarang) tamat, para penggemar MCU pasti menjadi makin penasaran tuh dengan nasib multiverse yang mulai mengalami transisi besar. Hmm, bagi kalian yang belum nontonmimin nggak mau kasih spoiler ya. Hehe.

Uniknya, MCU ini tidak tiba-tiba saja muncul dengan berbagai film blockbuster-nya seperti Avengers: Infinity War (2018) atau Avengers: Endgame (2019). MCU ini benar-benar dibangun selama satu dekade lebih lho – dimulai dari film Iron Man (2008).

Kini, MCU sudah terbangun dengan 20-an lebih judul film dan seri. Upaya bertahun-tahun ini pun menuaikan hasil tuh – menjadikan franchise film ini sebagia salah satu franchise yang paling ditunggu-tunggu di dunia.  Hmm, bayangkan tuh betapa rumitnya  membangun cerita sekompleks itu hingga sekarang.

Nah, bukan nggak mungkin, upaya untuk membangun bertahun-tahun semacam ini juga dilakukan oleh pemerintah Indonesia nih. Buktinya, mulai muncul tuh judul-judul baru mengenai kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat dalam pandemi Covid-19.

Ini terlihat dari unggahan Studio Antelope (@studioantelope) di sejumlah media sosial (medsos) tuh. Dalam cinematic universe ini, semua dimulai dari judul Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada April-Juni 2020.

Baca juga :  Jebakan Logika Bedah Kasus Nadiem?

Baca Juga: Akhirnya, Jokowi ‘Rilis’ PPKM Baru!

PPKM Ganti Istilah Lagi

Kemudian, dilanjutkan dengan judul PSBB Transisi (Juni-September 2020), PSBB Ketat (September-Oktober 2020), PSBB Transisi 2 (Oktober 2020-Januari 2021), PPKM (Januari-Februari 2021), PPKM Mikro (Februari-Juni 2021), PPKM Darurat (1-20 Juli 2021), hingga PPKM Level 3 & 4 (21-25 Juli 2021). Wah, ternyata udah banyak juga tuh judulnya.

Mungkin, di judul terakhir, perlu dimasukkan juga tuh kisah-kisah yang unik dan baru. Apa perlu juga nih di judul PPKM Level 1-4 dikasih juga pembedaan bumbu-bumbu dan tingkat kepedasannya tuh. Lumayan tuh buat gimmick yang mirip-mirip jualan Ayam Geprek. Hehe.

Boleh jadi, ini juga semacam Covid-19 Cinematic Universe ala pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) nih. Mungkin, di sini, Indonesia kini menjadi bagaikan Avengers yang bersiap melawan Thanos.

Soalnya, kan, seperti yang kita tahu, Thanos nggak langsung hilang meski sebelumnya telah meninggal – karena kembali muncul sosok Thanos dari timeline lain di film Endgame. Kini, Covid-19 pun kembali muncul dengan varian Delta yang ternyata lebih ganas tuh.

Hmmtapi nih, kalau di MCU, Iron Man dan Captain America langsung mengambil peran pemimpin tuh di antara para Avengers buat melawan Thanos. Nah, kalau di Covid-19 Cinematic Universe, Pak Jokowi bakal ambil peran langsung juga nggak ya? Wong dari kemarin mulai didesak buat mimpin langsung tuh – meskipun akhirnya tetap didelegasikan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Hehe.

Ya, terlepas dari itu semua, apa yang terjadi dalam Covid-19 Cinematic Universe ini bakal tercatat tuh oleh sejarah – seperti bagaimana tiap film MCU tetap diingat dalam sejarah film superheroHmm, kalau suatu hari nanti masuk pelajaran sejarah di sekolah, bakal susah nggak ya ngapalin-nya buat para siswa-siswi? Uppss. (A43)

Baca juga :  Kicepisme Pragmatis Politik

Baca Juga: Mungkinkah PPKM Buat Jokowi Jera?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Mega-SBY, A Birthday and Three Funerals

“Taufiq mendukung SBY usai terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya. Begitu pula SBY di kemudian hari menginstruksikan kadernya di kursi parlemen untuk memilih Taufiq...

Bayar Rindu Pelukan Jokowi-Paloh

“Peluklah diriku dan jangan kau lepas,” – Alexa, Jangan Kau Lepas Pinterpolitik.com Akhirnya ya, setelah sempat menimbulkan berbagai isu di media, saga pelukan Ketua Umum Partai...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

More Stories

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

Di Balik Mekarnya Citra Habibie

Tanggal 25 Juni dikenang sebagai hari lahir Habibie. Citranya kian harum meski telah tiada. Apa rahasia di balik reputasi yang tak pernah layu itu?