HomeCelotehNyinyir Fadli Menohok PSI

Nyinyir Fadli Menohok PSI

Kecil Besar

“Anda urus partai sendiri aja, belum tentu lolos PT. Demokrasi memang berat, perlu sabar, dedikasi, kerja keras dan keberpihakan pada rakyat bukan cukong,” ~ Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon.


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]aling nyinyir dalam dunia politik kekinian emang udah jadi gaya komunikasi politik zaman now. Melalui media, para politisi seakan berlomba argumen dengan lihainya. Tujuannya sih membangun persepsi publik bahwa apa yang dikatakannya di media adalah benar adanya. Jadi wajar kalau kita sering melihat para politisi saling perang argumen. Wedew, sungguh unfaedah.

Seperti pada perang argumen yang dilakukan antara politisi dari Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon dengan politisi Wakil Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni. Dalam akun twitter pribadinya, Fadli ketus pada PSI yang diprediksi gak akan lolos parliamentary threshold. Wedew.

Apa yang disampaikan Fadli sebenernya gak ada yang salah loh. Kalau eike berhusnudzon, PSI bisa anggap pernyataan Fadli sebagai peringatan dini. Tapi jangan salah, justru PSI menyiapkan batu loncatan agar partai seumur jagung ini bisa melesat cepat di Pemilu mendatang. Ya dengan dompleng kekuasaan lah.

Mendompleng pihak penguasa adalah strategi paling receh yang bisa dilakukan oleh partai baru untuk mendongkrak elektabilitas. Secara kan saat ini elektabilitas Presiden Petahana Joko Widodo (Jokowi) memang jauh lebih unggul ketimbang kandidat dari kubu oposisi. Pilihan yang rasional sih. Ada yang salah?

Apa yang sedang dilakukan oleh PSI sudah suatu kewajaran semata. Insting dasar partai politik memang begitu, masa mau disalahin sih. justru yang salah itu kalau PSI malah bikin poros sendiri. Nah itu baru yang namanya keblinger gaje. Kalau sampe kejadian dan berujung kalah, puas-puasin tuh Fadli nyinyirin PSI.

Baca juga :  Strategi “Gajah” Kaesang masuk Pesantren ?

Tapi yang bikin keki itu justru kenapa dua politisi ini sama sekali gak membicarakan mengenai kepentingan rakyat sih. Kok melulu membahas mengenai kepentingan mereka aja. Masyarakat itu gak peduli keles sama semua wacana kalian selama gak melibatkan kepentingan rakyat secara langsung. Cuma bikin KZL.

Tapi di luar itu, apa yang disampaikan Fadli memang benar adanya. Membesarkan partai agar lolos PT memang gak mudah. Butuh kesabaran, dedikasi dan kerja keras, bukan malahan nemplok sama cukong. Mmm, ya sudah lah. Mungkin aja bagi Fadli, PSI gak lebih dari cerdas dalam melihat situasi. Bukan menyibukan diri membangun elektabilitas partai, eh malahan ngeriweuh partai oposisi melulu. Jangan-jangan kader PSI ini mirip apa yang dikatakan filsuf Niccolo Machiavelli (1469-1527): “There are one kinds of intelligence: understands neither for itself nor through others. This kind useless.” (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...