HomeCelotehPKS Siap "Modali" Gelora?

PKS Siap “Modali” Gelora?

Kecil Besar

“Kau lihatlah diri ini. Gak perlu kaya dan gagah, hanya bermodalkan cinta,” – The Dance Company, Modal Cinta


Pinterpolitik.com

Partai Gelora sepertinya tengah terus mencuri perhatian dengan gelombang mereka. Partai yang berisi eks kader-kader ini  sudah mengumumkan jajaran pengurus dengan nama-nama cukup tenar seperti Anis Matta sebagai ketua umum, Fahri Hamzah sebagai wakil ketua umum, hingga Mahfudz Siddiq sebagai sekjen.

Kalau misalnya itu belum cukup, jajaran pengurus di tingkat daerah partai ini juga punya reputasi cukup mentereng. Mereka misalnya punya mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana sebagai Ketua DPW Gelora DKI Jakarta dan Wagub Kaltim Hadi Mulyadi sebagai Ketua DPW Gelora Kaltim.

Eits, sepertinya gerakan partai baru ini lumayan cepat juga. Pemilu kan masih sekitar lima tahun lagi, langkah partai ini sebenarnya lumayan menggebrak, meski memang terlalu dini untuk bisa dianggap fenomenal.

Nah, di antara gerakan-gerakan gesit partai ini, terbersit satu pertanyaan penting, kok bisa sih mereka segesit itu? Bikin partai kan bukan pekerjaan mudah dan murah, kok mereka bisa langsung tancap gas seperti ini sih?

Memang sih ketokohan Anis Matta bisa jadi salah satu faktor penyebab partai ini lebih mudah meraup kader. Pak Anis ini kan mantan presiden PKS dan pernah jadi sekjen dalam waktu yang lama, jadi ya pantas aja kalau misalnya  banyak yang loyal ke beliau.

Yang jadi pertanyaan adalah, dari mana sih dana Partai Gelora ini sampai bisa terus bergerak? Kalau yang satu ini sih, sepertinya belum bisa dijawab penuh ya, soalnya sosok-sosok yang sejauh ini terungkap bukanlah pembesar partai-partai lain yang tembus 150 orang terkaya di negeri ini.

Terlepas dari itu, sebenarnya mungkin ada satu peluang  dana yang bisa dimanfaatkan untuk modal awal Partai Gelora. Potensi pengisi pundi-pundi PKS ini datang langsung dari wakil ketua umum mereka sendiri yaitu Fahri Hamzah.

Jadi, Pak Fahri ini kan lagi getol-getolnya menagih uang ganti rugi Rp 30 miliar kepada PKS. Uang ini tuh merupakan uang ganti rugi setelah ia memenangkan rangkaian proses hukum setelah ia dipecat dari PKS.

Nah, uang Rp 30 miliar ini mungkin bisa jadi modal awal buat Gelora melancarkan ikhtiar mereka di politik Indonesia. Itupun kalau Pak Fahri ikhlas ya, kan lumayan buat cetak spanduk. Memang sih, Pak Fahri sempat mengutarakan kalau uang itu bakal ia infakkan, tapi ya siapa tahu bisa berubah pikiran.

Ya udah deh, kita tunggu aja kiprah partai ini bakal gimana. Saran aja nih, kayaknya Gelora harus bisa terbuka soal urusan pendanaan, jangan kayak partai baru yang dulu-dulu, sampai sekarang belum sepenuhnya jelas dananya dari mana. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...