HomeCelotehAhok Menteri Yang Dinanti?

Ahok Menteri Yang Dinanti?

Kecil Besar

“Jangan sampai (Ahok) justru menteri menjadi beban presiden”. – Pangi Syarwi Chaniago, Direktur Eksekutif Voxpol Center


PinterPolitik.com

Nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok itu udah berasa kayak bintang film besar. Ibaratnya Robert De Niro atau Leonardo DiCaprio atau yang lainnya. Nama-nama mereka selalu menarik perhatian pemberitaan.

Sama kayak namanya Pak Ahok. Doi ngapain aja selalu jadi berita. Ahok bersin pun kayaknya wartawan bakal nulis berita tentang itu. Hehehe.

Emang nggak dipungkiri sih, kiprahnya saat memimpin Jakarta dan ditambah segala kontroversi yang dibuatnya bikin Ahok jadi media darling dan selalu muncul di hampir setiap fenomena politik, termasuk soal reshuffle kabinet.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi emang tengah dikabarkan siap melakukan reshuffle kabinet. Hal ini mencuat setelah DPR menyetujui penggabungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). DPR juga menyetujui pembentukan kementerian baru lain, yaitu Kementerian Investasi.

Baca Juga: Banjir Jakarta, Antara Anies dan Soeharto

Nah, terkait hal ini, sudah sejak lama Presiden Jokowi memang berkeinginan untuk membentuk kementerian yang fokus mengurusi investasi. Setelah dapat lampu hijau dari DPR, para pengusaha juga sudah menyambut positif pembentukan kementerian Investasi itu.

Apalagi, kementerian ini punya kaitan langsung dengan UU Cipta Kerja yang sebelumnya sudah disahkan. Dalam beleid Cipta Kerja, seluruh urusan perizinan berusaha memang berada satu pintu di Badan Koordinasi Penanaman Modal alias BKPM. Namun ke depan, BKPM dianggap tidak cukup kuat mengatasi semua persoalan itu, sehingga diperlukan perubahan.

Makanya muncul spekulasi terkait siapa yang akan menjadi pemimpin di kementerian yang satu ini. Salah satu nama yang muncul adalah the one and only, Pak Ahok.

Baca juga :  The One-Man Band

Nama ini muncul dari Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab yang di beberapa media mengatakan sosok Ahok cocok jadi Menteri Investasi. Iya sih, kalau menterinya bisa punya integritas kayak Ahok, udah pasti bakal aman deh investasi dan keuangan negara.

Namun, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menyebut tidak mungkin Jokowi memilih Ahok jadi menteri. Soalanya ada potensi melanggar UU. Ini terkait larangan pejabat negara di level menteri untuk diduduki oleh orang yang punya track record kasus hukum dengan tuntutan minimal 5 tahun penjara.

Pak Ahok memang hanya dihukum 2 tahun penjara terkait kasus penodaan agama. Namun, tuntutan yang kala itu dihadapkan padanya adalah 5 tahun penjara.

Wih, bakal menarik nih, apakah Pak Jokowi berani beneran untuk menunjuk Pak Ahok jadi Menteri Investasi? Sabi nih untuk kita tunggu. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Sandi Galau Jokowi Makin Sakti

“Berikan tubuhmu sebanyak mungkin nutrisi supaya kuat, sehat dan bertenaga. Jika tubuh sudah kuat, sehat dan bertenaga, maka silahkan lanjutkan perlawanannya.” PinterPolitk.com Sandiaga Salahuddin Uno menyambut...

Masa Suram Budiman Sudjatmiko dkk.

“Orang tua, pandanglah kami sebagai manusia. Kami bertanya, tolong kau jawab dengan cinta,” – Iwan Fals, Bongkar Pinterpolitik.com Mahasiswa bergerak. Ribuan mahasiswa  di seluruh penjuru negeri...

Pesan Isyarat Panglima TNI

“Panglima TNI pasti berpolitik. Politiknya adalah politik negara bukan politik praktis,” Jenderal Gatot Nurmantyo. PinterPolitik.com Penuh jejal spekulasi. Banyak yang menuding. Potret ini yang kian dilekatkan...

Pemerintah ‘Paksa’ Minum Air Kotor?

“Air berkata kepada yang kotor, ‘Kemarilah.’ Maka yang kotor akan berkata, ‘Aku sungguh malu.’  Air berkata, ‘Bagaimana malumu akan dapat dibersihkan tanpa aku?” ~...

Otoriter, Jika Jokowi Tanpa Oposisi?

"Demokrasi kita akan terganggu karena berarti koalisi Jokowi itu akan jauh besar, mungkin di atas 90 persen kekuatan di parlemen". – Sirojuddin Abbas, Direktur...

Anak STM Mendemo “Anak TK”

“Keterangan saya tidak begitu dipahami, karena memang enggak jelas bedanya antara DPR dan Taman Kanak-Kanak,” – Abdurrahman Wahid, Presiden RI ke-4 Pinterpolitik.com Awas, awas, anak STM...

SBY Khawatirkan AHY?

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan hanya ada satu matahari di Partai Demokrat. Tegasnya, saat ini yang memimpin partai adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kenapa...

PDIP Seharusnya Bersyukur Ada Luhut?

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tampaknya membuat gerah PDIP. Masinton Pasaribu bahkan mengeluarkan kalimat tegas, hingga meminta Presiden Jokowi memecat Luhut. Namun, mungkinkah PDIP...

More Stories

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.

Hotel Sultan dan Mesin Uang Soeharto

Water canon, batu beterbangan, 3.161 aparat mengepung Senayan. Negara akhirnya merampungkan apa yang gagal dilakukan selama 26 tahun: merebut Hotel Sultan dari tangan keluarga Sutowo. Nilai aset Rp 28,9 triliun — eksekusi perdata terbesar dalam sejarah Indonesia. Bermula dari tipu daya: Ibnu Sutowo membangun hotel pesanan Gubernur Ali Sadikin, bukan atas nama Pertamina, melainkan atas nama PT Indobuildco milik pribadinya.

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.