HomeCelotehHari Rabu: Jokowi’s Best Day?

Hari Rabu: Jokowi’s Best Day?

Kecil Besar

“It’s the best day ever!” – SpongeBob Squarepants, “Best Day Ever” (2006)


PinterPolitik.com

Buat kalian yang kini bisa disebut sebagai generasi milenial, pasti pernah tuh ngalamin rasanya nggak sabar menunggu-nunggu hari Sabtu dan Minggu kala masih kecil dulu. Lhagimana nggak? Di hari-hari itu, tidak ada kegiatan sekolah dan jadi waktu di mana kartun-kartun asal Amerika Serikat (AS) dan Jepang ditayangkan di saluran-saluran televisi nasional.

Hmm, kalau saya sih dulu biasanya udah mantengin televisi sejak matahari terbit di awal hari. Bahkan, jadwal kartun pada hari itu pun sudah hapal. Hadeeh, kartun bisa hapal, tapi pelajaran sekolah malah susah dipahami.

Nah, salah satu kartun yang ditunggu-tunggu kala itu ada yang judulnya SpongeBob Squarepants tuh. Bahkan, terkadang, franchise satu ini terasa nostalgic lho ketika film barunya dirilis beberapa waktu lalu.

Di kartun satu ini, ada satu episode yang cukup memorable tuh. Apalagi, lagu yang dinyanyikan si sponge laut kuning itu juga sangat mudah diingat. Judul episode dan lagunya kala itu adalah “Best Day Ever”.

Ceritanya sih si SpongeBob ini udah bahagia banget ketika akan menjalani hari yang – menurutnya – jadi hari terbaik dalam hidupnya. Kala bangun pagi, semangat makhluk kuning satu ini sangat menggebu-gebu lho.

Tapi ya, namanya juga makhluk – kita hanya bisa berencana tapi Tuhan lah yang menentukan. Gimana nggak? Meski sudah dianggap-anggap jadi hari terbaik, malapetaka dan masalah malah jadi hal-hal yang merundung SpongeBob lho.

Hmm, mungkin nih, perasaan akan adanya hari terbaik ini juga dirasakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kalau kita perhatikan nih, Pak Jokowi ini selalu suka dengan hari yang ada di tengah minggu lho, yakni hari Rabu.

Baca juga :  Sultan Jogja: Simpul Kuasa Indonesia

Baca Juga: Soal Data, Menkes Budi Kritik Jokowi?

Knives Inside Jokowi Prabowo Megawati

Hampir setiap keputusan dan kegiatan pentingnya Pak Jokowi dilakukan di hari satu ini lho. Pelantikan menteri-menteri pada Desember 2020 lalu, misalnya, dilakukan pada hari Rabu.

Masih berhubungan dengan pelantikan pejabat baru, Pak Presiden juga melantik Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) baru – Listyo Sigit Prabowo – pada 27 Januari 2021. Hmm, kata banyak pihak, mungkin ini karena Pak Jokowi selalu menganggap hari Rabu sebagai hari yang penuh keberuntungan tuh.

Selain pelantikan, Pak Jokowi juga melakukan kegiatan bersejarah pada hari Rabu. Vaksinasi dosis pertama, misalnya, dilaksanakan pada hari Rabu, 13 Januari 2021. Begitu juga dengan vaksinasi kedua, hari Rabu, tanggal 27 Januari jadi pilihan Pak Jokowi untuk menerima dosis selanjutnya.

Tapi nih, seperti SpongeBob, bukan nggak mungkin hari Rabu ala Pak Jokowi satu ini malah jadi hari yang juga dipenuhi dengan berbagai persoalan. Soal situasi pandemi Covid-19, misalnya, jumlah kasus akumulasi Indonesia telah menembus angka satu juta kasus.

Apalagi nih, masih berkaitan dengan pandemi, pernyataan Pak Jokowi kini jadi sorotan publik lhoGimana nggak? Sehari sebelum jumlah kasus mencapai satu juta, Pak Presiden sempat berkata, “Kita bersyukur Indonesia termasuk negara yang bisa mengendalikan dua krisis tersebut dengan baik.”

Nggak cuma soal pandemi Covid-19, seorang relawan Jokowi kini juga tengah disoroti akibat pernyataan bernada rasis. Ambroncius Nababan yang juga merupakan politikus Hanura kini ditangkap setelah membandingkan aktivis asal Papua, Natalius Pigai, dengan gambar seekor gorila.

Ya, semoga saja – terlepas dari berbagai persoalan yang membayangi – Pak Jokowi dapat merasa tetap ceria ya seperti SpongeBob. Meski berujung buruk, ternyata hari terbaik itu tetap meninggalkan kesan. Hehe. (A43)

Baca juga :  The One-Man Band

Baca Juga: Jokowi Dijegal Relawan Sendiri

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

PSI, dari Achilles ke Batman

“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

Prabowo vs Ma’ruf ‘Panaskan’ Tangsel

“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih” – Jenderal Soedirman, Jenderal Revolusi Indonesia PinterPolitik.com Adakah di sini yang nge-fans sama Cristiano Ronaldo...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Habiburokhman “Fashion Police” Jokowi

"Always have fun with fashion dress to entertain yourself." ~Betsey Johnson PinterPolitik.com Ajegileee, kemarin eike sempet terpana lho melihat foto-foto pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan...

Sandi Galau Jokowi Makin Sakti

“Berikan tubuhmu sebanyak mungkin nutrisi supaya kuat, sehat dan bertenaga. Jika tubuh sudah kuat, sehat dan bertenaga, maka silahkan lanjutkan perlawanannya.” PinterPolitk.com Sandiaga Salahuddin Uno menyambut...

Pemimpin Idaman Versi Jokowi-Sandi

"Cita-cita demokrasi kita lebih luas, tidak saja demokrasi politik, melainkan juga demokrasi ekonomi. ~Bung Hatta PinterPolitik.com Dalam acara deklarasi dukungan dari alumni sejumlah kampus beberapa waktu...

More Stories

Fathimah Azzahra dan Warisan STOVIA

Seorang mahasiswi kedokteran memukau publik di panggung debat nasional. Mengapa cara bicaranya yang tenang justru terasa begitu radikal? 

Inul, Naykilla, dan Kebangkitan ‘Centil-isme’

Dari gaya dan goyang yang dulu dicekal, "centil" kini jadi identitas yang dirayakan. Apa yang sebenarnya sedang naik?

‘Teach You a Lesson’: Fantasi Indonesia?

Serial Korea soal negara yang mengirim inspektur ke sekolah jadi sorotan. Mungkinkah fantasi itu yang sebenarnya dibutuhkan guru Indonesia?