HomeCelotehAnies vs Prabowo Rebutan Rizieq?

Anies vs Prabowo Rebutan Rizieq?

Kecil Besar

“Iya (jadwalnya Pak Prabowo padat) dan karena bukan nyari pencitraan ya, enggak ekspos-ekspos”. – Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra


PinterPolitik.com

Setelah Rizieq Shihab kembali dari Arab Saudi, tokoh-tokoh nasional kemudian berlomba-lomba untuk menemui Imam Besar Front Pembela Islam alias FPI itu. Mereka menjadi bagian dari gempita para pendukung Rizieq yang antusias menemui pentolan FPI itu.

Bukannya gimana-gimana ya, antusiasme itu bisa terlihat dari lautan massa yang datang ke Bandara Soekarno-Hatta untuk menjemput Rizieq. Puluhan penerbangan sampai batal loh gara-gara aksi mereka itu.

Makanya, tokoh-tokoh politik nasional nggak mau kehilangan momentum juga. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah bertemu dengan Rizieq. Dalam tajuk “sahabat lama”, Anies sebetulnya mempertunjukkan kedekatannya secara politik dengan Rizieq dan FPI yang terjalin sejak Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Publik mungkin masih ingat bagaimana Anies bicara soal Wahabisme di markas FPI bersama Rizieq dalam sebuah rekaman video jelang gelaran kontestasi elektoral tersebut.

Selain Anies, PKS adalah partai yang tokoh-tokohnya sudah bertandang dan menemui sang habib itu. Sekjen PKS Aboe Bakar Alhabsyi, kemudian Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri dan Ketua Umum PKS Ahmad Syaikhu berserta jajaran, menjadi wajah-wajah PKS yang sowan menemui Rizieq.

Well, nggak heran juga sih, baik FPI maupun PKS memang cenderung ada di spektrum politik yang sama, sehingga kehadiran mereka bisa dimaklumi.

Nah, yang publik tunggu-tunggu sebenarnya adalah Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Doi memang belum kelihatan datang menemui Rizieq. Padahal, sejak 2014 lalu, FPI dan Prabowo emang sudah ada di satu kubu politik. Hmm, padahal dukungan Rizieq adalah faktor politik yang penting loh.

Baca juga :  Unair, ITB, dan Ilusi Peringkat

Konteksnya mungkin akan terlihat di Pilpres 2024 mendatang.

Hanya saja, ada kemungkinan baik Prabowo maupun Anies akan sama-sama maju di gelaran kontestasi elektoral tersebut, bahkan boleh jadi malah bisa saling berhadapan. Wih, kalau itu yang terjadi, maka Rizieq dan FPI sangat mungkin akan jadi rebutan.

Kalau dilihat dari gelagat politiknya sih Anies memang cenderung mendapatkan citra yang lebih positif di hadapan Rizieq dan FPI. Sementara Prabowo, pasca sudah masuk ke pemerintahan, agaknya dicitrakan mulai menjauh dari Rizieq dan FPI. Bahkan sempat muncul kritik pula terhadap mantan Danjen Kopassus itu terkait manuvernya bergabung ke pemerintahan.

Yang jelas, Habib Rizieq ini akan terus jadi rebutan. Ibaratnya infinity stone di seri Avengers milik Marvel yang diperebutkan oleh banyak pihak, mungkin seperti itulah Habib Rizieq. Doi bisa memberikan kekuatan politik yang besar bagi siapapun yang dekat dengannya.

Menarik untuk ditunggu nih siapa yang bakal mendapatkan hati Rizieq dan FPI kali ini. (S13)


Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Puji Jokowi Untuk si Pembenci

"Ya saya kira sangat bagus. Karena beliau seorang tokoh politik yang berpengalaman. Leadership dan rekam jejak beliau, saya kira tidak diragukan lagi. Sangat bagus...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.