HomeCelotehAllan Nairn, Flu Kambuhan

Allan Nairn, Flu Kambuhan

Kecil Besar

“Gara-gara kamu aku jadi sakit flu: falling in love with you (jatuh cinta padamu)”. – Yeyen Vivia, Flu


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]ada tahun 2003, para pecinta kisah-kisah vampir dan dunia kegelapan dimanjakan dengan hadirnya film Underworld yang dibintangi oleh Kate Beckinsale.

Film tersebut bercerita tentang pertarungan antara para vampir melawan lycan atau werewolf alias manusia serigala.

Terlepas dari adegan-adegan menegangkan dari film yang kemudian dibuat 4 film lain sebagai kelanjutannya itu, kisah tentang para werewolf menjadi salah satu bagian yang menarik dari dunia Underworld tersebut.

Mereka adalah manusia yang bisa menjadi serigala dan sangat aktif umumnya ketika malam bulan purnama.

Manusia serigala memang menjadi salah satu bagian dari folklore ­– sebutan untuk ekspresi budaya, entah itu lisan berupa dongeng dan sejenisnya, maupun materi – yang berkembang di daratan Eropa di abad pertengahan.

Selain Underworld, film seri Twilight juga berkisah tentang vampir dan – tentu saja – manusia serigala.

Nah, momentum untuk terjadinya satu hal pada waktu tertentu yang dialami oleh werewolf ini jadi mirip dengan apa yang sedang terjadi di Indonesia jelang hari pemungutan suara.

Mungkin bakal banyak yang bilang lebay, tapi hal itulah yang bisa dilihat dari tulisan-tulisannya Allan Nairn yang selalu muncul di sekitaran kontestasi elektoral di negara ini.

Pada 2014, wartawan investigatif asal Amerika Serikat (AS) itu mempublikasikan tulisannya tentang Prabowo yang disebutnya sebagai “anak kesayangan AS” beberapa hari sebelum pemungutan suara Pilpres di tahun tersebut.

Pada 2017, ia juga mempublikasikan tulisannya terkait dugaan upaya makar di balik aksi-aksi Bela Islam yang mewarnai Pilgub DKI Jakarta kala itu, yang lagi-lagi terbit jelang pemungutan suara di putaran kedua.

Baca juga :  The One-Man Band

Kini, jelang hari pemungutan suara di Pilpres 2019, ia kembali mempublikasikan tulisannya tentang apa yang ia sebut sebagai “rencana strategis Prabowo” terhadap kelompok-kelompok tertentu jika sang jenderal itu memenangkan kekuasaan.

Nah, hal inilah yang membuat Allan Nairn jadi kayak werewolf yang selalu muncul di saat bulan purnama. Doi juga jadi kayak “penyakit kambuhan” yang selalu punya catatan tertentu tentang militer – termasuk Prabowo – jelang hari-hari pemungutan suara.

Apalagi, kiprahnya udah mengakar sejak ikut dalam investigasi di Timor Leste tahun 1991. Jadi tahu banget lah seluk beluk militer Indonesia.

Yang jadi pertanyaannya nih, sebenarnya Allan ini bekerja untuk siapa sih? Hayoo.

Kan aneh, masa doi sebagai wartawan investigatif independen mempublikasikan tulisan yang bikin heboh politik dalam negeri tanpa ada kepentingan yang diperjuangkan?

Buat liputan investigasi itu mahal loh. Bahkan, banyak kelompok media besar di Eropa dan AS yang memangkas liputan investigatif sejak tahun 1980-an karena terlalu mahal dan membebankan perusahaan.

Beh, udah pasti lah Allan Nairn nggak asal jadi “flu kambuhan” di setiap Pemilu.

Tapi, kalau kata rumput yang berjoget ngebor – bergoyang maksudnya – ada loh kepentingannya orang-orang tertentu di negeri Paman Sam yang nggak ingin kelompok tertentu berkuasa di Indonesia.

Katanya sih mereka-mereka ini adalah lawan dari para pengusaha industri militer. Salah satu namanya bahkan disebut-sebut sebagai orang yang bertanggung jawab di balik krisis 1998.

Siapa dia? Eh, dilarang kepo-kepo. Yang jelas, kalau denger debatnya Prabowo yang bilang bahwa doi akan memperkuat militer Indonesia, udah pasti lah kelompok ini nggak ingin sang jenderal terpilih.

Maka, dikirimlah si werewolf alias manusia serigala – eh, maksudnya flu kambuhan alias si Allan Nairn. Ketahuan cerdasnya – begitu kata Mr. Ngehek. Yang belum tahu nama terakhir itu siapa, selamat meng-Googling. Hehehe. (S13)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Menkominfo “Membunuh” Online Shop?

“Bagi rakyat, politik bukan urusan koalisi atau oposisi, tetapi bagaimana kebijakan publik mengubah hidup sehari-hari”. – Najwa Shihab Pinterpolitik.com Dampak demonstrasi dan kericuhan 21-22 Mei...

Kivlan Zen Menantang SBY?

“Ketahui seperti apa dirimu sendiri dan kamu akan memenangkan segala situasi” . – Sun Tzu PinterPolitik.com Gengs, sebagai masyarakat biasa nih, kalian kaget nggak secara tiba-tiba...

Menteri Cantik Jokowi, Siapa Dilirik?

Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan kubu politiknya sempat mengungkapkan keinginannya untuk mencari menteri yang berusia muda dan cantik. Keinginan tersebut bisa saja berkaitan dengan...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

Capim KPK Seperti ‘Kucing Kurap’?

“Bukan masalah apakah kucing itu hitam atau putih, selama dia bisa menangkap tikus,” –  Deng Xiaoping PinterPolitik.com Kursi panas Pimpinan KPK masih diperebutkan, bahkan kini sudah...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.

Hotel Sultan dan Mesin Uang Soeharto

Water canon, batu beterbangan, 3.161 aparat mengepung Senayan. Negara akhirnya merampungkan apa yang gagal dilakukan selama 26 tahun: merebut Hotel Sultan dari tangan keluarga Sutowo. Nilai aset Rp 28,9 triliun — eksekusi perdata terbesar dalam sejarah Indonesia. Bermula dari tipu daya: Ibnu Sutowo membangun hotel pesanan Gubernur Ali Sadikin, bukan atas nama Pertamina, melainkan atas nama PT Indobuildco milik pribadinya.