HomeCelotehCiptaker Banyak Versi, Di Mana Puan?

Ciptaker Banyak Versi, Di Mana Puan?

Kecil Besar

“Kebahagiaan rakyat, itulah hendaknya sebagai undang-undang tertinggi” – Marcus Tulius Cicero, penulis asal Romawi


PinterPolitik.com

Sobat Pinpol, khusus hari ini, mimin mau dengar bagaimana sih pendapat kalian dari lubuk hati yang paling dalam terkait Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker)? Saya yakin kalian sebagai milenial banyak yang menolak RUU tersebut ya dengan berbagai alasan yang dimiliki.

Meskipun jujur, mimin sendiri yakin – di antara kalian yang menolak atau mendukung – belum membaca draft UU tersebut. Kalaupun ada yang sudah membaca, belum tentu itu sampai akhir dan selesai. Hehehe.

Kalau mimin jelas ya di sini mau bersikap se-netral mungkin, namanya juga media yang ingin mencerdaskan kehidupan bangsa. Hehehe.

Namun, akhir-akhir ini mimin gundah gulana nihgengs. Pasalnya, setelah disahkan pada Senin lalu, draf RUU tersebut masih belum beredar di publik secara masif. Bahkan, pada saat rapat paripurna pengesahan, draf RUU itu tidak dibagikan ke para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Parah nggak sih menurut kalian? Lantas, kemarin apa para DPR ini dalam pembahasan nggak mempelajari dulu ya? Hadeuh.

Bahkan, yang terbaru, beredar empat versi draf dengan jumlah halaman yang berbeda, sob. Yang satu setebal 905 halaman, dan satu lagi 1.028 halaman, dan yang lainnya memiliki perbedaan pada pasal dalam draf masing-masing.

Tentu hal ini membuat banyak pihak bingung, kelimpungan, dan bertanya-tanya. Mana nih draf yang final dan menjadi pegangan pada saat pengesahan RUU Ciptaker ini?

Yang awal mimin ini berada di jalur tengah – layaknya Karna dalam film Mahabarata yang mencoba selalu menjadi penengah dan netral – seketika langsung berubah dan mengernyitkan dahi. Sembari dalam hati mimin menggerutu, “Ini bagaimana sih kerja DPR? Kok kesannya main-main. Jadi ingat Alm. Gus Dur yang menyamakan DPR dengan siswa Taman Kanak-kanak (TK).”

Padahal, kalau ada empat versi seperti ini, kan ya bahaya. Bisa jadi bumerang gitu loh. Yang tujuannya mau menarik investor datang ke Indonesia karena adanya disinformasi dan ketidakjelasan regulasi, yang ada malah investor gamang dan ribuan kali mikir mau menanamkan modal di Indonesia.

Gimana nih Ibu Puan Maharani sebagai Ketua DPR? Kelihatannya perlu banget nih klarifikasi dan memberikan informasi lebih lanjut. Pasti Mbak Puan tahu dong mana yang asli. Lah wong doi yang bahas beserta jajarannya.

Sangat ditunggu loh statement dan kalimatnya. Jangan sampai ya, diam seribu bahasa dan tiba-tiba menghilang. Terlebih, kondisi Indonesia saat ini semakin crowded dan tidak menentu.

Jangan sampai seperti kemarin. Sudah ber-statement terkait masyarakat Minang, eh, ketika kisruh dan berpotensi jadi konflik, nggak ada klarifikasi malah menghilang bagai ditelan bumi. Walhasil, para kader PDIP yang menjadi tameng.

Apa jangan-jangan Mbak Puan sendiri gak tahu draf mana final? Atau jangan-jangan masih ada yang perlu direvisi lagi?

Duh, padahal, skripsi saja kalau mau diujikan dan dibawa ke tahap ujian komprehensif harus sudah final dan disetujui pembimbing. Eh, ini aturan untuk negara, sudah disahkan, lah kok masih belum jelas mana produk finalnya. Hadeuh.  (F46)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Esemka, Mobil Dinas Baru Jokowi?

“Karakter bukan diajarkan lewat teori dan wejangan. Karakter diajarkan pakai teladan, dengan contoh nyata”. – Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta PinterPolitik.com Ada waktu untuk tertawa, ada...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...