HomeCelotehPara Peramal Gestur Jokowi

Para Peramal Gestur Jokowi

Kecil Besar

“Kamu Milea, ya? Boleh gak aku ramal? Aku ramal, nanti kita akan bertemu di kantin,” – Dilan, Dia Adalah Dilanku Tahun 1990


PinterPolitik.com

Pernyataan Presiden Jokowi di acara Imlek Nasional beberapa waktu lalu sepertinya menjadi pembicaraan banyak orang ya. Bukannya apa-apa, di acara tersebut Pak Jokowi sempat menyinggung pendampingnya saat menjadi gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Jadi, Pak Jokowi ini sempat menyinggung Pak Ahok karena gak hadir di acara tersebut. Gak hanya itu, Pak Jokowi juga sempat melontarkan pernyataan “setelah jadi Komisaris Utama Pertamina, kok tidak datang”. Kalau diperhatikan, Pak Jokowi menyinggung Pak Ahok berkali-kali tuh di acara tersebut.

Akibat pernyataan Pak Jokowi tersebut, spekulasi kemudian bergulir. Beberapa orang bertanya-tanya, kok Pak Jokowi melontarkan pernyataan seperti itu sih? Mungkin ada juga yang bertanya, memangnya ada apa sih dalam hubungan Pak Jokowi dan Pak Ahok sekarang.

Pernyataan dari Pak Jokowi itu kemudian memunculkan banyak orang yang mencoba meramal atau menafsir pernyataan Pak Jokowi. Misalnya aja, ada yang menilai kalau pernyataan Pak Jokowi itu adalah peringatan kepada Pak Ahok.

Gak hanya itu, ada juga yang memberikan tafsiran kalau Pak Jokowi ini kecewa. Masih ada lagi, ada juga yang mengartikan kalau pernyataan Pak Jokowi ini mungkin aja cuma ekspresi kangen dari sang presiden kepada Pak Ahok.

Hmmm, kok jadi banyak peramal dan penafsir dadakan gini ya dari pernyataan Pak Jokowi? Apakah mereka merasa seperti Dilan ketika meramal dirinya bakal ketemu Milea?

Lagian, kadang-kadang orang tuh suka bikin bingung. Nanya soal sikap Pak Jokowi kok ke orang lain? Bukannya bisa langsung nanyain langsung ke Pak Jokowi? Memangnya kenapa sih, sampai harus pakai peramal atau penafsir gestur Pak Jokowi? Kan bisa tabayyun atau klarifikasi langsung gitu loh.

Bukannya apa-apa, hal seperti ini tuh bukan sekali dua kali doang terjadi dalam pemberitaan di Indonesia. Ketika orang bersikap sesuatu, coba dimaknai macam-macam kemudian dibumbui oleh pendapat pengamat yang boleh jadi gak sepenuhnya paham dengan konteks. Sementara itu, subjek yang bersikap sendiri malah luput dari pertanyaan.

Baca juga :  Jokowi: Saya akan Lawan! Part 2

Semoga aja pemberitaan kita nanti gak sepenuhnya diisi sama para peramal ya. Kan katanya jangan hoaks, jangan menggiring opini, harus cover both sides, bla bla bla. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...