HomeCelotehBeda Kelas Anies-Denny Siregar

Beda Kelas Anies-Denny Siregar

Kecil Besar

“Segala perbedaan itu, membuatmu jauh dariku,” – Ari Lasso, Perbedaan


Pinterpolitik.com

Majalah Tempo kembali menimbulkan sensasi. Setelah membikin heboh karena menampilkan wajah presiden Jokowi bersama siluet sosok berhidung panjang, sekarang media investigasi itu menggambarkan sosok Gubernur DKI Jakarta bersama dengan lem Aibon di sampul depannya.

Wah, kalau melihat gambarnya, memang berani ya Tempo ini dalam urusan ilustrasi sampul depan. Ngomong-ngomong Pak Anies ngerasa “lengket” gak ya gara-gara digambarkan tempo berada di sekitar lem berbau khas tersebut?

Jika melihat responsnya di Twitter, Pak Anies sih sepertinya gak terlalu menganggap sampul depan Tempo itu sebagai masalah besar. Mantan Menteri Pendidikan itu justru berterima kasih atas ilustrasi itu dan menganggapnya sebagai bagian dari demokrasi.

Eh, ternyata gak Cuma itu, Pak Anies juga tampaknya menganggap bahwa sampul dari Majalah Tempo itu adalah hal yang wajar. Bagi mantan rektor Universitas Paramadina itu, kalau gak membuat sampul seperti itu ya bukan Tempo namanya.

Hmmm, tanggapan yang lumayan santai ya dari Pak Anies. Kayaknya kalau kebanyakan orang digambarkan berlumuran lem seperti itu mungkin akan naik pitam, kok Pak Anies malah santai-santai aja ya? Apakah mungkin Pak Anies ini memang orangnya terbuka dengan kritik seperti itu?

Terlepas dari hal itu, tanggapan santai Pak Anies ini mengingatkan kita pada respons penuh amarah membara dari pendengung-pendengung Pak Jokowi ketika sang presiden itu disandingkan dengan bayangan berhidung panjang di sampul depan Tempo.

Baca juga :  Anies dan Koleksi Pion Riyadh

Kala itu, pendengung macam Denny Siregar bak kebakaran jenggot menanggapi sampul depan itu dengan memberikan kata-kata pedas seperti mengganti Tempo dengan tempe. Pendengung seperti Denny  SIregar ini kelihatannya tidak bisa menerima kalau junjungannya dikritik oleh media seperti Tempo.

Kalau dilihat-lihat, ada beda kelas ya dari cara Anies Baswedan dengan pendengung macam Denny Siregar dalam menghadapi kritik dari media. Kalau Pak Anies menganggap itu sebagai hal yang wajar dalam demokrasi, eh kalau Denny Siregar dan kawan-kawan malah tak terima dan mencoba menurunkan kredibilitas Tempo.

Sepertinya, kalau memang konsekuen dengan demokrasi, respons seperti Pak Anies ini sih yang diharapkan dalam menanggapi kritik. Terlepas dari ini tuh pencitraan doang atau apa, ya setidaknya sang gubernur gesturnya lebih baik dalam menjaga demokrasi ketimbang Denny Siregar cs.

Eh, tapi ya, kalau Pak Anies memang beneran tidak anti untuk dikritik, coba buka lagi dong itu anggaran Jakarta, jangan malah ditutup. Kan memang itu maksudnya, dibuka biar dapat masukan dari masyarakat. Kalau ditutup kan percuma. Ya itu kalau memang serius mau nunjukin diri sebagai sosok terbuka dari kritik sih. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...