HomeCelotehArti Gibran Cawalkot bagi Jokowi

Arti Gibran Cawalkot bagi Jokowi

Kecil Besar

“Kisah politik & kuasa, tak pernah lepas dari dukun dan dupa” – Najwa Shihab, jurnalis asal Indonesia


PinterPolitik.com

Cuy, ada berita mengagetkan nih, kalian tahu gak hayo? Berita ini sedang hangat-hangatnya. Tanggal 17 Juli kan momentum yang akan digunakan oleh PDIP untuk mengumumkan siapa saja calon kepala daerah yang mendapatkan surat rekomendasi maju dalam Pilkada, cuy.

Kita semua tahu dong, bahwa anak pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bernama Gibran Rakabuming Raka dan menantu presiden, Bobby Nasution, ini mau unjuk gigi dalam dunia politik. Nah, kalau kita perhatikan, informasi mengenai bagaimana nasib keluarga Presiden Jokowi terkait surat rekomendasi PDIP itusempat simpang siur sebelumnya.

Melihat hubungan antara Presiden Jokowi dan PDIP yang beberapa waktu kemarin sempat memanas, ini membuat banyak orang sempat mempunyai analisis dan spekulasi liar. Bahkan, masalah itu sampai menjadi topik obrolan di beberapa warung makan tempat tinggal mimin loh, cuy.

Ternyata eh ternyata, DPD PDIP melayangkan surat rekomendasi kepada Gibran dan Teguh. Wah, Pasalnya, beberapa waktu lalu juga ada lho pembicaraan antara Presiden Jokowi dan Purnomo di Istana Negara yang mengatakan bahwa memang Gibran yang mendapatkan surat rekomendasi, gengs.

Tapi, sebenarnya yang mejadi menarik bukan membahas soal surat rekomendasi yang diberikan kepada Gibran, gengs. Yang lebih menarik adalah pembahasan yang berkaitan dengan Presiden Jokowi secara personal dalam langkah politiknya.

Pasalnya, dengan diberikannya surat rekomendasi kepada Gibran, tentu konstelasi dan roda status politik juga menunjukkan perubahan. Terlebih, kondisi ini secara tidak langsung membuktikan bahwa Presiden Jokowi sudah “naik kelas” dan telah berpengaruh di PDIP, cuy, tidak lagi hanya sebatas petugas partai seperti banyak orang bilang.

Baca juga :  Gibran "Ban Serep" yang Ngarep?

Selama ini kan banyak banget tuh yang mengatakan bahwa Pak Jokowi ini hanya petugas partai yang bisa diatur dengan mudah oleh Bu Mega (sapaan akrab Megawati). Hehehe.

Selain itu, label yang melekat dan mengatakan bahwa PDIP adalah partai kader yang mengutamakan kader militan dan terbaik, serta sudah berproses dari bawah untuk mendapatkan surat rekomendasi, kelihatannya sudah tidak lagi relevan. Itu semua seakan menjadi sebuah jargon pemanis saja, cuy, alias tidak terbukti.

Lah gimana lagi? Lahwong Gibran yang bukan kader PDIP sejak awal dan belum tentu militan saja bisa mendapatkan surat rekomendasi.

Betul gak analisis pendek mimin tentang ini? Soalnya pertanyaan kritis yang muncul adalah, apa nih yang terjadi dengan PDIP? Sistem meritokrasi kan sebenarnya telah terbangun sejak lama? Kok mendadak luntur dan hilang seperti ini? Uppss.

Terlepas dari itu semua, perlu diingat juga ya, cuy, sesuai dengan tulisan miminkemarin, no free lunch dalam politik. Jadi, mari kita tunggu saja, hal menghebohkan apa yang akan muncul dalam waktu dekat ini. Hehehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...