HomeCelotehPapua Anak Emas Jokowi

Papua Anak Emas Jokowi

Kecil Besar

“Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial.” ~ Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]residen Joko Widodo memang cukup populer dikalangan masyarakat daerah. Salah satu contohnya aja nih ya, diantara Presiden pendahulunya, Jokowi merupakan Presiden satu-satunya yang paling rajin datang ke tanah Papua. Terhitung sudah delapan kali Pakde Jokowi blusukan ke daerah ini. Mantap jiwa.

Dalam agenda terbarunya ini, Pakde Jokowi akan berkunjung ke Kabupaten Jayapura, mengunjungi jembatan Holtekamp, meninjau pasar Mama-Mama Papua, memantau infrastruktur di Kabupaten Asmat, hingga ke Sorong, Provinsi Papua Barat. Waduh, banyak aja nih lokasi blusukan-nya, gak cape tuh?

Kunjungan kerja pembangunan infrastruktur di Papua ini juga dimaksudkan sekaligus untuk memantau penanganan gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat pasca Kejadian Luar Biasa (KLB). Pakde Jokowi yakin pembangunan infrastruktur tersebut mampu menyelesaikan persoalan gizi buruk di Asmat.

Eits, emangnya apa hubungannya pembangunan infrastruktur dengan penyelesaian gizi buruk? Jadi kondisi ekonomi masyarakat Papua akan membaik perlahan seiring perkembangan infrastruktur yang tengah di bangun ini, gitu ya? Jadi diharapkan persoalan gizi buruk nantinya dapat tertangani.

Padahal nih ya, kalau eike mengintip pandangan Jonathan Swift (1667-1745) dalam teori ‘A Modest Proposal’, adanya permasalahan kesejahteraan sosial, seperti gizi buruk akibat kemiskinan, juga bisa dilatari oleh kondisi struktural lingkungan yang diakibat adanya penyalahgunaan kekuasaan.

Nah kan, itu artinya secara gak langsung Pemerintah turut andil tuh membiarkan kelangsungan ketimpangan kesejahteraan sosial masyarakat di daerah. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Duh, kician banget gak sih. Jadi yakin pembangunan infrastruktur menyelesaikan masalah yanga ada?

Memang sih pembangunan infrastruktur itu baru terasa manfaatnya dikemudian hari. Tapi bukan berarti gak perlu dilakukan loh ya. Itu mah sama aja membiarkan daerah membangun pondasi ekonominya sendiri. Kalau di Jawa sih udah ok ditinggal Pemerintah Pusat, lah ini kan di daerah pelosok.

Kalau Pemerintah Pusatnya cuek-cuek bebek, ya pasti bakal terlantar untuk selamanya. Tapi kan ada Pemerintah Daerah ya di Papua. Jiah, gak semua Pemerintah Daerah bisa diandelin deh. Belum lagi kalau mereka gak amanah dan korup. Yang ada uang pembangunannya nguap entah kemana. Auto dosa itu mah. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Giring Ingin Balik Nyanyi Lagi?

Video Ketum PSI Giring Ganesha nyanyikan lagu Nidji tersebar di media sosial. Apakah Giring ingin balik nyanyi lagi dan lupakan politik?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Mengenang Marsinah, Mengenang Perlawanan

Pernah dengar nama Marsinah? Hari ini, 24 tahun yang lalu, ia ditemukan meninggal mengenaskan di dalam Hutan Jati Wilangan. Tubuhnya memar hancur hanya karena...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...