HomeCelotehPuskaptis Menyapa Prabowo Lagi

Puskaptis Menyapa Prabowo Lagi

Kecil Besar

“Hello darkness, my old friend. I’ve come to talk with you again,” – Simon & Garfunkel, The Sound of Silence


Pinterpolitik.com

“[dropcap]H[/dropcap]ello, I’m baaack!” Mungkin inilah yang dikatakan oleh Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis).

Kalau masih ingat, Puskaptis adalah salah satu lembaga survei yang memenangkan kandidat Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa di Pilpres 2014, ketika lembaga survei lain mengunggulkan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla. Sejak saat itu, Puskaptis seperti menghilang seiring dengan olok-olok yang menjadikan mereka sebagai lelucon.

Nah, jelang Pilpres 2019, Puskaptis ternyata kembali tampil beda dibandingkan lembaga survei lainnya. Menurut mereka, Prabowo dan Sandiaga Uno unggul dengan perolehan 47,59 persen berbanding 45,37 persen milik Jokowi dan Ma’ruf Amin. Wow, kok bisa? Padahal kan lembaga survei lain semuanya mengunggulkan Jokowi-Ma’ruf?

Masih ada yang percaya survei Puskaptis? Share on X

Perbedaan hasil ini jelas memutar memori banyak orang tentang hasil hitung cepat di Pilpres 2014. Pasti ada banyak yang menahan tertawa ketika Puskaptis menyapa lagi dengan hasil yang lagi-lagi beda sendiri. Belum lagi, tudingan soal survei bayaran, settingan, pokoknya segala macam olok-olok siap dikeluarkan untuk menertawakan lembaga survei ini.

Emang sih, susah buat melupakan reputasi Puskaptis yang terlanjur buruk ini. Tanya aja ke Prabowo, Hatta dan rekan-rekan koalisinya yang sudah terlanjur sujud syukur, tapi ternyata hasil perhitungan KPU menyatakan mereka tak mujur. Weleh-weleh.

Tapi, terlepas dari reputasi buruk Puskaptis, kita juga kayaknya gak bisa serta-merta menganggap hasil survei lain sahih bak perkataan nabi. Sekarang ini kan banyak lembaga survei yang merangkap jadi konsultan politik.

Nah, kalau sudah begini, hasil survei lainnya bisa tercampur dengan kepentingan mereka untuk memenangkan calon. Kalau kata Sejarawan dan kritikus AS, Arthur Schlesinger Jr., yang gini-gini disebut sebagai electronic manipulators.

Jadi ya, kalau masalah netralitas, lembaga survei lain juga sebenarnya bisa digugat netralitasnya. Tapi ya kita gak bisa menyebut dan menuduh salah satu nama lembaga survei, takutnya kena UU ITE. Hehehe.

Nah, tapi bukan berarti Puskaptis juga bisa dianggap bener sih. Kubu Prabowo-Sandi tetap harus berhati-hati dan tidak terbang tinggi akibat survei dari Puskaptis ini. Mereka harus tetap kerja keras, dan gak percaya dari satu sumber survei. Kalau mereka leha-leha, ya siap-siap aja kejadian batal sujud syukur bisa terjadi lagi di tahun ini. Ups! (H33)

Baca juga :  Kerajaan Abadi Raja Ponsel Indonesia
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...