HomeCelotehRidwan Kamil ‘Suka’ Makan Ulat?

Ridwan Kamil ‘Suka’ Makan Ulat?

Kecil Besar

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil menantang Wali Kota Bogor Bima Arya dan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan untuk mencoba memakan ulat sagu yang menjadi hidangan khas Papua. Apa challenge ini semacam Fear Factor ala RK?


PinterPolitik.com

Papua merupakan tanah indah yang terletak di ujung timur Indonesia. Dengan kekayaan alamnya, kekayaan budaya – termasuk kuliner – turut terbentuk di alternate universe Bumi-45.

Mungkin, hal inilah yang terbesit di pikiran Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil ketika mengunjungi sebuah rumah makan di Papua bersama Wali Kota Bogor Bima Arya dan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan. Kala itu, RK dan para pejabat daerah lainnya mencoba sebuah hidangan unik asal Papua, yakni ulat sagu.


Emil: Saya selaku Gubernur Jawa Barat menginstruksikan Wali Kota Bogor Bima Arya untuk mencoba mencicipi ulat sagu ini.

Bima: Selaku pemimpin, harusnya perlu memberi contoh terlebih dahulu kepada bawahannya.

Emil: Ya, nggak bisa dong. Apapun instruksinya, bawahan harus melaksanakan.

(Emil, Bima, dan Hengky akhirnya memberanikan diri untuk memakan hidangan ulat sagu di piring tersebut)

Bima: Hmm, rasanya kayak ulat.

Emil: Iya. Rasanya seperti ulat.


Sungguh sebuah contoh keberanian yang luar biasa untuk memakan hidangan ulat sagu yang mungkin bagi banyak orang tidaklah untuk dikonsumsi. Maka dari itu, sebuah perusahaan televisi pun memiliki ide ketika melihat keberanian RK dan kawan-kawan.

Bersama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), saluran televisi ini menghidupkan kembali sebuah acara popular, yakni Fear Factor. Namun, kali ini, Fear Factor dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi Fear Factor: Presidential Edition sebagai salah satu cara bagi masyarakat untuk menguji “keberanian” para calon pemimpin Indonesia.


Host: Selamat datang di Fear Factor: Presidential Edition. Kali ini, para calon presiden akan melalui berbagai percobaan yang akan menguji fear terdalam masing-masing. Untuk tantangan yang pertama, para kandidat diharuskan untuk melalui uji makan ulat sagu. Silakan!

Emil: Wah, ini saya udah pernah. Ini mah biasa atuh!

Ganjar: Wah, opo ora gendeng kuwi? Moso yo presiden kudhu dhahar ulat sagu? Toh yo ora ngono kuwi.

Anies: Sesuai permintaan masyarakat, kami akan mencoba untuk menjalankannya – apapun amanat rakyat.

(Emil, Ganjar, dan Anies akhirnya mencoba memakan ulat sagu tersebut)

Baca Juga: Ridwan Kamil Akhirnya Ungguli Sandiaga?

Mungkinkah Capres Tiga Pasang

Host: Selamat! Kalian sudah lolos uji keberanian yang pertama. Untuk babak yang berikutnya, para kandidat diharuskan untuk meminum satu gelas jamu ini dalam satu teguk. Silakan dimulai!

Ganjar: Lah, yen iki aku wis biasa. Presiden ya kaya Pak Jokowi kuwi, ngunjuk jamu saben dina yen arep sehat lan kuat!

Anies: Atas amanat rakyat, saya akan meminum habis segelas jamu ini.

Emil: Hayu ngaleueut!

(Emil, Ganjar, dan Anies pun berhasil lolos babak ini)

Host: Untuk babak yang berikutnya, tantangannya adalah melawan ketakutan terhadap ketua umum partai!

Ganjar: Waduh! Susah juga yen iki. Nuwun nggih, Bu Mega.

Anies: Ya, bagaimana pun kita tidak boleh melawan saudara sebangsa sendiri.

Emil: Bisa diajak safari lah ini. Kemarin kan saya ajak Mas AHY naik sepeda bak Dilan.

Host: Waduh, kok beda-beda begini cara ngelawannya? Ya sudah, lanjut saja ke babak berikutnya, yakni melawan oligarki. Kan, sebagai presiden, nanti bapak-bapak harus berani melawan kehendak oligark dan elite demi kepentingan rakyat.

Anies: Bila benar amanat rakyat berkata demikian, maka, dan lantas, saya akan berusaha sebaik mungkin. Mari kita pertemukan keinginan dan kehendak masing-masing.

Ganjar: Waduh. Nuwun pangapunten, Bapak Ibu Oligark. Piye kalau kita bicarakan dulu demi kepentingan bersama?

Emil: Bapak dan ibu oligark mungkin kita bisa berolahraga bersama? Atau mungkin mau berkeliling naik motor gede alias moge?


Sebelum upaya mereka dimulai, entah mengapa acara tersebut terputus dari siaran televisi yang berlangsung. Rakyat-rakyat yang menonton pun tidak tahu kelanjutannya bagaimana – bagaikan pengalaman rakyat di masa-masa sebelumnya yang tidak tahu pasti mau dibawa ke mana arah negara ini. (A43)

Baca Juga: Tarung Capres Giring vs Ahmad Dhani


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

PSI, dari Achilles ke Batman

“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Sandi Galau Jokowi Makin Sakti

“Berikan tubuhmu sebanyak mungkin nutrisi supaya kuat, sehat dan bertenaga. Jika tubuh sudah kuat, sehat dan bertenaga, maka silahkan lanjutkan perlawanannya.” PinterPolitk.com Sandiaga Salahuddin Uno menyambut...

Pemimpin Idaman Versi Jokowi-Sandi

"Cita-cita demokrasi kita lebih luas, tidak saja demokrasi politik, melainkan juga demokrasi ekonomi. ~Bung Hatta PinterPolitik.com Dalam acara deklarasi dukungan dari alumni sejumlah kampus beberapa waktu...

Esemka, Mobil Dinas Baru Jokowi?

“Karakter bukan diajarkan lewat teori dan wejangan. Karakter diajarkan pakai teladan, dengan contoh nyata”. – Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta PinterPolitik.com Ada waktu untuk tertawa, ada...

Masa Suram Budiman Sudjatmiko dkk.

“Orang tua, pandanglah kami sebagai manusia. Kami bertanya, tolong kau jawab dengan cinta,” – Iwan Fals, Bongkar Pinterpolitik.com Mahasiswa bergerak. Ribuan mahasiswa  di seluruh penjuru negeri...

Anas Urbaningrum Segera Tantang SBY?

Baliho Anas Urbaningrum tiba-tiba terpasang di dekat Cikeas. Apakah mungkin Anas segera tantang SBY selepas bebas dari penjara?

More Stories

Fathimah Azzahra dan Warisan STOVIA

Seorang mahasiswi kedokteran memukau publik di panggung debat nasional. Mengapa cara bicaranya yang tenang justru terasa begitu radikal? 

Inul, Naykilla, dan Kebangkitan ‘Centil-isme’

Dari gaya dan goyang yang dulu dicekal, "centil" kini jadi identitas yang dirayakan. Apa yang sebenarnya sedang naik?

‘Teach You a Lesson’: Fantasi Indonesia?

Serial Korea soal negara yang mengirim inspektur ke sekolah jadi sorotan. Mungkinkah fantasi itu yang sebenarnya dibutuhkan guru Indonesia?