HomeCelotehBerani Ganjar Tinggalkan PDIP?

Berani Ganjar Tinggalkan PDIP?

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo tidak diundang dalam halal bihalal PDIP Jateng. Apakah PDIP sudah tidak memperhitungkan Ganjar? Apakah Ganjar harus meninggalkan PDIP?


PinterPolitik.com

Bagi yang rajin mengikuti pemberitaan politik, khususnya seputar Pilpres 2024, tentu akrab dong ya dengan nama Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. Kalau melihat tren pemberitaannya, nama Pak Ganjar bahkan sudah muncul sejak kuartal keempat 2019 loh guys.

Katanya sih, Pak Ganjar adalah the next Jokowi alias penerus perjuangan politiknya Pak Jokowi. Katanya, Pak Ganjar dan Pak Jokowi sama-sama merakyat, suka blusukan, dan punya visi politik yang sama. Ya, entah apa pun klaimnya, yang jelas nama Pak Ganjar memang sangat sering muncul di pemberitaan media dan survei kandidat Pilpres 2024.

Tapi nih, sejak April atau Mei 2021, perjalanan Pak Ganjar menemui rintangan yang terjal guys. Kita semua tentu tahu dong ya, ini soal ketegangan dengan Mbak Puan Maharani beserta pendukung Mbak Puan. Ketua Bappilu PDIP Bambang “Pacul” Wuryanto sampai menyebut Pak Ganjar kemajon alias sudah kelewatan lho.

Kalau memperhatikan, ketegangan antara Pak Ganjar dan pendukung Mbak Puan sepertinya bukan main-main guys. Soalnya nih, pada Mei 2021 lalu, Pak Ganjar sampai tidak diundang dalam acara PDIP yang diadakan di Semarang, Jateng. Hmmm, sebagai Gubernur Jateng, Pak Ganjar justru tidak diundang.

infografis di mana ganjar

Dan tidak hanya sekali. Pak Ganjar kembali tidak diundang lho dalam acara halal bihalal PDIP Jateng baru-baru ini. Kalau kata pengamat politik Adi Prayitno, ini adalah kelanjutan dari banteng vs celeng guys, alias pendukung Mbak Puan vs pendukung Pak Ganjar.

Makin susah nih Pak Ganjar maju di Pilpres 2024 kalau ribut terus. Tapi nih, sebagai solusi, mungkin Pak Ganjar perlu mendengar saran berbagai pihak yang menilainya perlu keluar dari PDIP. Soalnya kan, dengan ketegangan saat ini, sulit rasanya Pak Ganjar dapat tiket pilpres dari partai banteng.

Baca juga :  Perempuan Kuat Ala Khofifah?
- Advertisement -

Lagipula, ini juga sebagai ajang pembuktian bagi Pak Ganjar. Kalau benar pendukung Pak Ganjar itu banyak, seharusnya enggak masalah dong Pak Ganjar di partai mana pun. Kan katanya akar rumput sangat mendukung Pak Ganjar. 

Nah, gimana nih Pak Ganjar? Berani enggak keluar PDIP? Hehe.

Sebagai opsi, mungkin Pak Ganjar bisa ke Partai Golkar atau Partai NasDem. Keduanya kan sama-sama partai besar, memiliki kekuatan kapital, dan belum memiliki kandidat yang dinilai ideal.

Well, entah apa pun yang menjadi pilihan Pak Ganjar, kita hanya bisa melihat guys. Semuanya ada di tangan Pak Ganjar. Bukankah begitu? (R53)

spot_img

#Trending Article

Jokowi Isyaratkan Lawan Megawati?

Tangkapan kamera formasi iringan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama tujuh ketua umum partai politik dianggap merepresentasi terbentuknya poros koalisi menghadapi kontestasi politik 2024. Lantas,...

Surya Paloh Cuma Coba-coba?

Meskipun Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah menghasilkan nama-nama hasil voting Dewan Pimpinan Daerah (DPW), Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang...

Cak Imin Jago Gocek?

Lagi lagi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin tampil dan menarik atensi publik melalui gocekan-gocekan politiknya...

NasDem-Demokrat Bentuk Koalisi?

Surya Paloh merupakan elite politik pertama yang ditemui secara terbuka oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apakah Partai NasDem dan Partai Demokrat akan membentuk koalisi? PinterPolitik.com Sambutan...

Prabowo Tidak Yakin dengan Megawati?

Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dibentuk oleh Partai Gerindra bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Apakah ini dapat dimaknai sebagai kekhawatiran Prabowo Subianto terhadap Megawati? PinterPolitik.com Partai Gerindra...

Kok Jokowi Marah-Marah?

Lagi-lagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur pejabat  kementerian dan pemerintahan daerah soal prioritas belanja. Jokowi menilai belanja produk luar masih lebih tinggi dibandingkan produk...

Permainan Surya Paloh Belum Usai?

Meski Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah usai, tapi tanya tentang hasil Rakernas masih membayangi pikiran publik. Apa sebenarnya strategi Ketua Umum Surya Paloh di balik...

Jokowi Gak Butuh Ma’ruf Amin?

Tidak terlihatnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada reshuffle kabinet mengundang tanda tanya sebagian orang. Apakah ini bermakna bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak butuh Ma’ruf? PinterPolitik.com Sebagian orang...

More Stories

Megawati Gantikan Puan dengan Tatam?

Puan Maharani terus didorong PDIP untuk menjadi kandidat di Pilpres 2024. Namun, jika elektabilitas Puan stagnan, mungkinkah Megawati akan menggantinya dengan Mohammad Rizky Pratama...

Bukan UI, Kenapa Presiden dari UGM?

Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani berharap ke depannya Presiden Indonesia tidak lagi dari alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), melainkan dari alumni Universitas Indonesia...

Kunci Wamendagri, Megawati Khawatirkan Tito?

Dalam reshuffle kabinet pada 15 Juni 2022, politisi PDIP John Wempi Wetipo digeser dari Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Wamen PUPR) menjadi...