HomeCelotehDi Balik Enggan Ahok Gabung PSI

Di Balik Enggan Ahok Gabung PSI

Kecil Besar

“You either die a hero, or you live long enough to see yourself become the villain,” – Harvey Dent dalam film The Dark Knight (2008)


PinterPolitik.com

Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akhirnya mau bicara blak-blakan. Setelah bebas dar penjara akibat kasus penistaan agama, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tampak minim sekali berbicara dan sangat berhati-hati. Nah, akhirnya Pak Ahok mau juga berbicara cukup panjang dengan Majalah Tempo.

Ada banyak hal yang diceritakan oleh Pak Ahok dalam wawancaranya dengan Tempo. Ada soal kemarahannya kepada sejumlah pihak, ada juga relasi dengan orang yang dulu pernah berseberangan dengannya.

Namun, di antara itu semua, ada  satu hal yang lumayan menarik yaitu soal keengganan Pak Ahok untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Seperti diketahui, Pak Ahok kan memang memutuskan berlabuh dengan PDIP alih-alih bergabung dengan partai yang dipimpin Grace Natalie itu.

Hmmm, kok bisa ya? Bukannya PSI itu partai yang berisi pendukung-pendukung Pak Ahok?

Kalau merujuk ke wawancaranya dengan Tempo sih, mungkin aja ini tuh ada kaitannya dengan pecah kongsi antara Pak Ahok dengan stafnya yatu Sunny Tanuwidjaja yang belakangan diketahui menjadi Sekretaris Dewan Pembina PSI.

“Gue marah besar”, itu kata-kata yang digunakan Pak Ahok untuk menggambarkan reaksinya ketika mengetahui Sunny menghubungi terdakwa kasus reklamasi M. Sanusi.

Hubungan Pak Ahok dengan Sunny semakin merenggang ketika laporan Tempo menyebut kalau aliran dana ke kelompok relawan “Teman Ahok” itu ada yang diduga berasal dari pengembang reklamasi. Waduh, panjang juga ya.

Hmmm, gimana nih PSI? Kok Pak Ahok bisa enggan begitu ya bergabung dengan PSI? Kan, katanya PSI ini salah satu inspirasinya adalah Pak Ahok, kok bisa sih Pak Ahoknya sendiri justru enggan merapat dan malah bergabung dengan PDIP?

Baca juga :  Strategi “Gajah” Kaesang masuk Pesantren ?

Mungkin ini bisa jadi kritikan awal bagi PSI sebagai partai baru. Kan, mereka ini mengusung kebaruan dan progresivitas dalam berbagai kampanyenya. Nah, sikap Pak Ahok yang marah akibat adanya kaitan dengan isu pengembang apalagi korupsi reklamasi harusnya sih jadi evaluasi bagi mereka.

Sebagai partai baru, idealnya sih PSI bisa serius membuka isu-isu semacam ini. Kalau enggak, mungkin bukan hanya Pak Ahok aja yang bakalang enggan sama partai tersebut. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Gatot Ke INTI, Persiapan Pilpres?

Minggu lalu, Panglima TNI Gatot Nurmantyo melakukan silaturahmi dengan para Pengusaha Indonesia Tionghoa (INTI). Gatot siap Pilpres? PinterPolitik.com “Politik adalah seni kelihaian dalam mendapatkan suara dari...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...