HomeCelotehSinyal Mahfud Ancam Koruptor

Sinyal Mahfud Ancam Koruptor

Kecil Besar

“Dibeginikan ini politisi-politisi koruptor di Tiongkok. Diarak di depan umum, lalu digelandang, dijadikan tontonan.” ~ Mantan Ketua MK, Mahfud MD.


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]ungguh unik cara mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menarik perhatian publik. Orang yang pernah jadi Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur ini, baru-baru ini melalui akun twitter-nya ia mengunggah sebuah foto para politisi korup asal Tiongkok. Mmm, ada apa gerangan ya.

Sontak Warganet ramai memperbincangkannya. Banyak yang membandingkan penegakan hukum terhadap para koruptor di Tiongkok dengan di Indonesia. Tapi ada juga yang membandingkan perilaku para koruptor Indonesia. Moga aja para calon koruptor di luar sana pada liat cuwitan Prof. Mahfud ya.

Kalau di Tiongkok, penegakkan hukum terkait korupsi sangat lah keras. Gak memble kayak di sini. Kalau di sana, saking berat sanksi yang akan dikenakan, koruptor yang tertangkap akan malu dan menyesali perbuatannya. Lah, kalau di sini mah santai bray, toh nanti bisa bayar oknum mafia persidangan biar putusannya ringan.

Abis itu bisa cepet bebas deh, dan lanjut korupsi lagi. Tapi kalau ketangkep lagi? Santai mamen, ya tinggal ulang lagi aja pola yang tadi, buahahaha. Gitu aja terus sampe kiamat. Kok eike KZL ya sama cecunguk tikus tanah pengeruk uang rakyat kek gini. Woy ‘taubatan nasuha’ gih sebelum ajal menjemput.

Enaknya tuh, para koruptor di Indonesia begitu tertangkap OTT, dan terbukti bersalah dalam persidangan, langsung aja deh dijebloskan. Eits, bukan ke penjara tapinya ya, dijebloskan ke kapal laut aja. Loh kok ke kapal laut sih? Iya, kalau kata Bu Susi suma koruptor nakal harus ditenggelamkan, hahaha.

Baca juga :  Nadiem dan Senjata Karet UU Tipikor?

Sebagai orang yang gak lagi memegang jabatan strategis, Prof. Mahfud pasti punya lah ya kepentingan pribadi dalam mengunggah foto semacam ini. Minimal ia ingin dikesankan sebagai sosok yang anti korupsi. Pengharapan minta jabatan ya Prof. sama pemerintahan yang baru nanti? Sa ae lau, hahaha.

Taukah kalian kalau korupsi itu adalah bagian dari penindasan terhadap rakyat kecil. Jadi jika Pemerintah tidak ingin dianggap sebagai pihak yang berbagi kejahatan karena melakukan pembiaran terhadap penindasan ini, sebaiknya mulailah bersikap keras pada koruptor. Gak mau dung dicap seperti yang dikatakan filsuf Desiderius Erasmus (1466-1536), ‘He who allows oppression shares the crime.’ (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Wiranto Pelanggar HAM?

Wiranto diduga terlibat namun bukan sebagai eksekutor, akan tetapi sebagai orang dibalik layar tragedi tersebut, hal itu dikarenakan posisinya pada masa itu sebagai Panglima...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Giring Ingin Balik Nyanyi Lagi?

Video Ketum PSI Giring Ganesha nyanyikan lagu Nidji tersebar di media sosial. Apakah Giring ingin balik nyanyi lagi dan lupakan politik?

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...