HomeCelotehJokowi Presiden Penuh Kepalsuan?

Jokowi Presiden Penuh Kepalsuan?

Kecil Besar

“Saya ikuti reaksi presiden terhadap pidato Prabowo, tapi saya lihat ada yang palsu dari reaksi Presiden Jokowi, karena keliatan ada gerakan tangan dan otak yang tidak singkron,” ~ Dosen Filsafat UI, Rocky Gerung.


PinterPolitik.com

[dropcap]N[/dropcap]ama Dosen Filsafat UI, Rocky Gerung baru-baru ini mencuat menghiasi pemberitaan media massa. Dosen yang satu ini memang paling tau caranya mencari perhatian publik. Seperti pernyataannya sebelumnya yang mengatakan kalau kitab suci itu hanyalah fiksi. Nah ternyata gak cuma itu, dia juga sempat loh menyindir pidato Presiden Jokowi yang menyimpan kepalsuan.

Mmm, memangnya ada yang salah ya dengan pidato Jokowi saat di acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Center di Bogor, Jawa Barat? Oh, rupanya nih ya, Rocky Gerung melihat gestur tubuh dan nada bicara dan otak Pakde Jokowi yang tidak singkron ketika isi pidatonya mulai berapi-api saat membahas beberapa isu yang menyerang dirinya serta tentang Indonesia bubar 2030.

Helow, emangnya Rocky ini cukup kompeten untuk menilai hal tersebut? Iya sih filsafat merupakan ibu dari disiplin ilmu lainnya, tapi kini telah lahir loh beragam ilmu yang jauh lebih spesifik. Jadi kalau narasumber dengan bidang keilmuan tertentu bisa jadi kurang pas untuk pembahasan yang sudah dispesifikkan. Jangan sampe bikin malu UI dengan celotehan asal deh.

Eike pikir nih ya, kayaknya yang lebih kompeten menilai apakah gestur Pakde Jokowi dalam pidato itu mengandung kepalsuan atau gak, ya Pakar Deteksi Kebohongan Handoko Gani. Ada lima loh indikator utama yang bisa digunakan dalam menilai seseoang itu menyimpan kepalsuan atau gak, seperti analisa ekpresi wajah, gestur tubuh, intonasi suara, kata-kata verbal, dan gaya bicara.

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Kok rasanya melihat tindak tanduk Rocky Gerung sebagai seorang akademisi di tengah lautan politisi, agak aneh ya. Berkomentarlah sesuai ranahnya aja, gak perlu terlalu menyinggung personal. Kayak punya dendam pribadi aja sih. Atau di balik setiap pernyataan Rocky yang menyudutkan Pakde Jokowi itu, merupakan pernyataan titipan sponsor dari elit politik lain? Mmm, tetiba jadi kepo niy.

Kalau dipikir-pikir, ketimbang disebut sebagai akademisi, kok Rocky Gerung rasanya lebih mirip kayak politisi ya. Lagian sih, nyinyiran Rocky pada Pakde Jokowi udah kayak nyanyian kode ala Warkop DKI aja. Ya udah sih, masuk Partai Politik aja biar lebih afdol kalau mau nyinyir. Oh, atau jangan-jangan sedari awal Rocky Gerung memang agen partai tertentu di luar anggota kepartaian? Wedew. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...