HomeCelotehAda Apa dengan Kediri, Pak Pramono?

Ada Apa dengan Kediri, Pak Pramono?

Kecil Besar

“And I say, hey yeah yeah, hey yeah yeah. I said hey, what’s going on?” – 4 Non Blondes, What’s Up?


PinterPolitik.com

Tiba-tiba saja Kota Kediri, Jawa Timur jadi bahan pembicaraan banyak orang. Bukannya apa-apa, belakangan ini muncul kabar kalau Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung melarang Pak presiden Jokowi untuk mengunjungi daerah tersebut.

Loh, memangnya ada apa ya kok sampai harus melarang? Apakah kota itu memiliki ancaman keselamatan kepada presiden? Ataukah karena akses medan ke sana yang sulit untuk dilalui oleh kendaraan presiden?

Ternyata bukan itu  semua alasannya. Kalau merujuk ke Pak Pramono, ia bukannya tanpa sebab memberikan larangan itu kepada Pak Jokowi. Mantan Wakil Ketua DPR RI itu mengingat kunjungan presiden keempat Abdurrahman Wahid ke daerah yang berada di Jawa Timur itu.

Kalau kata Pak Pramono, setelah Gus Dur berkunjung ke daerah tersebut, terjadi gejolak di ibu  kota. Bukan sembarang gejolak, karena hal itu ternyata berujung pada pelengseran Gus Dur. Nah, sepertinya Pak Pramono ini gak ingin kalau Pak Jokowi bernasib sama seperti Gus Dur. Waduh.

Memang sih, ada semacam kepercayaan di dalam masyarakat kalau seorang presiden itu gak boleh berkunjung ke kawasan Kediri. Katanya, Kediri itu wilayah wingit yang gak boleh dikunjungi oleh Presiden Republik Indonesia.

Kepercayaan ini disinyalir terkait erat dengan sejarah Kota Kediri. Ada sebuah sabda dari Raja Kalingga, Kartikea Singha yang mengatakan, setiap kepala negara yang tidak memiliki hati suci maka akan jatuh atau lengser.

Mungkin itulah sebabnya, hanya Soekarno, B.J. Habibie, Gus Dur, dan Susilo Bambang Yudhoyono yang berani mengunjungi kota tersebut. Pak SBY mungkin jadi yang lumayan menarik, karena Ketua Umum Partai Demokrat ini berkunjung ke Kediri sebanyak dua kali.

Nah, itu ada Pak SBY yang berkunjung ke Kediri dua kali, kok gak terjadi apa-apa? Bukan sekadar gak terjadi apa-apa, Pak SBY bahkan melewati dua periode kepemimpinan dengan cukup mulus dan juga dengan popularitas yang cukup mentereng.

Berkaca dengan kasusnya Pak SBY itu, kok Pak Pramono harus melarang Pak Jokowi sih? Kenapa sih Pak Pramono sampai khawatir banget Pak Jokowi harus gak ke Kediri?

Ya, semuanya adalah misteri. Termasuk juga mungkin tentang kepercayaan soal Kediri itu sendiri. Tapi, ada satu yang mungkin bukan misteri, Pak Pramono mendukung anaknya berlaga di Pilkada Kabupaten Kediri. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...